• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Medsos dan Tragedi Kanjuruhan

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Selasa, 4 Oktober 2022 - 02:02
in Nasional
kanjuruhan

Pemain Arema FC menangis saat melakukan tabur bunga di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Senin (3/10/2022) untuk mengenang korban kerusuhan. (ANTARA/ Prasetia Fauzani)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Cara paling mudah dalam menyikapi peristiwa apapun adalah menyalahkan orang lain, apalagi tema “menyalahkan” itu menjadi menu utama dalam gosip, yang sejak lama menjadi hobi bangsa ini.

Celakanya, gosip itu kini lebih gaduh lagi, karena difasilitasi teknologi bernama media sosial (medsos). Runyam, kan?

BacaJuga:

BABYMONSTER Raih 100 Juta Penayangan untuk MV ‘DESERVE’ dalam 11,5 Hari, Tercepat Tahun Ini

Rektor UIN Sunan Kalijaga: OASE PTKIN 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Mahasiswa

Pemerintah Minta Rusia Kecualikan WNI dari Perekrutan Tentara Bayaran

Tidak terkecuali, Tragedi Kanjuruhan. Tragedi yang bermula dari untuk pertama kalinya Arema kalah dari Persebaya setelah 23 tahun.

Ada video yang menayangkan peristiwa versi suporter yang menyalahkan polisi karena menggunakan gas air mata yang dilarang FIFA, tapi ada juga scan surat izin kepolisian yang menyalahkan panitia karena menggeser jam pertandingan pada malam hari, padahal disarankan sore.

Ada juga suara/voice tentang suara pedagang dawet tentang suporter. Bahwa suporter menyasar pemain dan pelatih, lalu polisi berusaha menghalangi dengan tendangan dan pukulan, sehingga massa suporter bertambah dan mengamuk dalam kondisi mabuk.

Dalam situasi yang gaduh, kacau, dan perusakan yang meluas, polisi pun menggunakan gas air mata, sehingga massa panik dan kalang kabut menuju satu pintu hingga berjubel, berdesak, dan terjadi saling injak, sebagian mengalami sesak nafas hingga meninggal.

Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan, Kapolres Malang Dinonaktifkan

Tayangan video-video itu menjadi sorotan dari tokoh pers H Dahlan Iskan dalam catatan yang bertajuk “Tragedi Bola Kanjuruhan” (3/10/2022). Mantan Menteri BUMN itu menyatakan Arema baru saja kalah di kandang sendiri: lawan Persib Bandung. Masak, kalah lagi. Lawan Persebaya pula.

Maka gemes itu memuncak menjelang pertandingan selesai. Lemparan dari arah penonton mulai beterbangan, termasuk ke arah kubu Arema sendiri. Stadion yang penuh dengan 40.000 penonton tidak segera longgar. Mereka tetap di stadion. Tidak banyak yang meninggalkan tempat untuk pulang. Jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Mereka belum beranjak. Masih ribut dengan teriakan. Juga lemparan.

Di dalam stadion, para pemain yang berkumpul di tengah lapangan berinisiatif bersama-sama berjalan ke arah tribun penonton. Gestur tubuh mereka seperti ingin meminta maaf atas kekalahan itu. Mereka melangkah pelan ke arah tribun.

Tiba-tiba terlihat satu penonton meloncat pagar. Ia lari masuk lapangan. Ia menyongsong para pemain yang berjalan ke arah tribun. Penonton itu terlihat merangkul kiper. Lalu menyalami yang lain. Pihak keamanan terlihat berusaha mencegah penonton itu berada di tengah pemain. Tapi sesegera itu beberapa penonton lagi berhasil meloncati pagar. Mereka juga menuju pemain Arema.

Kian banyak saja yang berhasil meloncati pagar. Lapangan pun mulai penuh. Petugas keamanan bertindak. Terlihat di video ada petugas yang menghardik penonton dengan kasar. Menendang. Mementung. Memukul.

“Tidak menyalahkan”

Dahlan Iskan mencatat adegan seperti itu dilihat dengan sangat jelas oleh penonton yang ada di tribun, yang posisi mereka lebih tinggi. Emosi penonton meledak. Solidaritas sesama penonton meluap.

Begitulah psikologi penonton sepak bola. Mereka disatukan oleh emosi. Mereka tidak peduli suku, agama, ras, umur, dan gender. Mereka merasa satu keluarga, satu suku, satu bangsa, satu agama. Tidak ada persatuan bangsa melebihi persatuan bangsa sepak bola.

Dari situlah tragedi itu meledak. Dahlan Iskan menilai tragedi yang terjadi ini bukan Arema lawan Persebaya. Bukan Aremania lawan Bonek. Ini penonton lawan petugas. Nah, menghardik mereka hanya menambah emosi. Apalagi menendang dan memukul. Tambah lagi tembakan gas air mata. Yang bikin panik, bikin sesak, bikin berdesakan. Kita juara dunia sepak bola di segi tragedinya.

