• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Ketika Robohnya Pagar Stadion Kita

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 26 Juli 2022 - 04:04
in Megapolitan
jis

Sejumlah penonton berdiri di atas puing pagar pembatas yang roboh saat peresmian Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Minggu (24/7/2022). Foto : Antara/Muhammad Adimaja.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Karya sastra terkenal ‘Robohnya Surau Kami’ dari budayawan Ali Akbar Navis yang terbit pada 1956 merupakan refleksi dan otokritik tentang cara orang beragama.

Ceritanya soal tokoh kakek penjaga masjid yang sangat taat beribadah kepada Tuhannya sehingga ia tak menghiraukan lagi kehidupannya di akhirat.

BacaJuga:

Akhir Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah dan Suhu Menghangat

Mantan Pengacara Dipolisikan karena Diduga Lakukan PenipuanĀ 

Massa Gelar ‘Aksi Bela Al-Qur’an’ di Gedung OT Cengkareng, Ratusan Personel Dikerahkan

Sampai akhirnya kakek mendengar cerita dari seorang tokoh bernama Ajo Sidi yang menghantam semangatnya yang tinggi dalam beribadah, dan dia pun bunuh diri.

Di seberang pulau dari mana cerita itu berasal, konon kabarnya ada juga semangat yang mampu merobohkan pagar tribun stadion internasional di Jakarta Utara pada Minggu (24/7) malam.

Semangat dan gairah menonton sepakbola yang meningkat 100 kali lipat dari suporter klub Persija Jakarta, The Jakmania, merobohkan pagar tribun di sisi utara stadion yang baru resmi digunakan di waktu petang tersebut.

Tak ayal, semua fantasi seperti gembar-gembor soal keamanan stadion yang diungkapkan pengelola, PT Jakarta Propertindo Tbk, seolah sirna.

The Jakmania melalui Ketua Umum Dicky Sumarno seolah menyindir, katanya stadion yang dibangun untuk laga sepakbola internasional, kok tidak memikirkan fasilitas yang cukup aman untuk pemandu suporter alias “capo” saat menyanyikan lagu-lagu dukungan?

Lebih lanjut, Dicky pun membandingkan kondisi JIS dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) yang sudah memiliki fasilitas keamanan lebih lengkap untuk keamanan suporter (penonton).

Menurut Dicky, peristiwa robohnya pagar berarti banyak hal yang harus disiapkan pengelola di Jakarta International Stadium (JIS). Kalau di SUGBK sudah ada fasilitas tambahan semi permanen ‘steger’ untuk dinaiki ‘capo’ dalam memandu suporter menyanyi dan segala macam. Kalau di JIS justru belum ada.

Jangankan membuat fasilitas itu ada, Jakpro sejak awal mendesain tribun memang khawatir dengan ketinggian pagar pembatas bisa mengganggu kenyamanan saat menonton pertandingan maupun konser musik.

Sehingga waktu 16 November 2021 itu dikemukakan bahwa pagar pembatas (barrier) di tribun tier 1 didesain tidak terlalu tinggi, sekitar 60-70 sentimeter atau setinggi paha orang dewasa.

Konsep pengelola dalam membangun JIS campur-aduk, buat sepak bola dan konser musik bisa, buat shalat dan ibadah juga bisa.

Selain itu JIS juga memiliki skala penonton yang berkelas-kelas, tidak setara. Yang membayar lebih banyak akan mendapatkan fasilitas lebih aman.

Evaluasi JIS

Sejumlah pihak mulai menyuarakan sejumlah kekurangan-kekurangan di dalam JIS. Tak terkecuali, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga memprotes sulitnya sinyal seluler di dalam bangunan.

Berbanding dengan di SUGBK, masih tersedia sinyal yang cukup kuat untuk mengirim gambar dari dalam. Sedangkan di dalam JIS, ponsel dengan sinyal 4G saja tidak kuat untuk membuka pesan yang dikirim lewat pesan WhatsApp.

Mohon maaf, untuk koreksi saja, stadion dengan skala Internasional seharusnya sudah difasilitasi dengan jaringan internet yang mumpuni, terutama untuk pengiriman berita pertandingan, dan lain-lain.

Selain itu, setiap akan menggelar hajatan akbar di JIS, perlu upaya yang keras dari lintas instansi guna memastikan kenyamanan berlalu lintas dan keamanan pengunjungnya karena lokasi stadion berada di tengah-tengah kota Jakarta Utara.

Meski sampai saat ini belum diketahui berapa anggaran yang dikeluarkan setiap kali digelar hajatan di JIS.

Namun yang pasti, harga sewa JIS untuk sekali pakai bisa membuat penyelenggara hajatan (event organizer) kelas masyarakat umum, gigit jari. Tarif sewa lapangan latih (mini soccer) JIS saja antara Rp 2 Juta-Rp 4,75 Juta.

