• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Ini Tiga Poin Penting Amnesty Internasional soal Penerapan AI di Militer

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Kamis, 16 Februari 2023 - 10:16
in Internasional
Sekretaris Jendral Amnesty International Agnes Callamard menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel penggunaan kecerdasan buatan dalam militer (REAIM 2023) di World Forum Den Haag, Rabu (15/2/2023). (ANTARA/HO-REAIM 2023)

Sekretaris Jendral Amnesty International Agnes Callamard menjadi salah satu pembicara dalam diskusi panel penggunaan kecerdasan buatan dalam militer (REAIM 2023) di World Forum Den Haag, Rabu (15/2/2023). (ANTARA/HO-REAIM 2023)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sekretaris Jenderal Amnesty International Agnes Callamard menggarisbawahi tiga hal dalam pengaturan penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam militer.

“Pertama, harus dipastikan adanya kendali utama manusia atas penggunaan kekuatan senjata,” kata Callamard dalam diskusi panel pada konferensi REAIM 2023 yang digelar di Den Haag pada Rabu (15/2).

BacaJuga:

DPR Jajaki Kerja Sama dengan Belarusia, dari Susu Halal hingga Teknologi Pengelolaan Sampah

Menlu Iran Desak AS Angkat Kaki dari Selat Hormuz: Jika Ingin Aman Pergilah

Berulah Lagi, Trump Serang Iran Usai Helikopter Apache Ditembak Jatuh

REAIM 2023 adalah platform bagi semua pemangku kepentingan untuk membahas peluang, tantangan, dan risiko utama yang terkait dengan penggunaan kecerdasan buatan di dunia militer.

Menurut Callamard, prinsip kemanusiaan harus tetap dijaga dan hal itu membutuhkan kendali manusia atas kecerdasan buatan, terutama untuk persenjataan.

“Tanpa kendali manusia kita akan kehilangan kapasitas untuk menjaga harkat dan kapabilitas manusia,” kata dia.

Kedua, lanjut dia, sistem persenjataan otonom (AWS) penuh harus dilarang karena senjata seperti itu memilih sendiri target tanpa keterlibatan manusia.

Ketiga, harus ada pengaturan ketat atas AWS terutama yang memiliki potensi menjadi pembunuh massal untuk memastikan bahwa penggunaannya mengikuti hukum internasional dan hukum hak asasi manusia (HAM).

Terkait akurasi kecerdasan buatan (AI), Callamard mengatakan bahwa kehandalan dan presisi tidak berarti AI selaras dengan hukum internasional.

“Penggunaan drone, meski disebut ‘dapat diandalkan’ tetapi penggunaan drone sendiri sudah merupakan pelanggaran hukum internasional,” kata dia.

Callamard menyebutkan bahwa penggunaan pesawat nirawak (drone) telah meningkatkan kematian dan korban luka di kalangan sipil.

Penggunaan bom berpandu seperti dalam perang Ukraina, meski sangat presisi, tetap melanggar hukum internasional.

“Tentu saja presisi untuk membunuh warga sipil adalah sesuatu yang kita tidak ingin dukung,” ujarnya.

“Kita tidak bisa membuat perang bersih. Perang itu kotor. Dan kita membuat senjata yang membuatnya makin mematikan, makin banyak bias. Ini bukan permainan,” lanjutnya.

Callamard juga mengungkapkan kekhawatiran jika nanti senjata berbasis kecerdasan buatan dipakai di ranah sipil, seperti di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Kepala Pertahanan Angkatan Bersenjata Belanda Jendral Onno Eichelsheim mengatakan di masa depan kekuatan militer tidak dinilai oleh seberapa besar pasukan dan kemampuannya, namun dari sebagus apa algoritmanya.

“Yang paling penting untuk AI adalah kehandalan, bisa dipercaya dan tidak ada bias data. Mendapatkan data handal yang bisa digunakan oleh AI adalah elemen terpenting sebelum kita menggunakannya di seluruh spektrum militer,” ujar Eichelsheim seperti dikutip dari Antara, Kamis (16/2/2023).

Ia mengakui adanya kelemahan AI terkait moral dan etika.

“Kita juga ada dilema tentang moral dan etika yang digunakan dalam angkatan bersenjata. Kami mempertimbangkan hukum internasional dan tidak bisa begitu saja memasukkan (data) dalam sistem algoritma AI,” katanya.

Jadi ada banyak potensi kecerdasan buatan, namun juga banyak keterbatasan, lanjut Eichelsheim. (mg1)

Tags: AIAmnesty Internasionalartificial intelligencemiliter

Berita Terkait.

Isfhan
Internasional

DPR Jajaki Kerja Sama dengan Belarusia, dari Susu Halal hingga Teknologi Pengelolaan Sampah

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:49
sayid
Internasional

Menlu Iran Desak AS Angkat Kaki dari Selat Hormuz: Jika Ingin Aman Pergilah

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:02
trump
Internasional

Berulah Lagi, Trump Serang Iran Usai Helikopter Apache Ditembak Jatuh

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:20
Darurat Lebanon, 1,4 Juta Penduduk Butuh Bantuan Kemanusiaan
Internasional

Darurat Lebanon, 1,4 Juta Penduduk Butuh Bantuan Kemanusiaan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:15
sayid
Internasional

Tudingan Jadi Alat Tawar Dibantah, Menlu Iran Semprot Presiden Lebanon

Sabtu, 6 Juni 2026 - 17:07
joseph
Internasional

Lebanon Terjepit Konflik, Presiden Aoun Tuding IRGC Jadikan Negaranya Alat Negosiasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1185 shares
    Share 474 Tweet 296
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1440 shares
    Share 576 Tweet 360
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    857 shares
    Share 343 Tweet 214
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.