• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Politik

Perlu Kepemimpinan Komitmen Kuat Lawan Oligarki

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 24 Mei 2023 - 02:22
in Politik
kpu

Ilustrasi - Suasana pencoblosan pemilihan umum (Pemilu) 2019 di TPS jalan Kalimantan, Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: Antara/Darwin Fatir/am

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Firman Noor, menegaskan diperlukan kepemimpinan nasional yang berkomitmen kuat untuk melawan oligarki dan memperkuat kelembagaan partai politik guna mencegah berlanjut-nya situasi stagnasi demokrasi yang saat ini ditengarai terjadi di Indonesia.

“Kita membutuhkan pemimpin atau jajaran pemimpin yang punya komitmen kuat, pertama untuk melawan oligarki, dan yang kedua komitmen untuk membantu memperkuat kelembagaan partai politik,” kata Firman dalam webinar Asosiasi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) bertajuk “Vote Minus Voice: Urgensi Penguatan Kapasitas Lembaga Demokrasi”, di Jakarta, Selasa (23/5).

BacaJuga:

HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

HUT Ke-62 Golkar: dari Ziarah TMP, Baksos hingga Pesta UMKM

RUU Pemilu Buka Peluang Tambah Kursi DPR RI Melalui Sistem Dapil Nasional, 58 Kursi DPR Jadi Wacana

Firman menuturkan hal itu bukanlah sesuatu yang mustahil mengingat ada catatan bahwa kepimpinan nasional pascareformasi mampu menggalang kekuatan koalisi partai politik (parpol) pendukungnya, untuk mewujudkan rencana kerjanya.

Oleh karena itu ke depan, Firman berharap ada pemimpin nasional yang kuat dengan komitmen untuk memperbaiki parpol dan itu akan didukung oleh koalisi parpol pengusung.

“Sehingga ada gelombang besar dari sisi leadership untuk memperbaiki negara ini, dengan melawan oligarki dan memperkuat partai politik,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.

Partai politik diyakini menjadi salah satu elemen penting dalam mewujudkan hak pilih yang ditunaikan dari bilik pemilu menjadi suara dalam penyelenggaraan negara.

Oleh karena itu penguatan pelembagaan partai politik penting guna menghindari cengkeraman oligarki, yang menurut Firman banyak ditemui dalam penelitian-penelitian yang dilakukannya.

Dalam webinar tersebut, Firman, yang saat ini tengah menjadi Visiting Fellow Researcher di Lund University, Swedia, memaparkan materi-nya yang bertajuk “Oligarki, Partai Politik, dan Kemunduran Demokrasi”.

Firman mengawali paparannya dengan menyampaikan pengalamannya melakukan penelitian ke sebuah parpol di Padang, Sumatera Barat, pada 2001, dan menemukan bahwa kepengurusan di sana tersebut menjadi replika kepengurusan pusat yang kebanyakan akademisi dan/atau aktivis sosial.

Akan tetapi, ketika melakukan penelitian lanjutan dua tahun berselang, Firman mendapati pengurus generasi awal sudah tidak lagi terlihat dan justru digantikan orang-orang yang sebelumnya hanya berada di level sekunder, yang kebanyakan adalah pengusaha lokal.

Temuan Firman sejalan dengan fenomena politik nasional yang dituangkan Ketua Umum Partai Golkar 1998-2004 sekaligus Ketua DPR 1999-2004, Akbar Tandjung, melalui disertasi-nya yang belakangan diterbitkan sebagai “The Golkar Way”.

Firman menuturkan dalam “The Golkar Way”, tergambar-kan terjadinya faksionalisasi di tubuh Partai Golkar yang terbagi menjadi tiga kelompok yakni Struktural di bawah Akbar Tandjung, Tradisional di bawah Wiranto, dan Saudagar di bawah Jusuf Kalla.

“Ternyata yang memenangkan pertarungan adalah kaum saudagar. Dan saya amati setelah itu tren yang terjadi adalah kebanyakan partai-partai oleh pimpinan yang punya latar belakang pengusaha, termasuk partai yang saya teliti di Padang itu,” ujarnya.

