• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Polda NTB Buru Cukong Perekrut PMI Korban TPPO ke Libya

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 27 Juli 2023 - 22:33
in Nusantara
Dirreskrimum Polda NTB Kombes Teddy Ristiawan. Foto: ANTARA

Dirreskrimum Polda NTB Kombes Teddy Ristiawan. Foto: ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat memburu cukong perekrut dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Libya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Teddy Ristiawan di Mataram, Kamis, mengatakan bahwa cukong tersebut berinisial FT asal Kota Mataram yang kini telah berstatus tersangka bersama dua orang lainnya.

BacaJuga:

Awasi Jalur Pengiriman Barang, Kanwil Bea Cukai Banten Perketat Pengawasan Rokok Ilegal

Usai Gempa Dangkal M 6,7 Guncang Sulteng, Kini Bergeser ke Cilacap di Jawa Tengah

NHM Inisiasi Aksi Bersih di Tanjung Barnabas dan Dukung Penghijauan MTs Bukit Tinggi

“Iya, dari kasus ini salah seorang dari tiga tersangka sudah kami tahan. Untuk dua lainnya, termasuk FT masih kami buron,” kata Teddy seperti dikutip Antara, Kamis (27/7/2023).

Selain FT, dua tersangka lain berinisial B dan HS. Tersangka B berperan sebagai petugas lapangan yang merekrut korban di Pulau Sumbawa. Untuk tersangka B kini telah menjalani penahanan di Rutan Polda NTB.

Sedangkan, HS berperan sebagai pengirim kedua korban dari Pulau Lombok menuju lokasi penampungan milik FT di Jakarta. HS bersama FT yang kini masuk dalam DPO kepolisian.

“Jadi, untuk FT ini kami kesulitan untuk menjemputnya, karena yang bersangkutan kerja di negara Timur Tengah, kalau tidak salah ada Arab Saudi atau di Libya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Teddy meyakinkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan lembaga yang punya peran dalam persoalan PMI, baik dengan Kementerian Tenaga Kerja RI maupun BP2MI.

Lebih lanjut, Teddy menyampaikan bahwa lokasi penampungan korban TPPO di Jakarta ini masih ditelusuri melalui keterangan korban.

“Itu yang masih kami cari. Sementara ini korban mengaku tidak tahu dan lupa dimana penampungan itu dan siapa orang yang menampung. Katanya penampung-nya ini ibunya FT,” ucap dia.

Dalam proses pemberangkatan ke luar negeri, kedua korban turut terungkap menggunakan paspor orang lain. Salah seorang korban pun terungkap mengalami buta aksara.

“Karena model muka korban dengan yang di paspor itu hampir sama, jadi lolos saja pas pemeriksaan imigrasi,” kata Teddy.

Proses perekrutan oleh jaringan FT pun dipastikan Teddy tidak melalui prosedur yang legal. Melainkan, FT merekrut dan memberangkatkan korban secara perorangan tanpa memiliki legalitas Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).

Dua PMI yang menjadi korban TPPO di Libya ini terungkap setelah mengunggah rekaman video curahan hati ke media sosial. Rekaman video itu kemudian sampai ke telinga Pemerintah Indonesia dan langsung mendapatkan perhatian khusus.

Pemerintah melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) Tripoli menindaklanjuti rekaman video itu dengan melacak keberadaan kedua korban yang terungkap di wilayah Benghazi.

Setelah keberadaan-nya terlacak, KBRI Tripoli bersama Kementerian Luar Negeri Libya dan Libya Labor Agency berhasil melakukan pemulangan kepada kedua PMI asal NTB tersebut ke Indonesia pada akhir Juni 2023. (wib)

Tags: Korban TPPOLibyaPekerja Migran IndonesiaPMIPolda NTBTPPO

Berita Terkait.

Awasi Jalur Pengiriman Barang, Kanwil Bea Cukai Banten Perketat Pengawasan Rokok Ilegal
Nasional

Awasi Jalur Pengiriman Barang, Kanwil Bea Cukai Banten Perketat Pengawasan Rokok Ilegal

Rabu, 17 Juni 2026 - 10:25
Gempa-Cilacap
Nusantara

Usai Gempa Dangkal M 6,7 Guncang Sulteng, Kini Bergeser ke Cilacap di Jawa Tengah

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:38
Perwira-NHM
Nusantara

NHM Inisiasi Aksi Bersih di Tanjung Barnabas dan Dukung Penghijauan MTs Bukit Tinggi

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:26
Rumah
Nusantara

Gempa M 6,7 Sulteng Telan Korban Jiwa, Satu Warga Sigi Meninggal

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:35
Dampak-gempa
Nusantara

Update Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, 32 Warga Luka dan Puluhan Rumah Rusak

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:24
BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu, Warga Diimbau Tetap Waspada
Nusantara

BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu, Warga Diimbau Tetap Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:11

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7116 shares
    Share 2846 Tweet 1779
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1042 shares
    Share 417 Tweet 261
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1084 shares
    Share 434 Tweet 271
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.