Ya, catatan Dahlan Iskan itu mengerucut pada dua sisi, yakni suporter atau petugas keamanan, yang sama-sama punya peran untuk salah, karena sama-sama emosi.

Langkah terbaik menyikapi “gosip” maya di medsos adalah bersikap kritis dan sabar serta mengembalikan proses mencari siapa yang salah kepada pihak berwenang dalam kurun waktu tertentu, bukan terburu-buru memvonis.

Pihak lain seperti kita yang tidak terlibat dalam pusaran masalah itu sebaiknya fokus pada penanganan korban, karena tindakan “menyalahkan” justru akan melahirkan solusi yang bukan dari (penyelidikan) “sanad” (ahlinya), melainkan oleh praduga dan saling curiga yang bukan solutif.

Pernyataan menarik yang “tidak menyalahkan” justru datang dari kelompok suporter Persebaya, Bonek Mania. Mereka menilai kemenangan tim Bajol Ijo melawan Arema FC pada Liga 1 Indonesia tidak ada artinya dibandingkan hilangnya nyawa manusia.

Koordinator suporter Bonek Mania Husin Ghazali mengaku sangat menyesalkan dan prihatin atas kejadian ini. Semoga tragedi ini menjadi insiden terakhir, katanya (2/10/2022).

Baginya, rivalitas kedua tim hanya 90 menit di lapangan dan selebihnya harus saling menghormati. Ia berharap dilakukan evaluasi semua pihak sekaligus dilakukan pembenahan demi kebaikan dan menuju sepak bola yang bisa dinikmati semua kalangan.

Ya, pernyataan bonek itu cukup menarik, namun pernyataan yang menarik itu tidak ada di medsos, karena video, foto dan narasi di medsos justru satu komando, yakni mencari siapa yang salah.

Sesungguhnya, pernyataan menarik itu merupakan pernyataan yang melahirkan empati/kasih sayang (memperlakukan semua orang di dunia maya dengan bermartabat dan hormat), menghormati perbedaan, berpikir sebelum posting, dan membela orang lain dengan dukungan respons (menyelamatkan atau menolong). (bro)

Tags: kanjuruhanmedsossepak bolaTragedi Kanjuruhan

Berita Terkait.

Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Nasional

BABYMONSTER Raih 100 Juta Penayangan untuk MV ‘DESERVE’ dalam 11,5 Hari, Tercepat Tahun Ini

Kamis, 5 November 2026 - 00:21
Rektor UIN Sunan Kalijaga: OASE PTKIN 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Mahasiswa
Nasional

Rektor UIN Sunan Kalijaga: OASE PTKIN 2026 Jadi Wadah Pengembangan Talenta Mahasiswa

Rabu, 4 November 2026 - 23:07
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Nasional

Pemerintah Minta Rusia Kecualikan WNI dari Perekrutan Tentara Bayaran

Rabu, 4 November 2026 - 22:15
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Nasional

IPB University Tawarkan Tiga Agenda Kemitraan Strategis untuk Perkuat Ketahanan Pangan 2027

Rabu, 4 November 2026 - 22:05
Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Nasional

Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci

Rabu, 4 November 2026 - 21:30
Polisi Tegaskan Narasi SIM Gratis 2026 di TikTok Hoaks
Nasional

Wamendagri Wiyagus Dorong Kolaborasi Pemerintah Daerah dan Pesantren Percepat Penanggulangan TBC

Rabu, 4 November 2026 - 20:40

OLAHRAGA

Menag Tantang PTKIN Lahirkan Ilmuwan Muslim Hebat, Hilirisasi Jadi Kunci
Olahraga

Pangsuma FC Bongkar Carut-marut Liga Futsal Nasional, FFI dan KFI Didesak Berbenah

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 4 November 2026 - 22:31

INDOPOSCO.ID – Tata kelola kompetisi futsal nasional kembali mendapat sorotan. Kali ini, kritik datang dari Pangsuma FC yang menilai pengelolaan...

SelengkapnyaDetails
Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Comeback Dramatis, Persib Bungkam Victory Melbourne untuk Kunci Tiket 16 Besar

Rabu, 4 November 2026 - 18:41
Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

Rabu, 4 November 2026 - 17:31
noc

Diplomasi Olahraga Okto, Indonesia Incar World Skate Championships di Bali

Rabu, 4 November 2026 - 13:13
piala

Ketegangan Timur Tengah Belum Reda, AFC Undur Jadwal Piala Asia 2027

Selasa, 3 November 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3306 shares
    Share 1322 Tweet 827
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2300 shares
    Share 920 Tweet 575
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1875 shares
    Share 750 Tweet 469
  • Super League Pekan 8: Persija Diuji Dewa United, Persib-PSS Bawa Misi Penting

    1157 shares
    Share 463 Tweet 289
  • Krisis Tata Kelola Futsal, Pemilik Klub Minta PSSI Turun Tangan

    1011 shares
    Share 404 Tweet 253
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.