• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Peranan Teknologi Informasi Guna Peningkatan Produksi Padi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 23 Mei 2023 - 22:22
in Ekonomi
depann
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indonesia memang terkenal sebagai salah satu negara agraris sekaligus pengguna teknologi digital dengan jumlah yang fantastis. Keduanya berjalan bersamaan dengan harapan kolaborasi mereka dapat memberikan benefit yang besar dalam menjaga sektor pangan tetap jalan dan para developer aplikasi tidak kehabisan ide dan gagasan.

Selama penulis berkecimpung di bidang pertanian dalam 1 dekade belakangan ini, banyak sekali aplikasi dari berbagai vendor yang dirilis yang terkait dengan pertanian. Sebut saja yang langsung dirilis dari Kementerian Pertanian (Kementan) seperti KATAM atau Kalender Tanam, I-Tani, Rice Doktor, maupun dari vendor luar Kementan seperti YARA CheckIT, PETANI dan masih banyak lagi.

BacaJuga:

One Stop Drilling Solution Jadi Senjata Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi

Produk Farmasi Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp34 Miliar di Pameran Kesehatan Internasional

Kementerian UMKM Gandeng Perguruan Tinggi Cetak Pengusaha Muda Berkualitas

Semua aplikasi tersebut ditujukan untuk semakin memudahkan para petani dalam menjalankan pekerjaannya dibantu para penyuluh lapangan dengan memanfaatkan inovasi teknologi berupa smartphone berbasis Android maupun IOS. Perkembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan, khususnya dalam membantu bidang pertanian berjalan begitu pesat.

Keberadaan AI ini ditujukan untuk semakin mempermudah para petani dalam merencanakan berbagai skenario perlakuan terhadap kegiatan pertanian spesifik lokasi. Kebutuhan AI dalam bentuk aplikasi ini terhitung semakin mendesak mengingat para pelaku sektor pertanian terutama petani semakin lama semakin berkurang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2022 lalu diproyeksikan mencapai angka 275 juta jiwa. Jumlah yang besar ini sekitar 13,8 persennya atau kurang lebih 38 juta jiwa merupakan pekerja disektor pertanian. Jumlah pastinya sekitar 38.703.996 jiwa pada Agustus 2022, sementara dibandingkan pada bulan Februari di tahun yang sama jumlah tersebut telah berkurang sekitar 1,9 juta orang.

Jika kita melihat khusus kaitannya dengan padi, data luas panen padi pada tahun 2022 mencapai 10,45 juta hektar dengan produksi sebesar 54,75 juta ton GKG, atau jika dikonversikan menjadi beras maka produksinya mencapai 31,54 juta ton.

Penulis melihat pencapaian tersebut di atas merupakan sesuatu hal yang sangat membanggakan dan harus diapresiasi oleh semua pihak, terlebih sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor yang mengalami pertumbuhan positif saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Sehingga salah satu cara untuk tetap mempertahankan prestasi tersebut bahkan untuk lebih baik lagi adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi.

dalemm

Aplikasi sebagai solusi terhadap berbagai potensi masalah terkait pertanian di Indonesia adalah dengan menggunakan aplikasi Layanan Konsultasi Padi (LKP). Aplikasi LKP ini memang diciptakan sebagai solusi atas permasalahan pertanian di Indonesia, mulaidari konversi lahan sawah, saluran irigasi sawah yang kian terdegradasi hingga kesuburan tanah yang semakin menurun. Permasalahan ini tentunya berpengaruh pada produksi yang semakin sulit meningkat dan produktivitas yang stagnan bahkan cenderung menurun.

Di sisi lain, subsidi pupuk juga semakin berkurang. Aplikasi LKP sejatinya telah diterbitkan sejak tahun 2015. Hingga saat ini, aplikasi LKP terus mendapatkan masukan dan saran perbaikan dari berbagai pengguna, sehingga aplikasi hasil kerja sama antara Kementerian Pertanian dengan IRRI (International Rice Research Institute) makin mendekati versi pembaruannya yaitu versi ke dua.

Beberapa waktu lalu, penulis telah mencoba aplikasi LKP ini, dan sejauh ini versi yang ada hanya berupa aplikasi berbasis web dan belum ada dalam bentuk yang lain. Aplikasi LKP dapat diakses melalui http://webapps.irri.org/id/lkp. Fungsi layanan ini adalah memberikan rekomendasi pengelolaan, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman padi berdasarkan input data yang telah dimasukkan oleh pengguna aplikasi.

Penulis beranggapan aplikasi ini mudah dipergunakan, sangat jelas dan tidak sulit dalam mengisinya karena semuanya sesuai apa yang dialami sendiri oleh petani. Dari segi manfaat, penyuluh sebagai mitra petani paling dekat diharapkan dapat menggunakan aplikasi LKP dengan lancar dan mendapatkan benefitnya, karena aplikasi LKP ini dapat memberikan informasi kepada petani untuk mampu mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit, penggunaan benih bermutu varietas unggul spesifik lokasi, teknik pengelolaan hara/pupuk, penggunaan jaring di persemaian, tanam serentak, tidak menyemprotkan pestisida sampai 30 hari setelah tanam (HST) dan dapat meningkatkan produktivitas melalui sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1.

Selain itu, penyuluh dapat secara langsung memanfaatkan LKP dengan mewawancarai petani dan memberikan anjuran yang tepat sesuai dengan hasil konsultasi yang dihasilkan LKP. Rekomendasi hasil konsultasi dapat dicetak untuk diberikan ke masing-masing petani. Ya betul, output atau keluaran dari aplikasi ini adalah bentuk rekomendasi.

Tapi perlu dipahami, setiap rekomendasi yang keluar akan selalu berbeda karena setiap rekomendasi akan berbeda data dukungnya seperti varietas yang digunakan, model pemupukan (organik, semi organik atau kimia), dan lainnya. (*)

Tags: AIartificial intelligenceKecerdasan BuatanpadipertanianProduksi PadiTeknologi

Berita Terkait.

driling
Ekonomi

One Stop Drilling Solution Jadi Senjata Pertamina Drilling Perkuat Ketahanan Energi

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:40
farmasi
Ekonomi

Produk Farmasi Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp34 Miliar di Pameran Kesehatan Internasional

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:11
apski
Ekonomi

Kementerian UMKM Gandeng Perguruan Tinggi Cetak Pengusaha Muda Berkualitas

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:22
smk
Ekonomi

Kemendikdasmen: Revitalisasi SMK Harus Selaras dengan Kebutuhan Industri

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:28
Kelola SPPG, Yayasan Jaya Sehat Nusantara Fokus Dukung Program Gizi Nasional
Ekonomi

The Banker Tetapkan BRI sebagai Salah Satu Bank Terbesar Dunia pada 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 17:07
perta
Ekonomi

PDC dan PHE Uji Teknologi Microalgae untuk Kurangi Emisi Karbon di Industri Migas

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:26

BERITA POPULER

  • epi

    Desa Berdaya Energi Berbuah Hasil, Populasi Kambing Perah dan Pendapatan Peternak Meningkat

    3199 shares
    Share 1280 Tweet 800
  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1424 shares
    Share 570 Tweet 356
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2918 shares
    Share 1167 Tweet 730
  • Awal Pekan Ini Cuaca di Jakarta Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim

    769 shares
    Share 308 Tweet 192
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.