• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Ceng Beng, Tradisi Menghormati Leluhur bagi Etnis Tionghoa

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 8 April 2023 - 22:19
in Nasional
Ilustrasi masyarakt Tionghoa saat melaksanakan ziarah kubur. ANTARA/Aprionis

Ilustrasi masyarakt Tionghoa saat melaksanakan ziarah kubur. ANTARA/Aprionis

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setiap memasuki bulan kelima dalam kalender, masyarakat Tionghoa di berbagai daerah Nusantara mulai mempersiapkan salah satu upacara tahunan yang disebut Ceng Beng atau ziarah kubur untuk menghormati para leluhur.

Sama halnya dengan sebagian masyarakat Muslim yang memiliki tradisi ziarah kubur sebelum Ramadhan, masyarakat Tionghoa memiliki Ceng Beng atau ziarah kubur yang dilaksanakan sekitar dua bulan setelah Hari Raya Imlek. Bahkan di beberapa negara Asia Ceng Beng diperingati sebagai hari libur nasional.

BacaJuga:

Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, Tim Gabungan Fokus Pemadaman Udara

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Provinsi Bangka Belitung sebagai salah satu daerah dengan persebaran etnis Tionghoa yang besar di Indonesia sejak masa Belanda diketahui memiliki perkuburan Tionghoa terbesar se-Asia tenggara, yakni perkuburan Sentosa yang dibangun pada tahun 1935.

Ritual Ceng Beng atau sembahyang kubur merupakan upacara perwujudan dari sikap masyarakat Tionghoa yang sangat mencintai dan menghormati leluhurnya. Seluruh keluarga, baik yang ada di Pangkalpinang atau di perantauan, berupaya pulang dan melaksanakan ritual.

Kegiatan ritual dimulai dengan membersihkan kuburan atau pendem yang biasanya dilakukan 10 hari sebelum pelaksanaan Ceng Beng.

Tak heran Negeri Serumpun Sebalai itu menjadi salah satu dari berbagai daerah di Indonesia selain Kalimantan dan Jawa yang ramai dikunjungi saat perayaan Ceng Beng.

Perayaan Ceng Beng faktanya turut menjadi angin segar bagi sektor perekonomian daerah. Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat jumlah penumpang angkutan udara datang pada Februari 2023 sebanyak 66,56 ribu orang, atau turun 20,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya 83,44 ribu orang karena tidak adanya perayaan hari besar sehingga mengakibatkan berkurangnya kunjungan wisatawan ke daerah itu.

Begitu melekatnya harmonisasi masyarakat Tionghoa dan Melayu di Bangka Belitung, ini menjadikan perayaan Ceng Beng masuk sebagai kalender event pariwisata di Bangka Belitung.

Selain Ceng Beng, pada bulan April juga terdapat event pariwisata lainnya yakni Festival Jeramba Sungai Padang dan Beruah Massal di Belitung, Festival Taber Laut di Bangka Tengah, Selamat Laut dan Maras Taun Desa Tanjung Batu Itam di Belitung Timur, Api Likur Desa Mancung di Bangka Barat, dan Habang Ramadhan Bazar di Bangka Selatan.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Herwanita mengatakan perayaan Ceng Beng adalah pusat agenda pariwisata Babel pada bulan April.

Wisata religi ini diharapkan berdampak terhadap pembangunan pariwisata dan perekonomian masyarakat di daerah ini karena memang bisa mengundang ribuan wisatawan untuk datang ke daerah ini.

Untuk itu, diharapkan pemerintah setempat bisa mengemas berbagai wisata religi, seperti Ceng Beng ini agar menjadi pendorong pembangunan dan perekonomian masyarakat Bangka Belitung.

Arti Ceng Beng

Pada dasarnya Ceng Beng disebut juga Qingmingjie di Negeri Tirai Bambu. Kata Ceng Beng pada bahasa Hokkian terdiri atas dua kata. Budayawan Bangka Belitung Akhmad Elvian menyatakan kata ceng memiliki arti bersih dan beng berarti terang.

