• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

CPCS: Kebijakan Dukung Ganjar Berefek Positif bagi PSI

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 7 Oktober 2022 - 23:58
in Nasional
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha bersama kader PSI. Foto: Antara

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha bersama kader PSI. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Direktur Eksekutif Center for Political Communication Studies (CPCS) Tri Okta mengemukakan keputusan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden 2024 akan memberikan dampak positif bagi partai yang dipimpin Giring Ganesha itu.

“Segala sesuatu masih sangat terbuka, apalagi tahapan pencapresan masih setahunan lagi. Jika Ganjar berhasil mendapatkan tiket capres dan menang dalam pilpres, keputusan mencapreskan Ganjar memberikan poin besar bagi PSI,” kata Tri Okta dalam keterangan diterima di Jakarta, Jumat (7/10).

BacaJuga:

Selatox Gandeng Fakultas Farmasi UI, Buka Wawasan Mahasiswa tentang Industri Biofarmasi

Menteri P2MI Dorong Permabudhi Sosialisasi Gerakan Nasional Migran Aman

Penyadapan Prabowo Libatkan Mantan Kapolri, Bareskrim Dalami Penerapan Pasal Makar

Menurut ia, langkah tersebut merupakan skenario optimistis dan hal positif bisa didapat PSI, baik ganjar berhasil maju menjadi calon presiden untuk Pemilu 2024 ataupun gagal jadi capres.

“Bisa saja Ganjar gagal maju nyapres, tetapi PSI berpeluang meraih dukungan simpatisan Ganjar dan mendulang kenaikan elektabilitas,” terangnya.

Okta menyampaikan sebenarnya keputusan PSI mendukung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden berpasangan dengan Yenny Wahid sebagai cawapres merupakan langkah yang cukup berani.

Selama ini hanya partai-partai besar yang telah mengumumkan nama capres, yaitu Gerindra dengan Prabowo Subianto, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang mewacanakan salah satunya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan terakhir Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres.

Sementara PSI tidak memiliki kursi di Senayan, namun secara formal masih bisa mengusung capres-cawapres menggunakan suara hasil Pemilu 2019. Langkah PSI itu cukup berat karena harus berkoalisi dengan parpol lain agar dapat mendukung Ganjar-Yenny Wahid.

Meskipun demikian, Okta menilai manuver PSI itu menjadi sebuah terobosan di tengah ketidakjelasan Ganjar Pranowo bakal diusung sebagai capres atau tidak. Alasannya karena elite PDIP saat ini cenderung memfavoritkan Puan Maharani untuk menjadi capres.

“Nyatanya tiga besar bursa capres masih dikuasai oleh Prabowo, Ganjar, dan Anies. Kini ketiganya secara resmi telah diusung sebagai capres, sementara Puan masih bergerilya untuk menjajaki koalisi,” ucapnya.​​​​​​​

Okta mengingatkan politik merupakan seni kemungkinan, tidak bisa dihitung secara matematika biasa. PSI belakangan mendekat ke KIB karena Ganjar disebut-sebut sebagai salah satu nama yang dipertimbangkan sebagai capres, selain para ketua umum partai. Kemudian, PAN sebagai anggota KIB juga memasukkan Ganjar dalam daftar sembilan nama usulan capres.

Okta menduga PSI akan mengusulkan Ganjar jika bergabung dengan KIB, namun tidak menutup kemungkinan pula KIB dan PDIP merger, lalu memutuskan Ganjar, alih-alih Puan sebagai capres.​​​​​​​

“PSI harus menjalin komunikasi dengan kelompok-kelompok relawan Ganjar. PSI juga harus menjajaki koalisi, baik dengan KIB ataupun partai-partai lain, selain dengan NasDem,” ujarnya. (bro) CPCS: Kebijakan Dukung Ganjar Berefek Positif bagi PSI

INDOPOSCO.ID-Direktur Eksekutif Center for Political Communication Studies (CPCS) Tri Okta mengemukakan keputusan Partai Solidaritas Indonesia mendukung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden 2024 akan memberikan dampak positif bagi partai yang dipimpin Giring Ganesha itu.

“Segala sesuatu masih sangat terbuka, apalagi tahapan pencapresan masih setahunan lagi. Jika Ganjar berhasil mendapatkan tiket capres dan menang dalam pilpres, keputusan mencapreskan Ganjar memberikan poin besar bagi PSI,” kata Tri Okta dalam keterangan diterima di Jakarta Jumat.

Menurut ia, langkah tersebut merupakan skenario optimistis dan hal positif bisa didapat PSI, baik ganjar berhasil maju menjadi calon presiden untuk Pemilu 2024 ataupun gagal jadi capres.