Untuk sekelas Persija Jakarta yang menggunakan JIS, memang tak diragukan bisa membayar harga sewa stadion tersebut. Walaupun perlu diperhatikan pernyataan Dicky bahwa masalah terbesar sebetulnya terkait faktor keamanan.

Bayangkan saja, Dinas Perhubungan DKI Jakarta sampai harus menerjunkan 600 personel hanya untuk membantu kelancaran arus lalu lintas pada peluncuran akbar (grand launching) JIS kemarin.

Itu belum termasuk jumlah personel kepolisian yang berjaga, petugas kebersihan dan relawan.

Lebih lanjut terkait pagar pembatas tribun JIS yang rubuh. Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Widi Amanasto mengatakan pihaknya akan mengecek kekuatannya setelah ada insiden tersebut.

Menurut Widi, semangat The Jakmania mampu merobohkan pagar. Mungkin ke depan ada inovasi baru membuat bangunan antisemangat setelah kita mengenal adanya bangunan antigempa yang cukup aman.

Seperti apa bentuk bangunan antisemangat itu, patut dinantikan. Hingga sore kemarin, Jakpro belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait biaya yang ditimbulkan dari adanya renovasi pagar yang ambruk saat peluncuran akbar JIS.

Mungkin karena ditanggung biaya asuransi, operasional, dan pemeliharaan rutin yang jumlahnya antara Rp50-60 miliar, jadi Jakpro masih cukup santai menanggapi.

Belum lagi Jakpro juga menyiapkan biaya depresiasi nilai stadion berkapasitas 82 ribu penonton itu untuk 30 tahun mencapai Rp150 miliar. Menanti hasil

Ketum The Jakmania Dicky Sumarno membantah suporter yang jatuh saat pagar pembatas tribun sisi utara JIS setinggi kurang lebih dua meter roboh bukan anggota mereka.

Dicky memastikan tidak ada istilah rombongan Jakmania liar alias Rojali yang hadir di dalam acara peluncuran JIS kemarin.

Insiden itu berawal ketika penonton yang mayoritas beratribut The Jakmania semakin banyak yang memilih duduk di pagar.

Di penghujung lagu Kangen yang dibawakan Dewa 19 dan Virzha, mendadak pagar pembatas yang diduduki suporter miring dan akhirnya ambruk akibat beban yang terlalu berat.

Insiden itu menyebabkan sejumlah suporter jatuh ke bawah. Salah seorang di antaranya tampak digotong ke ruang medis karena pingsan, namun belum diketahui apakah yang bersangkutan menderita luka atau tidak.

Pada Minggu, The Jakmania mendapat kuota tiket mencapai 40 ribu. Padahal, kata Dicky, anggota aktif The Jakmania sebanyak 102.768 orang.

Artinya, masih ada 62.768 anggota The Jakmania yang tidak hadir saat peluncuran JIS pada Minggu. Untuk diketahui bahwa sehari sebelumnya atau pada Sabtu, Persija juga bertanding melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Patut dinanti bagaimana hasil evaluasi dari pengelola terkait pengaturan alur keluar-masuk penonton sebanyak itu. Seharusnya pada pertandingan kemarin, dibuatkan pengaturan mendetail mengenai duduk sesuai nomor kursi bagi penonton yang sudah membeli tiket.

Agar penonton terutama suporter klub tidak merangsek hingga ke kursi depan demi melihat klub yang dibelanya bertanding seperti dilansir Antara.

Karena Jakarta International Stadium atau stadion kita itu dibangun di atas janji, menyediakan stadion berkelas dunia bagi warga Jakarta. (aro)

Tags: dki jakartajis

Berita Terkait.

Cerah
Megapolitan

Akhir Pekan Ini Cuaca di Jakarta Cenderung Cerah dan Suhu Menghangat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:20
Mantan Pengacara Dipolisikan karena Diduga Lakukan PenipuanĀ 
Megapolitan

Mantan Pengacara Dipolisikan karena Diduga Lakukan PenipuanĀ 

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:31
Massa Gelar ‘Aksi Bela Al-Qur’an’ di Gedung OT Cengkareng, Ratusan Personel Dikerahkan
Megapolitan

Massa Gelar ‘Aksi Bela Al-Qur’an’ di Gedung OT Cengkareng, Ratusan Personel Dikerahkan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:04
BLU
Megapolitan

Perkuat Akses Pendidikan Tinggi, Universitas Budi Luhur Buka Penerimaan Mahasiswa Jalur RPL S1 dan S2

Jumat, 14 Agustus 2026 - 16:08
Pemusnahan
Megapolitan

Bea Cukai Bogor Musnahkan 10,2 Juta Batang Rokok Ilegal dan 642 Kilogram Tekstil

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:22
Aparat
Megapolitan

8.095 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Sidang Tahunan DPR/MPR dan Demo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:21

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1168 shares
    Share 467 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3738 shares
    Share 1495 Tweet 935
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.