• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Macron Tuduh Rusia Propaganda Anti-Prancis di Afrika

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Senin, 21 November 2022 - 05:13
in Internasional
Emmanuel-Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron di Nusa Dua, Bali, Selasa (15/11/2022). Foto : Antara/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gumay/aww.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Prancis Emmanuel Macron menuduh Rusia menebar propaganda anti-Prancis di Afrika demi melayani ambisi “predator” di negara-negara Afrika yang bergejolak, di mana Prancis telah mengalami kemunduran militer dan kehilangan banyak pengaruh pada beberapa tahun terakhir.

Saat berbicara di sela-sela KTT negara-negara berbahasa Prancis di Tunisia, Macron diminta untuk menanggapi kritik yang mengatakan bahwa Prancis mengeksploitasi ikatan ekonomi dan politik bersejarah di bekas koloninya demi kepentingan sendiri.

BacaJuga:

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua

“Persepsi ini ditebar oleh orang lain, ini jelas bermotif politik,” kata Macron dalam wawancara TV5 Monde​​​​​​, Minggu (20/11/2022).

Baca Juga : Jokowi dan Putin Bahas Peluang Dibukanya Kembali Kran Ekspor Gandum

“Saya tidak bodoh, banyak influencer, terkadang berbicara di program Anda, tapi dibayar oleh Rusia. Kami tahu mereka,” katanya.

“Sejumlah kekuatan, yang ingin menyebarkan pengaruhnya di Afrika, melakukan ini untuk menghantam Prancis, merugikan bahasanya, menabur keraguan, tetapi yang jelas, mereka mengejar kepentingan tertentu,” tambahnya.

Prancis, bekas kekuatan kolonial di sebagian besar Afrika Barat dan Tengah, memiliki hubungan militer cukup lama di negara Afrika berbahasa Prancis dan pasukan Prancis ditempatkan di Mali selama satu dekade sebagai bagian dari operasi kontra-terorisme.

Kritikus menggambarkan operasi Prancis sebagai kegagalan dan menyalahkan negara itu karena membuat kawasan itu semakin tidak stabil.

Prancis juga dianggap berebut pengaruh dengan Rusia yang dalam beberapa tahun terakhir mengerahkan tentara bayaran Wagner Group di beberapa negara, termasuk di Republik Afrika Tengah (CAR) dan Mali.

Paris terpaksa menarik pasukan di Mali setelah militer negara Afrika itu mengambil alih kekuasaan dalam kudeta tahun 2020. Para pemimpin militer negara Afrika tersebut kemudian mengundang Wagner untuk membantu pertempuran selama satu dekade melawan kelompok militan Islam dan memutuskan hubungan dengan Prancis.

Rusia mengatakan Wagner tidak mewakili negara Rusia atau dibayar oleh mereka. Tetapi Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi pada Wagner, menuduhnya melakukan operasi rahasia atas nama Pemerintah Rusia.

Tahun lalu, sebuah laporan PBB mengatakan instruktur militer Rusia dan pasukan lokal di Republik Afrika Tengah telah menargetkan warga sipil dengan kekuatan berlebihan, pembunuhan tanpa pandang bulu, pendudukan sekolah dan penjarahan besar-besaran.

Kremlin mengatakan adalah sebuah kebohongan bahwa instruktur Rusia telah mengambil bagian dalam pembunuhan atau perampokan di negara kaya emas dan berlian berpenduduk 4,7 juta orang itu.

Pada Minggu, Macron mengatakan perilaku Rusia adalah ibarat “predator”.

“Anda hanya perlu melihat apa yang terjadi di Republik Afrika Tengah atau di tempat lain untuk melihat proyek Rusia yang sedang berlangsung di sana, ketika Prancis disingkirkan, itu adalah proyek predator,” kata Macron dilansir Antara.

“Itu dilakukan dengan keterlibatan junta militer Rusia,” katanya menambahkan. (aro)

Tags: PrancisPropagandaRusia

Berita Terkait.

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina
Internasional

Di Sidang PBB, Menlu RI Gaungkan Ketahanan Nasional dan Dukungan Palestina

Rabu, 30 September 2026 - 12:12
DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa
Internasional

DPD RI Dorong Pengakuan Masyarakat Adat Papua Tak Berhenti di Jenewa

Minggu, 27 September 2026 - 22:06
Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua
Internasional

Kecam Narasi Pidato PM Kepulauan Solomon di PBB, Komisi I Tawarkan 3 Pilar Solusi Strategis untuk Papua

Minggu, 27 September 2026 - 19:04
Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina
Internasional

Pengamat: Indonesia Konsisten Perjuangkan Kemerdekaan Palestina

Minggu, 27 September 2026 - 18:05
abbas
Internasional

Mahmoud Abbas di Majelis Umum PBB: Kebijakan Israel Ancam Keberadaan Warga Palestina

Jumat, 25 September 2026 - 15:52
masoud
Internasional

Sambil Pamerkan Foto Korban Perang di PBB, Presiden Iran Sebut AS-Israel Pelaku Teror

Kamis, 24 September 2026 - 13:47

OLAHRAGA

gp
Olahraga

BRI Dukung MotoGP Mandalika 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

Editor Dilianto
Rabu, 30 September 2026 - 21:11

INDOPOSCO.ID – Indonesia kembali menjadi tuan rumah Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP) 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober...

SelengkapnyaDetails
Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!

Sabet Emas Ketiga Indonesia, Todotua Pasaribu: Perjuangan Belum Selesai!

Rabu, 30 September 2026 - 08:30
Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Jawab Kepercayaan di Menit Akhir, Leo/Daniel Sabet Emas Ketiga Indonesia di Asian Games 2026

Rabu, 30 September 2026 - 07:53
Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Jaga Asa ke Final, Indonesia Wajib Pesta Gol ke Gawang Bangladesh

Selasa, 29 September 2026 - 15:30
ganda

Amri/Nita Naik Level Usai Persembahkan Perak Buat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Selasa, 29 September 2026 - 13:52

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3889 shares
    Share 1556 Tweet 972
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3917 shares
    Share 1567 Tweet 979
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1128 shares
    Share 451 Tweet 282
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1009 shares
    Share 404 Tweet 252
  • Kasus Keracunan MBG Berulang, DPR Hanya Minta BGN Benahi Tata Kelola

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.