• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Kelanjutan Upaya Perdamaian di Myanmar Akan Dibahas Dalam KTT ASEAN

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Jumat, 12 Agustus 2022 - 02:22
in Internasional
min

Arsip - Pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (24/4/2021). Kedatangannya untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2021di Jakarta. Antara Foto/Biro Pers-Rusman/hma/foc

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kelanjutan upaya Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk membantu proses perdamaian di Myanmar akan dibahas dalam KTT para pemimpin perhimpunan tersebut pada November mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Strategis Pimpinan Kementerian Luar Negeri RI Achmad Rizal Purnama dalam pengarahan media secara daring, Kamis (11/8).

BacaJuga:

Menlu Iran Temui Wang Yi di Beijing, Bahas Ketegangan di Timur Tengah

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia

2 Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia, Kemlu Angkat Bicara

Menurut dia, keputusan tersebut diambil oleh para menteri luar negeri ASEAN dalam pertemuan mereka di Kamboja pekan lalu, sebagai respons atas tidak adanya kemajuan dalam implementasi Konsensus Lima Poin yang ditujukan untuk membantu mengakhiri krisis di Myanmar.

“Sesuai hasil komunike bersama, para menlu ASEAN menyampaikan bahwa nanti pada saat KTT, kepala negara ASEAN akan memberi penilaian atas kemajuan implementasi Konsensus Lima Poin untuk kemudian memberi keputusan apa yang akan dilakukan ASEAN selanjutnya,” kata Rizal, Kamis (11/8), seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga: ASEAN Akan Percepat Proses Keanggotaan Timor Leste

Rekomendasi para menlu ASEAN untuk meneruskan pembahasan isu Myanmar ke tingkat kepala negara, kata dia, telah sesuai dengan mandat Konsensus Lima Poin yang ialah hasil ASEAN Leaders’ Meeting di Jakarta, April 2021.

Mengenai utusan khusus (special envoy) ASEAN untuk Myanmar yang berdasarkan konsensus tersebut dijalankan oleh negara yang memegang keketuaan ASEAN, juga akan dibahas lebih lanjut mengingat sejauh ini Brunei Darussalam sebagai ketua ASEAN tahun lalu.

Kamboja selaku ketua ASEAN tahun ini belum mendapat akses untuk menemui semua pihak yang berkonflik di Myanmar karena tidak diizinkan oleh militer negara tersebut.

Indonesia yang akan bertugas sebagai ketua ASEAN tahun 2023 akan sangat bergantung kepada hasil pembahasan para pemimpin ASEAN dalam KTT mendatang.

“Hasil itulah yang akan menjadi panduan kita sebagai ketua ASEAN (tahun depan) tentang bagaimana menavigasi atau membantu Myanmar keluar dari krisis politik,” kata Rizal.

Dia juga menjelaskan bahwa dalam menyikapi isu Myanmar, Menlu RI Retno Marsudi selalu berupaya merangkul dan meminta komitmen dari semua pihak.

“Karena kita satu saudara, sesama keluarga, maka ketika sudah mengulurkan tangan untuk membantu di saat yang sama harus ada respons balik yang baik dari junta militer untuk menanggapi secara positif uluran tangan dari ASEAN,” tutur Rizal.

Sebelumnya, Menlu Kamboja Prak Sokhonn mengatakan kurangnya kepercayaan dan kemauan politik menghambat proses perdamaian di Myanmar.

Dia juga menegaskan bahwa ASEAN akan terus menolak keikutsertaan pemimpin junta Myanmar dalam pertemuan-pertemuan regional, kecuali junta membuat kemajuan dalam implementasi Konsensus Lima Poin.

Konsensus tersebut menyerukan “penghentian segera kekerasan” dan semua pihak melakukan “pengendalian sepenuhnya”; dialog konstruktif di antara semua pihak; mediasi pembicaraan oleh utusan khusus ketua ASEAN; penyaluran bantuan kemanusiaan yang dikoordinasikan oleh ASEAN; serta kunjungan ke Myanmar oleh delegasi ASEAN yang dipimpin oleh utusan khusus, untuk bertemu dengan semua pihak yang berkonflik.

Di lain pihak, junta Myanmar mengatakan anggota ASEAN tidak boleh ikut campur dalam urusannya atau terlibat dengan “teroris” yang menentang aturannya.

Militer menegaskan komitmennya terhadap proses perdamaian yang akan ditentukan berdasarkan perkembangan di lapangan.

“ASEAN harus menghormati hak setiap negara anggota dan menahan diri dari campur tangan, subversi, dan paksaan,” kata junta dalam pernyataannya.

Myanmar telah terperangkap dalam lingkaran kekerasan sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintah terpilih pada Februari 2021.

Kudeta itu mengakhiri proses demokrasi yang berlangsung selama satu dekade terakhir, serta memicu demonstrasi besar-besaran, pemogokan, dan perlawanan bersenjata, yang direspons para jenderal dengan kekuatan mematikan. (mg2)

Tags: junta militerKemlu RIKTT ASEANMyanmar

Berita Terkait.

abbas
Internasional

Menlu Iran Temui Wang Yi di Beijing, Bahas Ketegangan di Timur Tengah

Rabu, 6 Mei 2026 - 02:22
Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia
Internasional

Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:05
Tinggi Biaya Pemeliharaan, Komisi I Minta Pemerintah Kaji Hibah Kapal Induk C551 Italia
Internasional

2 Kapal Tanker Iran Masuk Perairan Indonesia, Kemlu Angkat Bicara

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:01
Kapal-Tanker
Internasional

Kapal Korsel Terbakar di Selat Hormuz, Investigasi Dilakukan Usai Sandar di Pelabuhan

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:44
Harga Cabai hingga Telur Turun, Inflasi Pangan April Melandai
Internasional

Iran Klaim Hantam Kapal Perang AS di Selat Hormuz

Senin, 4 Mei 2026 - 23:22
Tahan Banting di Tengah Konflik, Ekonomi Indonesia Masih Stabil dan Optimistis
Internasional

Dubes RI untuk Kanada Banggakan Produk Indonesia pada SIAL 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 23:01

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.