“Ceng itu sendiri artinya bersih atau resik, jadi seminggu sebelum hari H tanggal 4 atau 5 itu keluarga sudah mulai melaksanakan pembersihan terhadap makam, kemudian tanggal 4 atau 5 Beng yakni artinya terang. Menjelang terbitnya Matahari sampai siang mereka akan melakukan ritual kepada leluhur,” kata Elvian.

Tradisi yang biasanya dilaksanakan pada tanggal 4 atau 5 April dalam kalender Masehi itu dilakukan oleh orang-orang Tionghoa khususnya yang beragama Konghucu dalam rangka menghormati leluhur.

“Ceng Beng dilaksanakan pada tanggal 4 atau 5 April dalam kalender Masehi, jika jatuh pada tanggal 4 April biasanya pelaksanaannya pada tahun kabisat dan pada 5 April pada tahun biasa,” kata Elvian.

Tradisi Ceng Beng turut menjadi momen berharga bagi masyarakat Tionghoa karena melaksanakan Ceng Beng artinya akan berkumpul bersama keluarga besar yang tinggal di daerah mana pun untuk pulang dan melaksanakan tradisi ziarah kubur bersama.

Pada tahun 2023, puncak perayaan Ceng Beng jatuh pada tanggal 5 April. Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung setiap tahunnya tradisi ziarah kubur bagi masyarakat Tionghoa ini berpusat di permakaman Sentosa.

Mulai dari dini hari hingga siang masyarakat Tionghoa yang melaksanakan Ceng Beng sudah memadati perkuburan Sentosa. Mereka terlihat sibuk membersihkan makam para leluhur, menyiapkan berbagai persembahan, dan bersembahyang.

Biasanya mereka juga akan menyiapkan beberapa jenis persembahan yakni samsang yang terdiri atas tiga jenis daging yang berasal dari darat, air , dan udara. Kemudian samguo yakni tiga jenis buah-buahan, dan minuman yang terdiri atas teh, arak atau jiu sebagai persembahan dan bakti kepada leluhur.

Selain menyiapkan persembahan itu, saat melaksanakan upacara Ceng Beng masyarakat Tionghoa juga wajib menyiapkan kimchi atau uang-uangan kertas.

Uang kertas itu nantinya akan akan mereka bakar bersama dengan hio atau garu untuk dipersembahkan kepada leluhur.

Selain menjadi momen bakti pada leluhur, Ceng Beng juga dimanfaatkan menjadi ajang berkumpul bersama untuk menjaga tali silaturahmi oleh masyarakat Tionghoa.

Ritual-ritual berdimensi perekatan antar-sesama itulah yang selama ini ikut memberi sumbangsih memperkuat ikatan sosial hingga kebangsaan di negeri ini. (bro)

Tags: Ceng BengEtnis TionghoaLeluhurtradisi

Berita Terkait.

Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, Tim Gabungan Fokus Pemadaman Udara
Nasional

Kebakaran Gunung Bromo Belum Padam, Tim Gabungan Fokus Pemadaman Udara

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:10
Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri
Nasional

Soroti Kematian Mantan Istri Polisi di Medan, Komisi III DPR: Jangan Tergesa Sebut Bunuh Diri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:03
Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI
Nasional

Ketua MPR RI: Qanun Asasi NU Jadi Fondasi Menjaga Keutuhan NKRI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:09
hakim
Nasional

Gus Kikin: Qanun Asasi Merupakan Ruh Nahdlatul Ulama

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:35
Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional
Nasional

Aksi Sosial HUT ke-61 IKPI: Himpun Ribuan Kantong Darah Secara Nasional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:15
bima
Nasional

Wamendagri Bima Arya Dorong Penghijauan Jadi Gerakan Berkelanjutan di Daerah

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:14

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2463 shares
    Share 985 Tweet 616
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    2185 shares
    Share 874 Tweet 546
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1995 shares
    Share 798 Tweet 499
  • Bea Cukai Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Motor Harley-Davidson Bekas Asal Tiongkok

    1378 shares
    Share 551 Tweet 345
  • Honda Scoopy Modifikasi Jadi Magnet di Jakarta Sneakers Day 2026, Booth Honda Sedot Ratusan Pengunjung

    1275 shares
    Share 510 Tweet 319
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.