• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kondisi Pereberasan Indonesia Melimpah, Tak Ada Kekurangan Apalagi Kelangkaan

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 11 Februari 2023 - 11:26
in Ekonomi
Ardiansyah-co
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ardiansyah

INDOPOSCO.ID – Tak ada kekurangan apalagi kelangkaan. Yang ada, beras Indonesia tumpah ruah alias dalam kondisi melimpah. Mungkin itu yang bisa kita gambarkan pada saat ini, dimana petani tengah panen raya di sejumlah sentra. Petani tengah menuai hasil atas kerja keras mereka melakukan penanaman selama 151 hari setelah sebar (HSS) atau kurang lebih enam bulan.

BacaJuga:

5 UMKM Binaan Pertamina Unjuk Produk di ASCOPE 2026, Buka Peluang Pasar Global

ESQ dan MUTU International Bersinergi Dorong Ekonomi Hijau dan Industri Halal Indonesia

PGN Solution dan Direktorat Metrologi Perkuat Akurasi Pengukuran Gas

Seperti yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, ketersediaan dan pasokan beras dalam kondisi aman. Bahkan mampu mencukupi hingga bulan puasa dan lebaran tiba. Bulan puasa sendiri diperkirakan terjadi pada Bulan Maret mendatang. Sedangkan hari raya Idulfitri terjadi pada bulan setelahnya, yaitu bulan April.

Menurut SYL, persiapan dan ketersediaan pangan di bulan tersebut terus dilakukan dengan memantau jalannya panen raya. Berdasarkan hitungan KSA, kemudian hitungan standing crop, laporan daerah dan pemantauan di lapangan beras Indonesia ada di mana-mana. Hanya saja, kata SYL, distribusi penggilingan dari satu tempat ke tempat lainya harus ditingkatkan.

Sejauh ini, pemerintah baik Kementan, Kemendag, Bulog dan juga pemerintah daerah di seluruh Indonesia terus memperkuat kolaborasi dan sinergitas menyiapkan berbagai kebutuhan masyarakat Indonesia. Nani Suwarni, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nani Suwarni mengatakan bahwa persiapan tersebut di antaranya menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan agar terpenuhi secara baik.

Saat ini, kata Nani, luas baku lahan yang di Kabupaten Bekasi mencapai 47.000 hektare, sedangkan lahan di Kecamatan Sukakarya mencapai 3.420 hektare. Dari luasan tersebut, lahan yang dipanen mencapai 423 hektare dengan rata-rata produktivitas mencapai 6,5 ton per ha.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS Kabupaten Bekasi), Nevi Hendri menyebut luas panen di Desa tersebut mengalami peningkatan sebanyak 3 persen dari luas lahan sebelumnya. Peningkatan ini terjadi sejak 2021 yang dihitung berdasarkan metode Krangka Sempel Area (KSA).

Secara Teknis, kata Nevi, produksi padi diperoleh dari hasil perkalian luas panen bersih dengan produktivitas. Luas panen tanaman padi di lahan sawah dikoreksi dengan besaran konversi galengan. Sementara produksi beras didapatkan dari hasil perkalian produksi padi atau gabah dengan angka konversi gabah ke beras.

Dengan demikian, produksi yang ada saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Bekasi atau dalam kategori cukup. Bahkan selain itu, Nevi mengatakan produksi padi di Kabupaten Bekasi masuk pada posisi 5 besar di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa potensi padi atau gabah di Kabupaten Bekasi sangat luar biasa karena menjadi penyangga pangan di Jawa Barat dan Jakarta.

Di Karawang, Bupati Cellica Nurrachadiana mengatakan bahwa panen raya di sana sudah terjadi sejak Januari lalu. Hasilnya, produktivitas beras tumbuh luar biasa. Sejauh ini, kata dia, Kabupaten Karawang memiliki luasan panen 16.034 ha yang tersebar di Kecamatan Karawang Timur 1.391 ha dan lokasi panen saat ini Desa Plawad 40 ha. Adapun varietas tanaman yang digunakan adalah Inpari 32 dengan rata-rata produktivitas mencapai 7 ton pe ha.

Cellica mengatakan peningkatan produksi ini tak lepas dari berbagai dukungan pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian sehingga Kabupaten Karawang mampu menjaga 10 wilayah lumbung pangan lokal yang tersebar di 15 kecamatan. Lumbung pangan ini sangat penting karena selama ini mampu mendukung ketersediaan pangan nasional.

Dari Kabupaten Pandeglang, Bupati Irna Narulita mengaku bersyukur produktivitas padi di wilayahnya meningkat alias naik kelas. Hal ini seperti yang terlihat dalam panen raya perdana 2023 yang digelar di Desa Margagiri, Kabupaten Pandeglang, dimana Rata-rata produktivitasnya mencapai 6-8 ton per hektare.

Menurut Irna, peningkatan ini tak lepas dari perhatian besar Kementan yang mensupport benih, pupuk hingga pendampingan petani dalam mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Irma mengatakan, bantuan dan pendampingan Kementan selama ini mampu memotivasi petani dalam meningkatkan produksi. Karena itu dia yakin kabupaten pandeglang mampu menjadi salah satu penyangga lumbung pangan nasional.

Sebagaimana informasi, panen raya di Banten pada Januari 2023 dilakukan serentak di beberapa lokasi aentra seperti di Keltan Berdikari 27 ha, Desa Margagiri 220 ha dan Kecamatan Pagelaran 1.718 ha dengan penggunaan varietas inpari 32 dan Rata-rata produksi mencapai 6 ton per ha.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengatakan selama ini Mentan SYL telah memberikan arahan untuk melakukan monitoring dan pengawalan kegiatan panen raya padi di awal tahun 2023 di seluruh Indonesia. Dia menyebut luas panen padi nasional di awal tahun 2023 mencapai 1,4 juta hektare.

