• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Analis: Rupiah Membuat karena Data Pengangguran AS Memburuk

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 16 Juni 2023 - 16:41
in Ekonomi
Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa (31/1/2023). Foto: Antara/Reno Esnir/tom/pri

Ilustrasi - Petugas menunjukkan uang dolar AS dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta, Selasa (31/1/2023). Foto: Antara/Reno Esnir/tom/pri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova menyatakan penguatan Rupiah terhadap USD pada penutupan perdagangan hari ini dipengaruhi data pengangguran dan data industri Amerika Serikat (AS) yang memburuk.

“Penguatan Rupiah terhadap dolar AS diperkirakan tidak akan bertahan lama dikarenakan index dollar yang masih tinggi dan tren kenaikan yield obligasi AS,” ujar dia ketika ditanya Antara, Jakarta, Jumat (16/6).

BacaJuga:

MG Hadirkan MGS5 EV di Makassar, SUV Listrik Modern untuk Mobilitas Keluarga

J&T Express Dorong Mahasiswa Naik Kelas Jadi Entrepreneur lewat Program Nasional

Momentum Ramadan-Lebaran, Paxel Catat Lonjakan Pengiriman Barang Food dan Nonfood

Melihat dari sisi domestik, pertumbuhan dua digit kredit perbankan dan surplus perdagangan menguatkan Rupiah.

Pada pagi tadi, Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong telah memperkirakan rupiah berpotensi menguat terbatas oleh pelemahan dolar AS pasca data klaim pengangguran dan produksi yang lebih lemah dari perkiraan.

Klaim pengangguran aktual AS yang diekspektasikan sebesar 249 ribu rupanya secara aktual 262 ribu

“Namun, ekspektasi suku bunga pasca Federal Open Market Committee (FOMC) masih menekan rupiah. Paling tidak selama sepekan ke depan dampak dari FOMC masih akan terus ada.” ungkap Lukman.

Pada Kamis (15/6), Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menerangkan bahwa Bank Sentral AS telah memberikan sinyal bahwa tidak ada pemangkasan suku bunga tahun ini. Target suku bunga acuan yang berada di angka 5,6 persen dikatakan akan mengalami 1-2 kali kenaikan.

“Ini tidak seperti yang diekspektasikan sebagian pelaku pasar yang mengharapkan sinyal pemangkasan dari the Fed,” kata Aris di Jakarta, Kamis (15/6).

Rupiah mengalami penguatan pada penutupan perdagangan hari sebesar 0,09 persen atau 14 poin menjadi Rp14.940 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.954 per dolar AS.

Sepanjang hari, rupiah bergerak dari Rp14.925 per dolar AS hingga Rp14.951 per dolar AS. (bro)

Tags: Data Pengangguran ASnilai tukar rupiahrupiah

Berita Terkait.

MGS5
Ekonomi

MG Hadirkan MGS5 EV di Makassar, SUV Listrik Modern untuk Mobilitas Keluarga

Rabu, 29 April 2026 - 13:05
J&T
Ekonomi

J&T Express Dorong Mahasiswa Naik Kelas Jadi Entrepreneur lewat Program Nasional

Rabu, 29 April 2026 - 12:04
Paxel
Ekonomi

Momentum Ramadan-Lebaran, Paxel Catat Lonjakan Pengiriman Barang Food dan Nonfood

Rabu, 29 April 2026 - 11:03
Revisi UU Parpol Dinilai Mendesak, DPR Soroti Pendanaan dan Modernisasi Partai
Ekonomi

Pengelola Fiskal Perlu Kuasai AI hingga Baca Tren Global, Ini Alasannya

Rabu, 29 April 2026 - 02:27
Revisi UU Parpol Dinilai Mendesak, DPR Soroti Pendanaan dan Modernisasi Partai
Ekonomi

Sabut Kelapa Minahasa Selatan Tembus Pasar China, Limbah Jadi Devisa

Rabu, 29 April 2026 - 01:23
Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau
Ekonomi

Bukan Sekedar Ibadah, Kurban Dompet Dhuafa Bagian dari ‘Green Jobs’ dan Ekonomi Hijau

Rabu, 29 April 2026 - 00:11

BERITA POPULER

  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2542 shares
    Share 1017 Tweet 636
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1002 shares
    Share 401 Tweet 251
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    938 shares
    Share 375 Tweet 235
  • Begini Penampakan Gerbong Perempuan KRL Usai Ditabrak KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur

    780 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.