“Bisa saja Ganjar gagal maju nyapres, tetapi PSI berpeluang meraih dukungan simpatisan Ganjar dan mendulang kenaikan elektabilitas,” terangnya.

Okta menyampaikan sebenarnya keputusan PSI mendukung Ganjar Pranowo menjadi calon presiden berpasangan dengan Yenny Wahid sebagai cawapres merupakan langkah yang cukup berani.

Selama ini hanya partai-partai besar yang telah mengumumkan nama capres, yaitu Gerindra dengan Prabowo Subianto, Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang mewacanakan salah satunya Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan terakhir Partai Nasdem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai capres.

Sementara PSI tidak memiliki kursi di Senayan, namun secara formal masih bisa mengusung capres-cawapres menggunakan suara hasil Pemilu 2019. Langkah PSI itu cukup berat karena harus berkoalisi dengan parpol lain agar dapat mendukung Ganjar-Yenny Wahid.

Meskipun demikian, Okta menilai manuver PSI itu menjadi sebuah terobosan di tengah ketidakjelasan Ganjar Pranowo bakal diusung sebagai capres atau tidak. Alasannya karena elite PDIP saat ini cenderung memfavoritkan Puan Maharani untuk menjadi capres.

“Nyatanya tiga besar bursa capres masih dikuasai oleh Prabowo, Ganjar, dan Anies. Kini ketiganya secara resmi telah diusung sebagai capres, sementara Puan masih bergerilya untuk menjajaki koalisi,” ucapnya.​​​​​​​

Okta mengingatkan politik merupakan seni kemungkinan, tidak bisa dihitung secara matematika biasa. PSI belakangan mendekat ke KIB karena Ganjar disebut-sebut sebagai salah satu nama yang dipertimbangkan sebagai capres, selain para ketua umum partai. Kemudian, PAN sebagai anggota KIB juga memasukkan Ganjar dalam daftar sembilan nama usulan capres.

Okta menduga PSI akan mengusulkan Ganjar jika bergabung dengan KIB, namun tidak menutup kemungkinan pula KIB dan PDIP merger, lalu memutuskan Ganjar, alih-alih Puan sebagai capres.​​​​​​​

“PSI harus menjalin komunikasi dengan kelompok-kelompok relawan Ganjar. PSI juga harus menjajaki koalisi, baik dengan KIB ataupun partai-partai lain, selain dengan NasDem,” ujarnya. (bro)

Tags: Center for Political Communication StudiesCPCSGanjar PranowoPartai Solidaritas IndonesiaPSI

Berita Terkait.

selatok
Nasional

Selatox Gandeng Fakultas Farmasi UI, Buka Wawasan Mahasiswa tentang Industri Biofarmasi

Jumat, 6 November 2026 - 14:04
Mukhtarudin
Nasional

Menteri P2MI Dorong Permabudhi Sosialisasi Gerakan Nasional Migran Aman

Jumat, 6 November 2026 - 09:31
humas
Nasional

Penyadapan Prabowo Libatkan Mantan Kapolri, Bareskrim Dalami Penerapan Pasal Makar

Jumat, 6 November 2026 - 09:09
sadap
Nasional

Cegah Negara Jadi Pengintai, DPR Desak UU Penyadapan Segera Dibentuk

Jumat, 6 November 2026 - 07:07
puan
Nasional

Ketua DPR Sentil Kebijakan Pajak Pembalut, Desak Kebutuhan Menstruasi Jadi Prioritas

Jumat, 6 November 2026 - 01:11
santri
Nasional

Pascakasus Ponpes di Sukoharjo, Kemenag Terbitkan Juknis Perlindungan Pesantren

Jumat, 6 November 2026 - 00:30

OLAHRAGA

rafael
Olahraga

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Editor Ali Rachman
Jumat, 6 November 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID - Jadwal padat bukan alasan bagi Dewa United Banten FC untuk mengendurkan ambisi. Banten Warriors justru membidik kemenangan saat...

SelengkapnyaDetails
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51
noc

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian 2 Turnamen WTT Youth 2027

Kamis, 5 November 2026 - 19:19
verdong

Calvin Verdonk Diganjar MOTM di Liga Champions, UEFA Ungkap Alasan Logis

Kamis, 5 November 2026 - 16:26
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Rabu, 4 November 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3340 shares
    Share 1336 Tweet 835
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2309 shares
    Share 924 Tweet 577
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1877 shares
    Share 751 Tweet 469
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1174 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    879 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.