• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Para Nelayan di Kota Kupang Belum Melaut Akibat Cuaca Buruk

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 8 Januari 2023 - 15:16
in Nusantara
Ilustrasi: Perahu milik para nelayan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur memilih berlabuh di pelabuhan perikanan Oeba karena gelombang di perairan Kupang sangat tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk melaut mencari ikan. (ANTARA)

Ilustrasi: Perahu milik para nelayan di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur memilih berlabuh di pelabuhan perikanan Oeba karena gelombang di perairan Kupang sangat tinggi sehingga tidak memungkinkan untuk melaut mencari ikan. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Para nelayan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih belum bisa melaut mencari ikan akibat gelombang tinggi di perairan Kupang sebagai dampak terjadinya cuaca ekstrem yang melanda provinsi itu.

“Kami belum bisa melaut karena gelombang masih tinggi,” kata Yefta Dilak, salah seorang nelayan di Kupang, Minggu (8/1).

BacaJuga:

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Kolaka Timur di Sultra, Hiposenter Hanya 9 Km

Sinergi Bea Cukai Madiun bersama Polres dan Denpom, Amankan 3,1 Juta Batang Rokok Ilegal Di Tol Ngawi-Kertosono

Bea Cukai Musnahkan 31,9 Juta Batang Rokok dan 1,6 Ribu Liter Minuman Beralkohol Ilegal di Makassar

Ia menjelaskan para nelayan di Kota Kupang sudah dua pekan tidak melaut karena cuaca buruk.

Menurutnya, angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan Teluk Kupang menyebabkan banyak perahu dan kapal-kapal pencari ikan milik nelayan tidak melaut karena gelombang mencapai 1,5 hingga 2 meter.

“Ketinggian gelombang mencapai dua meter di wilayah perairan Teluk Kupang tentu sangat membahayakan, sehingga banyak nelayan yang tidak berani turun melaut mencari ikan,” kata Yefta Dilak.

Dia mengatakan saat ini banyak kapal ikan milik para nelayan berlabuh di Pelabuhan Perikanan Oeba, Kota Kupang, untuk berlindung selama cuaca buruk melanda daerah itu.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kota Kupang Ejbends Doeka mengingatkan para nelayan di daerah itu untuk selalu waspada dan tidak memaksakan diri turun ke laut untuk mencari ikan selama cuaca buruk.

“Apabila terjadi cuaca buruk maka sebaiknya tidak melaut karena sangat beresiko terjadinya kecelakaan laut pada saat gelombang tinggi dan angin kencang seperti terjadi saat ini,” kata Ejbends Doeka seperti dikutip dari Antara, Minggu (8/1/2023).

Sebagai dampak cuaca buruk, lanjutnya, ikan segar yang dijual di Kota Kupang menjadi terbatas.

“Kapal-kapal dengan bobot yang besar saja yang bisa melaut, sedangkan perahu dengan tonase kecil tentu tidak bisa melaut karena gelombang masih tinggi,” ujarnya.

Ia mengingatkan para nelayan agar terus mengikuti perkembangan cuaca dari BMKG Kupang sebelum turun melaut, sehingga lebih aman selama bekerja di laut.

“Informasi perkembangan cuaca harus menjadi acuan bagi para nelayan untuk turun ke laut mencari ikan. Apabila cuaca sedang dalam kondisi buruk sebaiknya tidak turun ke laut,” ujar Ejbends Doeka. (mg1)

Tags: Cuaca Burukkota kupangnelayan

Berita Terkait.

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Kolaka Timur di Sultra, Hiposenter Hanya 9 Km
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Getarkan Kolaka Timur di Sultra, Hiposenter Hanya 9 Km

Senin, 11 Mei 2026 - 21:55
Petugas
Nusantara

Sinergi Bea Cukai Madiun bersama Polres dan Denpom, Amankan 3,1 Juta Batang Rokok Ilegal Di Tol Ngawi-Kertosono

Senin, 11 Mei 2026 - 16:36
Pemusnahan
Nusantara

Bea Cukai Musnahkan 31,9 Juta Batang Rokok dan 1,6 Ribu Liter Minuman Beralkohol Ilegal di Makassar

Senin, 11 Mei 2026 - 14:54
bc
Nusantara

Bea Cukai Gencarkan Operasi di Jawa Barat, Amankan Lebih dari 2 Juta Batang Rokok Ilegal

Senin, 11 Mei 2026 - 12:32
Irene Gandeng Raja Ubud Bangun Ekosistem Kreatif Berdaya Saing Global
Nusantara

KKP-Pemprov Aceh Sinergi Tangani Pendangkalan Alur dan Muara Sungai di Pelabuhan Perikanan

Minggu, 10 Mei 2026 - 23:07
Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal
Nusantara

Perkuat Perlindungan Populasi Gajah Sumatera, Monitoring di Bentang Alam Seblat Gunakan Drone Thermal

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    974 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    712 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.