• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Kenapa Stunting Tak Kunjung Turun? 40 Kader Ini Belajar Cara Komunikasi Untuk Mengubah Perilaku

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Minggu, 26 April 2026 - 14:04
in Nusantara
stunting

Empat pulih ( 40 ) kader dan tokoh masyarakat dari Desa Gumantar dan Desa Pemenang Timur dilibatkan untuk memperkuat cara komunikasi yang lebih efektif dalam mendorong perubahan di tingkat masyarakat. istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Berbagai program dan penyuluhan telah dilakukan, namun perubahan perilaku masyarakat tidak selalu mengikuti. Kondisi inilah yang menjadi tantangan dalam percepatan penurunan stunting di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Lombok Utara.

Menjawab tantangan tersebut, Tanoto Foundation bersama Yayasan Cipta menggelar Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Percepatan Penurunan Stunting (P3S) pada 21–23 April 2026.

BacaJuga:

Usai Gempa Dangkal M 6,7 Guncang Sulteng, Kini Bergeser ke Cilacap di Jawa Tengah

NHM Inisiasi Aksi Bersih di Tanjung Barnabas dan Dukung Penghijauan MTs Bukit Tinggi

Gempa M 6,7 Sulteng Telan Korban Jiwa, Satu Warga Sigi Meninggal

Sebanyak 40 kader dan tokoh masyarakat dari Desa Gumantar dan Desa Pemenang Timur dilibatkan untuk memperkuat cara komunikasi yang lebih efektif dalam mendorong perubahan di tingkat masyarakat. Berbeda dari pendekatan penyuluhan pada umumnya, pelatihan ini menekankan pentingnya komunikasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi mampu menggali kondisi, memahami hambatan, dan membangun kesadaran masyarakat.

“Stunting di suatu desa itu ibarat kolam yang tenang. Kalau ingin ada perubahan, harus ada riak yang digerakkan. Di situlah kader berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” kata Mia Oktora, fasilitator dari Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi NTB. Menurut Mia, perubahan perilaku tidak cukup hanya menyasar kelompok utama seperti ibu hamil dan anak dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam menentukan keputusan keluarga.

“Yang perlu disentuh bukan hanya sasaran utama, tetapi juga keluarga, suami, tokoh masyarakat, hingga pengambil keputusan di desa. Karena keputusan dalam rumah tangga sering kali dipengaruhi oleh mereka,” ujarnya. Selama pelatihan, peserta terlihat aktif terlibat dalam diskusi, simulasi, dan role play yang menggambarkan situasi nyata di lapangan.

Kader mengaku pendekatan ini membuka cara pandang baru dalam melakukan penyuluhan. Mereka menyadari bahwa komunikasi yang selama ini dilakukan sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengubah perilaku, asalkan dilakukan dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan kontekstual. National Program Manager Yayasan Cipta, Naura Assyifa, menegaskan bahwa komunikasi menjadi kunci dalam keberhasilan program penurunan stunting.

“Perubahan perilaku tidak terjadi hanya karena informasi diberikan. Harus ada proses membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat agar pesan benar-benar dijalankan,” ujarnya. (ney)

Tags: KaderKomunikasiperilakustunting

Berita Terkait.

Gempa-Cilacap
Nusantara

Usai Gempa Dangkal M 6,7 Guncang Sulteng, Kini Bergeser ke Cilacap di Jawa Tengah

Rabu, 17 Juni 2026 - 00:38
Perwira-NHM
Nusantara

NHM Inisiasi Aksi Bersih di Tanjung Barnabas dan Dukung Penghijauan MTs Bukit Tinggi

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:26
Rumah
Nusantara

Gempa M 6,7 Sulteng Telan Korban Jiwa, Satu Warga Sigi Meninggal

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:35
Dampak-gempa
Nusantara

Update Gempa M 6,7 Guncang Sulteng, 32 Warga Luka dan Puluhan Rumah Rusak

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:24
BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu, Warga Diimbau Tetap Waspada
Nusantara

BMKG Catat 13 Gempa Susulan di Palu, Warga Diimbau Tetap Waspada

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:11
Gempa M6,7 Guncang Palu, Warga di Sejumlah Wilayah Sulteng Panik Berhamburan
Nusantara

Gempa M6,7 Guncang Palu, Warga di Sejumlah Wilayah Sulteng Panik Berhamburan

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:45

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7113 shares
    Share 2845 Tweet 1778
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1775 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    1072 shares
    Share 429 Tweet 268
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    993 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    992 shares
    Share 397 Tweet 248
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.