• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Dialog Budaya Bahas Akulturasi Tionghoa dan Bali

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 28 Januari 2023 - 18:28
in Nusantara
akulturasi-Tionghoa

Kegiatan dialog budaya yang membahas akulturasi Tionghoa dan Bali di Denpasar, Sabtu (28/1/2023). ANTARA

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Bali melaksanakan dialog budaya yang membahas akulturasi Tionghoa dan Bali sebelum menggelar puncak Festival Imlek Bersama 2574.

Dialog budaya itu diisi pembicara utama Ketua Inti Bali Putu Agung Prianta dan Rektor ISI Denpasar Wayan Kun Adnyana serta diskusi budayawan I Made Sendra, Ida Ratu Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dan I Nyoman Darma Putra.

BacaJuga:

KA Bukit Serelo, Jaga Pergerakan Ekonomi di Sumatera Selatan

Kenapa Stunting Tak Kunjung Turun? 40 Kader Ini Belajar Cara Komunikasi Untuk Mengubah Perilaku

KKP Bidik Dampak Ekonomi Masyarakat dari Percepatan Pembangunan K-SIGN Rote Ndao

Di Denpasar, Sabtu, Ida Ratu Shri menceritakan sejarah akulturasi Tionghoa dan Bali, salah satunya soal keberadaan prasasti Tabanendra yang melacak jejak keberadaan etnis Tionghoa di Bali.

Baca Juga : Kaum Milenial dan Harapan di Tahun Kelinci Air

“Salah satunya dibuktikan dengan kisah Dalem Balingkang dan Kang Xing Wei,” sebutnya, seperti dikutip Antara, Sabtu (28/1/2023).

Dari sana kata dia, muncullah kebudayaan yang bersamaan dengan ditetapkannya akulturasi secara spiritual, budaya, politik, dan ekonomi, seperti penggunaan uang kepeng sebagai alat transaksi.

Bhagawanta Gubernur Bali itu berharap ke depan hubungan Tionghoa dan Bali tidak hanya tentang budaya, namun dapat turut bersama dalam membangun manusia Bali yang unggul.

“Semoga dialog ini bisa menjadi tauladan menyebarkan kesejukan di dunia ini. Terlebih terselenggaranya G20 agar Bali bisa menjadi contoh perdamaian dunia,” ujarnya.

Sementara itu, I Made Sendra dalam dialog budaya memaparkan soal revitalisasi akulturasi budaya Tionghoa dan Bali, yang menurutnya tak terbatas pada urusan ekonomi atau perdagangan, namun juga tentang penaklukan.

Sendra mengatakan bahwa hal tersebut tercermin dari sejarah masa lampau yang terlihat pada miniatur stupa Ratnagiri Odisa India dan Pura Pagulingan di Gianyar Bali, serta Pagoda di China yang mirip dengan Meru di Pura-pura di Bali.

“Juga terkait sarana sembahyang di Bali yakni Kwangen, yang selalu berisikan uang kepeng. Dalam uang kepeng China sendiri terdapat sejumlah huruf China yang artinya harapan-harapan terbaik, seperti perdamaian, kebahagiaan dan ketenangan,” tuturnya.

Budayawan sekaligus sejarawan Universitas Udayana itu melihat bahwa sejarah Bali dan China sudah berumur 2.000 tahun jika dilihat dari hubungan diplomatik budaya, sehingga memiliki kesamaan genetik budaya.

Di luar dialog budaya yang digelar di ISI Denpasar, Inti Bali menggelar sejumlah rangkaian Imlek, mulai dari Senin (23/1) lalu dan puncak festival pada hari Sabtu dan Minggu (29/1).

Secara kesusastraan, Dharma Putra melihat akulturasi yang dikemas dalam festival perdana ini patut diapresiasi.

“Festival ini bisa mengedukasi 60 tahun ke belakang, saya sangat terharu dengan festival ini. Ini bisa memberi manfaat, terutama budaya dan ekonomi,” kata dia.

Lebih jauh, esensi perdamaian menurutnya sangat kental terasa melalui akulturasi Tionghoa dan Bali. Di mana keduanya memiliki kedekatan hingga pertukaran nilai spiritualitas dan religius, tapi tidak pernah ada konflik.(mg2)

Tags: baliDialog BudayaFestival Imlek Bersama 2574Perhimpunan Indonesia Tionghoa

Berita Terkait.

KA Bukit Serelo, Jaga Pergerakan Ekonomi di Sumatera Selatan
Nusantara

KA Bukit Serelo, Jaga Pergerakan Ekonomi di Sumatera Selatan

Minggu, 26 April 2026 - 19:07
stunting
Nusantara

Kenapa Stunting Tak Kunjung Turun? 40 Kader Ini Belajar Cara Komunikasi Untuk Mengubah Perilaku

Minggu, 26 April 2026 - 14:04
kkp
Nusantara

KKP Bidik Dampak Ekonomi Masyarakat dari Percepatan Pembangunan K-SIGN Rote Ndao

Minggu, 26 April 2026 - 13:23
rute
Nusantara

Dorong Transisi Energi Berkeadilan, Pemda Diminta Ambil Kendali Alih-alih Hanya Tunggu Pusat

Minggu, 26 April 2026 - 13:13
ukb
Nusantara

UKB Bandar Lampung Jadi Andalan UMKM Hadapi Lonjakan Harga Kemasan

Minggu, 26 April 2026 - 11:11
gempa
Nusantara

Gempa Bermagnitudo 4,7 Hantam Pesisir Barat di Lampung Pagi Ini

Minggu, 26 April 2026 - 08:30

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1353 shares
    Share 541 Tweet 338
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    901 shares
    Share 360 Tweet 225
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Tragedi Kebakaran Tanjung Duren, DPRD Sebut Bukti Kegagalan Pemprov Jakarta

    690 shares
    Share 276 Tweet 173
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.