• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Para Nelayan di Kota Kupang Belum Melaut Akibat Cuaca Buruk

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 8 Januari 2023 - 15:16
in Nusantara
Ilustrasi: Perahu milik para nelayan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur memilih berlabuh di pelabuhan perikanan Oeba karena gelombang di perairan Kupang sangat tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk melaut mencari ikan. (ANTARA)

Ilustrasi: Perahu milik para nelayan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur memilih berlabuh di pelabuhan perikanan Oeba karena gelombang di perairan Kupang sangat tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk melaut mencari ikan. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Para nelayan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih belum bisa melaut mencari ikan akibat gelombang tinggi di perairan Kupang sebagai dampak terjadinya cuaca ekstrem yang melanda provinsi itu.

“Kami belum bisa melaut karena gelombang masih tinggi,” kata Yefta Dilak, salah seorang nelayan di Kupang, Minggu (8/1).

BacaJuga:

Buka Kanal Pengaduan, BPN Kabupaten Tangerang Pastikan Layanan Responsif

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Hingga 14 Hari ke Depan

Jelang Musim Hujan, Aceh Selatan Kejar Serapan TKD untuk Infrastruktur di Atas 50 Persen

Ia menjelaskan para nelayan di Kota Kupang sudah dua pekan tidak melaut karena cuaca buruk.

Menurutnya, angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan Teluk Kupang menyebabkan banyak perahu dan kapal-kapal pencari ikan milik nelayan tidak melaut karena gelombang mencapai 1,5 hingga 2 meter.

“Ketinggian gelombang mencapai dua meter di wilayah perairan Teluk Kupang tentu sangat membahayakan, sehingga banyak nelayan yang tidak berani turun melaut mencari ikan,” kata Yefta Dilak.

Dia mengatakan saat ini banyak kapal ikan milik para nelayan berlabuh di Pelabuhan Perikanan Oeba, Kota Kupang, untuk berlindung selama cuaca buruk melanda daerah itu.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang Ejbends Doeka mengingatkan para nelayan di daerah itu untuk selalu waspada dan tidak memaksakan diri turun ke laut untuk mencari ikan selama cuaca buruk.

“Apabila terjadi cuaca buruk maka sebaiknya tidak melaut karena sangat beresiko terjadinya kecelakaan laut pada saat gelombang tinggi dan angin kencang seperti terjadi saat ini,” kata Ejbends Doeka seperti dikutip dari Antara, Minggu (8/1/2023).

Sebagai dampak cuaca buruk, lanjutnya, ikan segar yang dijual di Kota Kupang menjadi terbatas.

“Kapal-kapal dengan bobot yang besar saja yang bisa melaut, sedangkan perahu dengan tonase kecil tentu tidak bisa melaut karena gelombang masih tinggi,” ujarnya.

Ia mengingatkan para nelayan agar terus mengikuti perkembangan cuaca dari BMKG Kupang sebelum turun melaut, sehingga lebih aman selama bekerja di laut.

“Informasi perkembangan cuaca harus menjadi acuan bagi para nelayan untuk turun ke laut mencari ikan. Apabila cuaca sedang dalam kondisi buruk sebaiknya tidak turun ke laut,” ujar Ejbends Doeka. (mg1)

Tags: Cuaca Burukkota kupangnelayan

Berita Terkait.

didik
Nusantara

Buka Kanal Pengaduan, BPN Kabupaten Tangerang Pastikan Layanan Responsif

Minggu, 16 Agustus 2026 - 18:08
BUMN Dipangkas dari 1.600 Jadi 300, DPR: Harus Lebih Untung dan Menyejahterakan Rakyat
Nusantara

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Hingga 14 Hari ke Depan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:35
Jelang Musim Hujan, Aceh Selatan Kejar Serapan TKD untuk Infrastruktur di Atas 50 Persen
Nusantara

Jelang Musim Hujan, Aceh Selatan Kejar Serapan TKD untuk Infrastruktur di Atas 50 Persen

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:25
Pulihkan Nadi Ekonomi Nelayan, Pidie Jaya Percepat Normalisasi Muara Krueng Meureudu
Nusantara

Pulihkan Nadi Ekonomi Nelayan, Pidie Jaya Percepat Normalisasi Muara Krueng Meureudu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 11:15
Pascagempa NTT, 5 Ribu Lebih Warga Bertahan di Pengungsian
Nusantara

Pascagempa NTT, 5 Ribu Lebih Warga Bertahan di Pengungsian

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:01
Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus
Nusantara

Musim Tanam Tiba, Nagan Raya Manfaatkan TKD untuk Rehabilitasi Sawah Terdampak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:33

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1169 shares
    Share 468 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3790 shares
    Share 1516 Tweet 948
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    871 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Makin Banyak Pengguna, Komunitas Geely Perkuat Kebersamaan di GIIAS 2026

    789 shares
    Share 316 Tweet 197
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.