• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Potensi Resesi Ekonomi di Indonesia Relatif Sangat Kecil Terjadi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 7 Februari 2023 - 18:44
in Ekonomi
Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede, saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) bertema: "Peluang dan Tantangan Perbankan Menghadapi Resesi Global 2023," yang diselenggarakan oleh indopos.co.id dan indoposco.id di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Selasa (7/2/2023). Foto: Dokumen indopos.co.id dan indoposco.id

Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede, saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) bertema: "Peluang dan Tantangan Perbankan Menghadapi Resesi Global 2023," yang diselenggarakan oleh indopos.co.id dan indoposco.id di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Selasa (7/2/2023). Foto: Dokumen indopos.co.id dan indoposco.id

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kondisi geopolitik perang antara Rusia dengan Ukraina membawa dampak terhadap kondisi ekonomi global terutama harga komoditas di satu sisi cukup menguntungkan Indonesia namun di sisi lain berdampak terhadap inflasi yang meningkat.

Tingkat inflasi berbagai negara secara global tinggi. Contohnya di Amerika Serikat dan Eropa tingkat inflasinya mencapai angka tertinggi dalam 40 tahun terakhir.

BacaJuga:

Soroti Ekonomi Neoliberal, Prabowo Sebut Negara Wajib Hadir Menyejahterakan Rakyat

Blockchain Bukan Sekadar Kripto, ICE dan OKX Siapkan Transformasi Pasar Finansial Global

Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

Chief Economist PT Bank Permata Tbk Josua Pardede mengatakan kondisi inflasi yang tinggi itu harus direspons dengan kenaikan suku bunga bank sentral. Kenaikan suku bunga itu akan menyebabkan kelambanan ekonomi global.

“Tidak semua negara di dunia akan mengalami resesi tahun ini, salah satunya adalah Indonesia. Potensi resesinya sangat kecil. Kita bisa lihat proyeksi dari Bank Dunia dan IMF, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif. Kondisi ekonomi domestik kita masih cukup baik. Kendati demikian, kita perlu terus mencermati kondisi ekonomi dunia yang melambat seperti Amerika, Eropa dan Inggris. Ini tentu akan mempengaruhi kondisi perdagangan dan investasi kita,” kata dia saat menjadi narasumber Focus Group Discussion (FGD) bertema: “Peluang dan Tantangan Perbankan Menghadapi Resesi Global 2023,” yang diselenggarakan oleh indopos.co.id dan indoposco.id di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Selasa (7/2/2023).

Acara tersebut disponsori oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan didukung oleh Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center.

Josua mengatakan, harga komoditas global akan cenderung lebih rendah tahun ini. Kondisi ini akan mempengaruhi kinerja perdagangan khususnya ekspor.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, pertumbuhan ekonomi kita positif di angka 5,31 persen. Ini mengindikasikan kerja sama dan koordinasi antara pemerintah dan DPR berjalan baik khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah mulai positif terlihat sejak tahun 2021 dibandingkan pada tahun 2020 terjadi pertumbuhan negatif. Pada tahun 2022 lalu, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik mencapai 5,31 persen. Hal ini terutama dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat dan investasi.

“Dua komponen inilah yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi tahun lalu,” ujarnya.

Beberapa indikator lainnya, kata Josua, dari angka penjualan otomotif baik roda dua maupun roda empat mengalami tren yang membaik pada tahun 2022 dibandingkan tahun 2021.

Hal yang sama terlihat pada kinerja perbankan pada tahun 2022 membaik, di mana pertumbuhan kredit meningkat.

“Dari sisi investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) berjalan cukup baik. Terutama dari sisi PMA terkait proyek hilirisasi nikel, pertambangan dan petrokimia berjalan cukup baik,” ungkapnya.

Sementara dari sisi PMA, investasi di bidang pertambangan, transportasi dan komunikasi serta real estate juga bertumbuh positif.

Berdasarkan data BPS terbaru, pertumbuhan di beberapa sektor juga baik seperti manufaktur, perdagangan dan lain-lain. (dam)

Tags: Bank Permatadiskusi indoposfocus group discussionPerbankanresesi ekonomi

Berita Terkait.

Soroti Ekonomi Neoliberal, Prabowo Sebut Negara Wajib Hadir Menyejahterakan Rakyat
Ekonomi

Soroti Ekonomi Neoliberal, Prabowo Sebut Negara Wajib Hadir Menyejahterakan Rakyat

Rabu, 24 Juni 2026 - 18:31
Blockchain Bukan Sekadar Kripto, ICE dan OKX Siapkan Transformasi Pasar Finansial Global
Ekonomi

Blockchain Bukan Sekadar Kripto, ICE dan OKX Siapkan Transformasi Pasar Finansial Global

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:03
Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan
Ekonomi

Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:53
BTN Siapkan Opsi Buyback, Manfaatkan Harga Saham yang Masih Tertekan
Ekonomi

BTN Siapkan Opsi Buyback, Manfaatkan Harga Saham yang Masih Tertekan

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:43
Edukasi
Ekonomi

Ekspor Sulut ke Jepang Capai USD22,96 Miliar, Bea Cukai Buka Strategi Tembus Hongkong dan Osaka

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:25
Ekspor
Ekonomi

Viral di YouTube, Angklung Banjarnegara Tembus Pasar Amerika Serikat

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1133 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1074 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
Jude-bellingham
Olahraga

Hasil Piala Dunia : Jude Bellingham Ungkap Suasana Ruang Ganti Inggris Tidak Ada Drama

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 24 Juni 2026 - 12:54

INDOPOSCO.ID - Gelandang Timnas Inggris Jude Bellingham menegaskan, suasana ruang ganti tim tetap kondusif meski ditahan imbang Ghana 0-0 pada...

SelengkapnyaDetails
Pemain-Timnas-Kolombia

Hasil Piala Dunia: Menang Tipis Atas Kongo, Kolombia Amankan Tempat di 32 Besar

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:43
Tuchel

Hasil Piala Dunia : Kuasai Bola 78 Persen tapi Mandul, Tuchel Akui Inggris Bermain Terlalu Hati-hati Kontra Ghana

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:12
Ronaldo

Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:50
Kroasia

Hasil Piala Dunia: Bungkam Panama 1-0, Kroasia Hidupkan Asa ke Fase Gugur

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.