• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Tiga Mahasiswa Unsoed Kembangkan Pengendalian Hama Padi Berbasis Drone

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Jumat, 9 September 2022 - 18:19
in Nusantara
Drone-Modif

Perangkat pengendali hama berbasis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau drone yang dikembangkan oleh tiga mahasiswa Unsoed Purwokerto. FOTO ANTARA/HO-Unsoed

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tiga mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengembangkan alat pengendali hama tanaman padi berbasis drone atau pesawat nirawak.

Dosen pembimbing mahasiswa Unsoed tersebut, Dr. Ardiansyah dalam keterangan di Purwokerto, Jumat, mengatakan ketiga mahasiswa tersebut terdiri atas Tiara Nur Azmi Irawati dari Jurusan Teknik Pertanian, Syahra Alifia dari Jurusan Teknik Elektro, dan Pudak Wangi Kencana Rinonce dari Jurusan Teknologi Pangan.

BacaJuga:

115 Kali Penindakan, Bea Cukai Jambi Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp3,6 Miliar

Pengobatan Gratis Warnai Perayaan HUT PLN Indonesia Power UBP Holtekamp, Warga Sambut Antusias

Permudah Akses Layanan Perbaikan Kendaraan, MMKSI Hadirkan Fasilitas Bodi & Cat di Pekalongan

“Mereka berinisiatif untuk mengembangkan perangkat pengendali hama menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau drone,” katanya.

Baca Juga : Masyarakat Diimbau Tak Terbangkan “Drone” di Sirkuit Mandalika

Menurut dia, kegiatan pembuatan perangkat ini didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) melalui skema Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Sementara itu, Tiara Nur Azmi Irawati mengatakan wereng merupakan hama padi yang paling berbahaya dan merugikan, khususnya di Indonesia karena serangga kecil itu mengisap cairan tanaman padi sekaligus menyebarkan virus yang menyebabkan tanaman padi terinfeksi penyakit tungro, sehingga mengakibatkan gagal panen.

“Saat ini, tanaman padi di Indonesia sangat rentan terhadap hama wereng. Hal tersebut terbukti dengan beberapa tahun kasus yang meresahkan petani akibat mewabahnya hama wereng,” katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 yang diklasifikasi menurut provinsi untuk periode 2018-2020 menunjukkan terjadinya penurunan luas panen padi dari tahun 2018 hingga 2020, yakni dari sebesar 11.377.934,44 hektare menjadi 10.786.814,17 hektare.

Berdasarkan data BPS itu pula, kata dia, diketahui bahwa produktivitas panen padi juga mengalami penurunan drastis dari 59.200.533,72 ton menjadi 55.160.548,20 ton.

“Merujuk pada pernyataan tersebut, maka penyebaran hama wereng tanaman padi menjadi ancaman bagi meningkatnya produktivitas pertanian terutama padi,” katanya.

Dengan demikian, kata dia, dibutuhkan terobosan peran teknologi yang dapat membantu petani dalam mengatasi penyebaran hama wereng pada tanaman padi sehingga tidak sampai mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Sebagai upaya untuk ikut andil memberikan solusi atas permasalahan tersebut, mahasiswa Jurusan Teknik Pertanian itu bersama dua rekannya berinisiatif untuk mengembangkan perangkat pengendali hama menggunakan drone.

“Ide ini bermula dari permasalahan sebelumnya, di mana pengusir hama dengan ultrasonik diletakkan pada tiang stasioner,” katanya.

Jika pengusir hama dengan ultrasonik itu diletakkan di sawah, kata dia, perlu penempatan tiang pada beberapa lokasi.

Akan tetapi, lanjut dia, keberadaan tiang-tiang tersebut dapat mengganggu pekerjaan sawah petani.

“Karenanya, pengusir hama ini diterbangkan dengan drone. Sebelum diterbangkan, lintasan terbangnya dibuat dan diatur untuk menetap selama durasi yang ditentukan pada titik-titik tertentu,” katanya.

Lebih lanjut, Tiara mengatakan inovasi penggunaan drone dan ultrasonik pada lahan sawah tersebut bertujuan untuk dapat melakukan pengendalian hama wereng cokelat dalam luasan yang lebih besar.

Selain itu, kata dia, perangkat tersebut sangat mendukung pertanian berkelanjutan karena tanpa membutuhkan bahan kimia atau pestisida.

