INDOPOSCO.ID – Berbagai program dan penyuluhan telah dilakukan, namun perubahan perilaku masyarakat tidak selalu mengikuti. Kondisi inilah yang menjadi tantangan dalam percepatan penurunan stunting di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Lombok Utara.
Menjawab tantangan tersebut, Tanoto Foundation bersama Yayasan Cipta menggelar Pelatihan Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Percepatan Penurunan Stunting (P3S) pada 21–23 April 2026.
Sebanyak 40 kader dan tokoh masyarakat dari Desa Gumantar dan Desa Pemenang Timur dilibatkan untuk memperkuat cara komunikasi yang lebih efektif dalam mendorong perubahan di tingkat masyarakat. Berbeda dari pendekatan penyuluhan pada umumnya, pelatihan ini menekankan pentingnya komunikasi yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi mampu menggali kondisi, memahami hambatan, dan membangun kesadaran masyarakat.
“Stunting di suatu desa itu ibarat kolam yang tenang. Kalau ingin ada perubahan, harus ada riak yang digerakkan. Di situlah kader berperan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” kata Mia Oktora, fasilitator dari Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi NTB. Menurut Mia, perubahan perilaku tidak cukup hanya menyasar kelompok utama seperti ibu hamil dan anak dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Lingkungan sekitar memiliki peran besar dalam menentukan keputusan keluarga.
“Yang perlu disentuh bukan hanya sasaran utama, tetapi juga keluarga, suami, tokoh masyarakat, hingga pengambil keputusan di desa. Karena keputusan dalam rumah tangga sering kali dipengaruhi oleh mereka,” ujarnya. Selama pelatihan, peserta terlihat aktif terlibat dalam diskusi, simulasi, dan role play yang menggambarkan situasi nyata di lapangan.
Kader mengaku pendekatan ini membuka cara pandang baru dalam melakukan penyuluhan. Mereka menyadari bahwa komunikasi yang selama ini dilakukan sebenarnya memiliki potensi besar untuk mengubah perilaku, asalkan dilakukan dengan pendekatan yang lebih partisipatif dan kontekstual. National Program Manager Yayasan Cipta, Naura Assyifa, menegaskan bahwa komunikasi menjadi kunci dalam keberhasilan program penurunan stunting.
“Perubahan perilaku tidak terjadi hanya karena informasi diberikan. Harus ada proses membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat agar pesan benar-benar dijalankan,” ujarnya. (ney)










