• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

IHSG Diprediksi Naik Didukung Tenaga Kerja AS yang Kuat

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Senin, 8 Agustus 2022 - 11:23
in Ekonomi
layar-digital-pergerakan-saham

Seorang pria melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/6/2022). Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay/foc/aa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini diprediksi naik didukung data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang kuat.

IHSG dibuka menguat 7,65 poin atau 0,11 persen ke posisi 7.092,3. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 1,43 poin atau 0,14 persen ke posisi 1.009,23

BacaJuga:

Perkuat Nilai Tawar, Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula

Era Digital Mengubah Segalanya, Industri Syariah Diminta Naik Kelas

Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI

“Untuk hari ini, IHSG memiliki sentimen positif untuk bergerak menguat. Sektor komoditas akan bergerak rebound ditopang oleh rilis data tenaga kerja AS yang kuat,” tulis Tim Riset Surya Fajar Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin (8/8), dikutip dari Antara.

Baca Juga : IHSG Dibuka Menguat di Tengah Fokus Pasar pada Pertemuan The Fed

Selain itu, China kemarin merilis angka ekspor yang naik 18 persen (yoy), lebih tinggi dari konsensus 15 persen (yoy). Hal itu menunjukkan bahwa permintaan ekonomi global masih cukup kokoh.

Di sisi lain, pelaku pasar pada pekan ini menantikan rilis inflasi AS Juli pada Rabu (10/8). Berdasarkan konsensus, inflasi diperkirakan turun ke 8,7 persen (yoy) dari 9,1 persen pada Juni, disebabkan oleh tren turunnya harga minyak global.

Sementara itu, bursa saham AS bergerak variatif pada perdagangan akhir pekan lalu. Pelaku pasar nampaknya mencerna negatif rilis data NFP.

Pada Juli terdapat penambahan 528 ribu tenaga kerja, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi konsensus yang hanya sebesar 258 ribu tenaga kerja.

Meskipun hal itu menunjukkan ekonomi bergerak cepat, pelaku pasar khawatir bahwa peningkatan tenaga kerja akan membuat The Fed semakin agresif dalam menaikkan suku bunga acuan. Hal itu karena kenaikan suku bunga hingga saat ini tidak memperlambat ekonomi.

Sedangkan bursa saham Eropa bergerak melemah pada perdagangan Jumat (5/8) lalu. Pelaku pasar merespons negatif rilis data tenaga kerja AS yang di atas ekspektasi. Pasar khawatir akan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih agresif ke depannya.

Sementara itu bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Jumat lalu. Pasar mulai mengabaikan sentimen dari ketegangan geopolitik antara AS dan China.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 278,37 poin atau 1 persen ke 28.210,57, indeks Hang Seng turun 155,28 poin atau 0,77 persen ke 20.046,66, dan indeks Straits Times meningkat 20,89 poin atau 0,64 persen ke 3.261,99.(mg1)

Tags: Amerika Serikatbeiihsgtenaga kerja

Berita Terkait.

menkop
Ekonomi

Perkuat Nilai Tawar, Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:22
knecks
Ekonomi

Era Digital Mengubah Segalanya, Industri Syariah Diminta Naik Kelas

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:28
Budianto-Chandra
Ekonomi

Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:09
Penumpang-Pesawat
Ekonomi

FKBI Usul PPN Tiket Pesawat Dipangkas di Tengah Kenaikan Fuel Surcharge

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:18
Mata-Uang
Ekonomi

Tekanan Eksternal Mengganas, Rupiah Melemah di Tengah Alarm Krisis Energi

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:47
Belanja
Ekonomi

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:44

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1785 shares
    Share 714 Tweet 446
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1215 shares
    Share 486 Tweet 304
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    783 shares
    Share 313 Tweet 196
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.