“Perangkat pengendali hama ini portable, sehingga tidak hanya dapat digunakan di satu tempat. Tenaga yang digunakan pada alat ini menggunakan power bank, sehingga tidak perlu aliran listrik terus-menerus,” katanya.

Dia mengatakan metode yang akan digunakan adalah dengan memakai lima buah sensor ultrasonik yang dirangkai menggunakan mikrokontroler guna membaca lebar pulse width modulation (PWM) untuk perhitungan luas areal yang dihasilkan dari pancaran gelombang ultrasonik.

Menurut dia, rangkaian tersebut kemudian disambungkan dengan drone yang didesain agar dapat diterbangkan di atas lahan.

“Cara kerja dari alat ini adalah drone akan terbang sesuai dengan sirkuit yang telah dibuat. Lalu sinyal dipancarkan oleh pemancar ultrasonik dengan frekuensi tertentu dan dengan durasi waktu tertentu,” katanya.

Tiara mengatakan sinyal tersebut berfrekuensi di atas 40 kHz dan akan mengukur jarak benda (sensor jarak).

Menurut dia, sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan kecepatan sekitar 340 m/s.

Ketika menumbuk hama wereng, kata dia, sinyal tersebut akan dipantulkan oleh benda tersebut dan akan menghasilkan suara yang bisa membuat hama wereng terganggu metabolismenya.

Hal itu disebabkan pada bunyi ultrasonik lebih dari 20 kHz terjadi gangguan komunikasi wereng, menghambat perkembangbiakan, mengacaukan pola reaksi gerak, dan membubarkan dari komunitasnya, sedangkan pada frekuensi yang lebih tinggi mampu menimbulkan reaksi gerak pasif hingga hama mati.

“Rencana ke depannya, alat ini akan dikembangkan dengan sistem cerdas pendeteksi lokasi padat hama, sehingga lama dan posisi menetap bervariasi. Perlu teknologi computer vision untuk mewujudkan hal ini,” demikian Tiara Nur Azmi Irawati . (gin)

Tags: DroneJawa TengahKabupaten BanyumasKemdikbudristekmahasiswamahasiswa Universitas Jenderal SoedirmanPengendalian Hama PadiPurwokerto

Berita Terkait.

Pemusnahan
Nusantara

115 Kali Penindakan, Bea Cukai Jambi Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp3,6 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:06
Pemeriksaan
Nusantara

Pengobatan Gratis Warnai Perayaan HUT PLN Indonesia Power UBP Holtekamp, Warga Sambut Antusias

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:44
Pelayanan
Nusantara

Permudah Akses Layanan Perbaikan Kendaraan, MMKSI Hadirkan Fasilitas Bodi & Cat di Pekalongan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:04
Hendarsam-Marantoko
Nusantara

Tangkal Kejahatan Lintas Negara, Imigrasi Perkuat Pengawasan Perbatasan

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:22
lombok
Nusantara

Kemarau Sebabkan Kekeringan Melanda, 4.245 KK di Lombok Barat Krisis Air Bersih

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:06
nhm
Nusantara

Implementasi ‘Menambang dengan Hati’, NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:54

BERITA POPULER

  • Ronaldo

    Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1578 shares
    Share 631 Tweet 395
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1387 shares
    Share 555 Tweet 347
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1134 shares
    Share 454 Tweet 284
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    923 shares
    Share 369 Tweet 231
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
Maseko
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Korsel Tumbang dari Afrika Selatan, Hong Myung-bo: Ini Tanggung Jawab Saya!

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 25 Juni 2026 - 12:14

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Korea Selatan Hong Myungbo tidak puas setelah timnya kalah 0-1 atas Timnas Afrika Selatan pada laga...

SelengkapnyaDetails
Timnas-Afsel

Hasil Piala Dunia Grup A: Meksiko Tak Terbendung, Afsel Ukir Sejarah

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:43
Cunha

Hasil Piala Dunia : Bantai Skotlandia 3-0, Matheus Cunha: Kepercayaan Diri Brasil Telah Kembali

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:52
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia Grup C: Maroko Temani Brasil ke 32 Besar, Skotlandia Menanti Keajaiban

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:41
Promise-David

Kanada Kalah dari Swiss, Jesse Marsch Tetap Puji Aksi Pemain Cadangan

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:21
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.