Apabila kita lihat dari sisi lainya, ternyata bukan hanya produktivitas yang naik kelas. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani atau barometer kesejahteraan petani pada bulan Januari 2023 mencapai 109,84 atau mengalami kenaikan sebesar 0,77 persen.

Peningkatan NTP terjadi karena indeks harga yang diterima petani (it) naik 1,40 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani yang naik sebesar 0,63 persen.

Kepala BPS, Margo Yuwono mengungkapkan bahwa komoditas penyumbang utama dari kenaikan ini di antaranya berasal dari harga komoditas cabai, bawang merah, cabai rawit dan jagung. Peningkatan NTP tertinggi di bulan Januari terjadi pada subsektor tanaman pangan, dimana NTP tersebut naik sebesar 2,07 persen.

Menurut Margo, komunitas yang dominan dan mempengaruhi kenaikan indeks yang diterima petani masih berasal dari komoditas padi dan palawija khususnya komunitas jagung dan ketela pohon. Sedangkan subsektor lain seperti pembudidaya iman mengalami penurunan.

Sama halnya dengan NTP, BPS mencatat adanya kebaikan Nilai Tukar Usaha Petani alias NTP yang mencapai 109,95 atau naik 0,92 persen apabila dibandingkan dengan NTP Desember Tahun 2022. Peningkatan NTUP terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,40 persen atau lebih tinggi dari kenaikan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal yang hanya naik sebesar 0,48 persen.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor, Prof. Edi Santosa mengapresiasi capaian sektor pertanian Indonesia selama empat tahun terakhir. Terbaru, kata Edi, laporan BPS menyebut Nilai Tukar Petani (NTP) pada Januari 2023 mencapai 109,84 atau naik 0,77 persen. Sebagaimana diketahui, NTP adalah barometer dari kesejahteraan petani.

Menurutnya, apa yang dilakukan pemerintah sudah sangat tepat terutama dalam menyediakan bibit unggul, membuka akses kredit KUR, menambah kekuatan teknologi mekanisasi serta melakukan pendampingan petani secara konsisten.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPR RI, Bambang Purwanto juga mengapresiasi kenaikan NTP pada Januari awal tahun ini. Dia menyebut, kesejahteraan petani merupakan cita-cita bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Bambang menambahkan, kinerja pertanian dibawah Syahrul Yasin Limpo sudah sesuai dengan program jangka panjang pertanian Indoensia yaitu meningkatnya kesejahteraan petani dan produktivitas serta terbangunnya kolaborasi antar semua pihak.

Jika melihat semua data di atas, rasanya kita sudah tak perlu khawatir lagi akan kondisi perbatasan Indonesia. Toh fakta itu bisa dilihat langsung melalui panen raya di sejumlah sentra. Nyatanya kondisi beras melimpah. Tak ada kekurangan apalagi kelangkaan.()

Tags: berasKementanMentan SYLpangan

Berita Terkait.

ascope
Ekonomi

5 UMKM Binaan Pertamina Unjuk Produk di ASCOPE 2026, Buka Peluang Pasar Global

Senin, 2 November 2026 - 06:16
esq
Ekonomi

ESQ dan MUTU International Bersinergi Dorong Ekonomi Hijau dan Industri Halal Indonesia

Senin, 2 November 2026 - 02:20
pgn
Ekonomi

PGN Solution dan Direktorat Metrologi Perkuat Akurasi Pengukuran Gas

Senin, 2 November 2026 - 01:11
danantaraa
Ekonomi

DTIIF 2026 Berakhir, Danantara Kawal Kerja Sama Teknologi hingga Implementasi

Minggu, 1 November 2026 - 23:04
ojk
Ekonomi

OJK Setujui Akulaku sebagai Perusahaan Induk Konglomerasi Keuangan Nonoperasional

Minggu, 1 November 2026 - 20:12
menkop
Ekonomi

Ferry Ajak Elemen Umat Islam Bersatu Perkuat Ekonomi Umat melalui Koperasi

Minggu, 1 November 2026 - 18:18

OLAHRAGA

bca
Olahraga

Runvestasi 2026 Dimulai, BCA Ajak Masyarakat Lari Sehat Sekaligus Belajar Investasi

Editor Ali Rachman
Senin, 2 November 2026 - 04:14

INDOPOSCO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi membuka kompetisi lari dan investasi bertajuk Runvestasi 2026: Wealth Life Balance...

SelengkapnyaDetails
Arisan Elqueen Berujung Buntung, 24 Warga Lebak-Pandeglang Tertipu Rp1,34 Miliar

Hadapi Duel Papan Atas, Stjepan Loncar Pastikan Persija Siap Tempur

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 17:13
Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Jelang Laga Lawan Dewa United, Shin Tae-yong Minta Persija Tetap Waspada

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:39
Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:13
Wamendagri Tegaskan Kepercayaan Masyarakat Jadi Modal Utama Kepemimpinan Kepala Daerah

Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:57

BERITA POPULER

  • MUI

    Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1685 shares
    Share 674 Tweet 421
  • Kurangi Beban Dosen, Mendiktisaintek Bakal Tata Kembali Prodi untuk Efisiensi Kampus

    5158 shares
    Share 2063 Tweet 1290
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1155 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Resmi Dirilis, Ini Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala Asia 2027

    887 shares
    Share 355 Tweet 222
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.