• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Tutupnya “e-Commerce” Berkaitan dengan Fase Konsolidasi

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 8 Februari 2023 - 21:19
in Ekonomi
Mochammad-Thanthowy-Syamsuddin

Dosen manajemen strategis Universitas Airlangga Mochammad Thanthowy Syamsuddin S.E., M.A.B. ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dosen manajemen strategis Universitas Airlangga Mochammad Thanthowy Syamsuddin S.E., M.A.B., menyebut tutupnya sejumlah perusahaan e-Commerce di Indonesia erat kaitannya dengan fase konsolidasi yang sedang dialami oleh perusahaan.

“Saya melihat fenomena bisnis e-Commerce platform saat ini dalam fase konsolidasi, agar mampu menciptakan keuntungan bagi para investornya. Singkatnya, bisnis e- Commerce platform mengarah ke fase profitabilitas,” katanya dalam keterangan di Surabaya, seperti dikutip Antara, Rabu (8/2/2023).

BacaJuga:

Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan

Indonesia Makin Dilirik Pasar Pangan Dunia, SIAL Food & Drinks 2026 Hadir di Jakarta

GIIAS Surabaya 2026 Hadir Lebih Meriah, 37 Merek Otomotif Siap Pamerkan Produk Terbaru

Pada fase konsolidasi ini, ujarnya pula, perusahaan e-Commerce merespons banyak aspek eksternal. Seperti efek penurunan daya beli akibat pandemi Covid-19 dan aspek makro ekonomi lain dengan dua hal, yakni cost cutting dan optimasi potensi revenue stream.

Baca Juga : Twitter Serang Balik Elon Musk Yang Batalkan Pembelian Platform

“Ini bisa menjelaskan kenapa ada layoff yang cukup signifikan di sejumlah bisnis e-Commerce platform,” ujarnya lagi.

Pada sisi lain, perusahaan e-Commerce juga meningkatkan biaya admin, commission fee, bahkan mewajibkan memakai layanan logistik internal tanpa third party. Kondisi ini membawa sejumlah konsekuensi di mana perusahaan yang gagal membentuk peta jalan menuju profitabilitas dan kehabisan modal harus out of business.

Bisnis e-Commerce saat ini tengah mendapat kompetitor baru dari platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Yang mana kedua platform tersebut sangat dekat dengan kehidupan generasi milenial dan gen Z.

“Ada potensi bahwa transaksi jual beli atau keputusan pembelian dua generasi ini di masa mendatang akan didominasi dari kedua platform ini,” ujar dosen Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair itu pula.

Oleh karena itu, para pelaku bisnis e-Commerce harus mampu mengoptimalkan fenomena ini dan tetap mengintegrasikan ekosistem toko atau lapak mereka. Apalagi, mengingat konsumen e-Commerce Indonesia memiliki sensitivitas promo yang tinggi.

“Ada gratis ongkir pindah, ada bonus loyalitas tertentu pindah. Penawaran-penawaran seperti itu akan semakin jarang kita jumpai dari bisnis e-Commerce platform karena fase di atas (fase konsolidasi),” kata Thanthowy lagi.

Dengan adanya fenomena ini, Thanthowy merekomendasikan agar para seller atau penjual yang memiliki lapak di e-Commerce membangun kredibilitas yang baik di sejumlah platform e-Commerce dan media sosial.

Hal ini guna mengantisipasi kebijakan platform e-Commerce yang menghapus fleksibilitas pemilihan logistik dan meningkatkan biaya admin. Selain itu, agar bisa menjangkau lebih banyak potensi pembeli dan pelanggan.

Dalam jangka menengah dan panjang, ia juga merekomendasikan agar para seller di platform e-Commerce memiliki lapaknya sendiri dengan membangun website yang berisi seluruh tawaran produk, termasuk fasilitas pembayaran.

“Ini harus dilakukan oleh para pelaku bisnis dan UMKM terutama bagi mereka yang memang memiliki produk sendiri, bukan hanya trading, sehingga semua aktivitas saluran pemasaran baik online maupun offline diarahkan ke website mereka sendiri,” katanya.(mg2)

Tags: e-commerceKonsolidasiplatform

Berita Terkait.

Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan
Ekonomi

Harga Emas Masih Fluktuatif, Siap-Siap Hadapi Dua Skenario Pekan Depan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:45
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Ekonomi

Indonesia Makin Dilirik Pasar Pangan Dunia, SIAL Food & Drinks 2026 Hadir di Jakarta

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:08
12 Tahun Projo, Budi Arie Serukan Pemberantasan Korupsi di Lingkaran Kekuasaan
Ekonomi

GIIAS Surabaya 2026 Hadir Lebih Meriah, 37 Merek Otomotif Siap Pamerkan Produk Terbaru

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:05
Fantastik UMKM Kopi Indonesia Tembus Pasar Inggris, Nilainya Rp2,64 Miliar
Ekonomi

Fantastik UMKM Kopi Indonesia Tembus Pasar Inggris, Nilainya Rp2,64 Miliar

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:06
Changan
Ekonomi

Changan Kantongi 1.120 SPK di GIIAS 2026, Nevo Q05 Sumbang 78 Persen

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:06
Kapal-BAg
Ekonomi

15 Tahun Berlayar, BAg Terus Perkuat Keandalan Transportasi Energi Indonesia

Minggu, 23 Agustus 2026 - 13:05

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.