• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

IPB: Bisnis Anggrek Perlu Pendekatan Bioteknologi

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 28 Juli 2023 - 18:33
in Gaya Hidup
Bisnis-Anggrek
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) University Profesor Dewi Sukma mengungkapkan dari hasil penelitian potensi pengembangan bisnis tanaman anggrek di Indonesia memerlukan konsentrasi bioteknologi dalam pemuliaan sehingga menghasilkan kualitas dan jumlah yang memenuhi kebutuhan pasar.

Profesor Dewi Sukma saat praorasi ilmiah secara daring, Kamis, mengatakan bahwa pendekatan bioteknologi sangat diperlukan dalam mendukung pemuliaan anggrek, sebab perbanyakan anggrek dari penyemaian benih hingga pembesaran bibit membutuhkan laboratorium kultur jaringan in vitro. Hal itu karena anggrek memiliki embrio yang tidak memiliki endosperm.

BacaJuga:

Perkuat Strategi Bisnis, MMKSI Lakukan Penyegaran Jajaran Direksi

Absolute Batman #23 Punya Cover Khusus Indonesia, Karya Yasmine Putri Diburu Kolektor

Sokong Mobil Balap Kencang GEN4 Formula E, Bridgestone Buat Ban dari Sekam Padi

“Perkecambahan biji anggrek di alam membutuhkan bantuan mikroba simbiotik. Media kultur jaringan in vitro di laboratorium dapat menggantikan peran mikroba simbiotik bahkan meningkatkan keberhasilan perkecambahan,” katanya, Jumat (28/7), seperti dikutip dari Antara.

Profesor Dewi menyampaikan optimasi media perkecambahan benih di laboratorium untuk Phalaenopsis sudah dilakukan sehingga dapat mendorong perkecambahan dan pertumbuhan bibit menjadi lebih baik untuk menghasilkan bibit bermutu. Berbagai pendekatan lain melalui bioteknologi tanaman dapat dilakukan untuk mendukung pengembangan anggrek.

Anggrek (Orchidaceae) merupakan salah satu famili tanaman hias terbesar di dunia tumbuhan yang memiliki karakter yang sangat bervariasi dan bernilai ekonomi tinggi.

Diperkirakan jumlah spesies dalam famili Orchidaceae mencapai sekitar 30,000 spesies, lebih dari 29,000 spesies sudah didaftarkan di Royal Society Horticulture (RHS) Sekitar 5,000 spesies anggrek. Ribuan spesies itu diperkirakan juga tersebar di wilayah Indonesia.

Nilai bisnis anggrek dunia pada tahun 2020 sekitar 5 juta USD dan diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 7 juta USD pada tahun 2027 dengan peningkatan CAGR 2021-2027sebesar 4.67 persen.

Meskipun Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah anggrek yang tinggi, ternyata impor anggrek Indonesia hingga tahun 2019 cenderung meningkat, terutama impor dalam bentuk tanaman, mencapai 2 juta USD pada tahun 2019. Hal ini menunjukkan peluang pasar anggrek dalam negeri cukup tinggi dan belum dapat dipenuhi dari produsen dalam negeri.

Dengan demikian, peningkatan produksi bibit anggrek dalam negeri dengan jenis yang memenuhi selera pasar masih perlu ditingkatkan. Sebagian besar anggrek untuk pasar di Indonesia diimpor dari Thailand sebesar 61.66 persen dan Taiwan 35.28 persen.

Berkaca pada Thailand, kata dia, yang merupakan produsen dan eksportir utama untuk dendrobium dan vanda, sedangkan Taiwan produsen dan eksportir utama untuk Phalaenopsis, oleh karena itu pengembangan ketiga genus tersebut perlu didorong untuk substitusi impor.

Profesor Dewi pun fokus pada satu genus tersebut di atas yaitu Phalaenopsis. Penyilang dari Indonesia sudah banyak yang mendaftarkan silangannya di RHS, namun keterbatasan jumlah pemulia untuk pengembangan varietas baru, dan lambatnya massalisasi produk menjadi kendala untuk menempatkan anggrek-anggrek yang dihasilkan dalam memenuhi kebutuhan pasar.

Ditambah lagi ketergantungan pada sarana pendukung produksi yang masih harus diimpor, serta perlu investasi besar dalam usaha agribisnis anggrek.

Anggrek juga membutuhkan waktu yang lama 6-7 tahun untuk menghasilkan varietas baru, sehingga membutuhkan passion, ketekunan, modal, kesabaran, konsistensi dan endurance untuk mengembangkannya.

Menurut dia, dukungan bersama berbagai pihak untuk mendorong pengembangan anggrek Indonesia sangat dibutuhkan.(mg2)

Tags: BioteknologiBisnis Anggrekbogoripb

Berita Terkait.

Perkuat Strategi Bisnis, MMKSI Lakukan Penyegaran Jajaran Direksi
Gaya Hidup

Perkuat Strategi Bisnis, MMKSI Lakukan Penyegaran Jajaran Direksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 23:05
Kabinet Makin Gemuk, Senator Tagih Bukti Efisiensi Prabowo
Gaya Hidup

Absolute Batman #23 Punya Cover Khusus Indonesia, Karya Yasmine Putri Diburu Kolektor

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:33
mobil
Gaya Hidup

Sokong Mobil Balap Kencang GEN4 Formula E, Bridgestone Buat Ban dari Sekam Padi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:28
bali
Gaya Hidup

Bali Jadi Pusat Edukasi Estetika Global, CGBIO Gelar Meet the Masters 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:03
dbl
Gaya Hidup

AQUA DBL Dance Jadi Panggung Anak Muda Ekspresikan Wastra Nusantara

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 04:40
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit
Gaya Hidup

Daihatsu Makin Dekat dengan Masyarakat Jateng Lewat GIIAS Semarang 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:05

OLAHRAGA

crystaline
Olahraga

Ribuan Pelari Ramaikan Crystalin RunXperience 2026 di Jakarta

Editor Folber Siallagan
Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:11

INDOPOSCO.ID - Sekitar 9.500 pelari dari berbagai latar belakang dan komunitas turut meramaikan Crystalin RunXperience 2026 di Jakarta. Digelar di...

SelengkapnyaDetails
Todotua

Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:04
Hardiyanto-Kenneth

Kejurda Piala Gubernur 2026: 420 Pecatur Adu Strategi, Targetkan Tiket Kejurnas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03
Mendag Tegaskan MFN WTO Harus Dipertahankan, Ini Alasannya 

Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:13
Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Tim Voli Pantai Raih Medali Perak di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:33

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3898 shares
    Share 1559 Tweet 975
  • Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    1977 shares
    Share 791 Tweet 494
  • Firli Bahuri Raih Doktor, Tawarkan Model Baru Penyelesaian Konflik Sosial

    829 shares
    Share 332 Tweet 207
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    828 shares
    Share 331 Tweet 207
  • Bukan Lartas, Kemendag Sebut Wajib Halal untuk Jaga Mutu dan Kepercayaan Konsumen

    768 shares
    Share 307 Tweet 192
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.