Menurut Firman tren tersebut berlangsung sampai saat ini dan nyaris tidak ada peralihan lagi, sejalan dengan pendapat ilmuwan politik Amerika Serikat, Jeffrey A. Winters, bahwa selepas oligarki sultanistik era Orde Baru berakhir justru menciptakan model baru yakni oligarki ruling collective.

Oligarki sultanistik adalah keadaan yang terjadi karena adanya monopoli sarana pemaksaan oleh satu oligark, sedangkan oligarki ruling collective adalah kepemimpinan bersama yang secara sadar mulai mendekati partai-partai politik guna menjaga kepentingan dan keuntungan.

Firman meyakini bahwa oligarki berbasis ekonomi lebih banyak mendominasi kepemimpinan partai-partai politik di Indonesia disebabkan antara lain kesenjangan kualitas pemimpin, pilihan rasional, lingkungan politik yang pragmatis dan mahal, menguat-nya peran pebisnis dalam politik, serta ketimpangan ekonomi yang tinggi.

Kondisi tersebut membuat pergeseran peran kalangan pengusaha dari sekadar menjadi elemen penyokong, menjadi pemimpin, bahkan akhirnya mendirikan parpol di Indonesia.

Dampak jangka panjang dari itu adalah pembajakan kehidupan demokrasi bahkan stagnasi demokrasi.

Selain parpol, AIPI menyoroti upaya mengkonversi hak pilih menjadi suara dalam penyelenggaraan negara juga memerlukan perbaikan dalam tiga aspek lain yakni penyelenggara pemilu, lembaga perwakilan, dan penguatan partisipasi publik. (mg1)

Tags: AIPIAsosiasi Ilmu Pengetahuan IndonesiaBRINfirman noorkepemimpinanPartai Golkarpemilupilpres

Berita Terkait.

HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata
Politik

HUT Ke-62 Golkar, Bahlil Pimpin Doa Bersama dan Tabur Bunga di TMP Kalibata

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:41
Golkar
Politik

HUT Ke-62 Golkar: dari Ziarah TMP, Baksos hingga Pesta UMKM

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:33
doli
Politik

RUU Pemilu Buka Peluang Tambah Kursi DPR RI Melalui Sistem Dapil Nasional, 58 Kursi DPR Jadi Wacana

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:23
kpp
Politik

Jaga Pemilu 2029 Demokratis: Media Diminta Bersiap dan Pahami Regulasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:09
gibran
Politik

Pakar: MK Lempar “Bola Panas” ke DPR terkait Polemik Ijazah Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:05
kpu
Politik

Kembali Gelar Anugerah Jurnalistik, KPU Angkat Tema “73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia”

Jumat, 9 Oktober 2026 - 04:04

OLAHRAGA

NOC Indonesia
Olahraga

Menuju Dakar 2026, NOC Indonesia Resmi Lepas 12 Atlet Muda Terbaik

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 02:22

INDOPOSCO.ID – Sebanyak 12 atlet muda Indonesia bersiap membawa Merah Putih ke panggung dunia melalui Youth Olympic Games (YOG) Dakar...

SelengkapnyaDetails
champion

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31

BERITA POPULER

  • Inovasi Hijau Garuda-EIGER, Material Bekas Pesawat Disulap Jadi Tas Fungsional

    Bea Cukai Gagalkan Pengangkutan 1,6 Juta Batang Rokok Ilegal di Tol Ciperna

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Atasi Suhu Panas, Pemprov Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

    900 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Napoleon Bonaparte Tutup Usia, Dokter Tifa: Pertemuan Minggu Lalu Jadi Kenangan Terakhir

    875 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Pernyataan Menkes Soal ‘Adaptasi’ Karhutla Tuai Polemik, Kemenkes Klaim Tak Pasrah

    760 shares
    Share 304 Tweet 190
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.