• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

MenKopUKM Ajak Nelayan Berkoperasi Agar Tangguh Kelola Sektor Kelautan

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 19 Juli 2022 - 14:48
in Nasional
KemenKopUKM

MenKopUKM Teten Masduki (tiga dari kanan) dalam acara Munas IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) 2022 bertema Aksi Kolaboratif Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional Menuju Indonesia yang Mandiri, Adil, Makmur, dan Lestari, di Jakarta, Selasa (19/7). Foto: KemenKopUKM untuk INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mengajak para nelayan berkoperasi agar bisa tangguh dan kuat dalam mengelola sektor kelautan di Indonesia.

“Jangan sendiri-sendiri. Masuk dan bentuk koperasi agar bisa masuk skala ekonomi,” kata MenKopUKM, Teten Masduki, dalam acara Munas IV Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) 2022 bertema Aksi Kolaboratif Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional Menuju Indonesia yang Mandiri, Adil, Makmur, dan Lestari, di Jakarta, Selasa (19/7).

BacaJuga:

Dana Haji Tembus Rp180,72 Triliun, BPKH Raih Prominent Awards 2026

Kemendag Minta UMKM Manfaatkan Teknologi Digital dan Inovasi Produk

Piala Sedulur Purworejo Jadi Ajang Guyub Rukun 40 Paguyuban di Jabodetabek

Menteri Teten mencontohkan Koperasi Minosaroyo di Cilacap yang mampu mengelola penyediaan BBM hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) nelayan. “Hal yang sama dilakukan nelayan di Jepang, mereka bahkan bisa menjadi pemain utama perikanan dunia. Salah satu strategi mereka adalah memperkuat peran koperasi sehingga bisa memastikan akses pembiayaan, pasar, dan inovasi kepada para nelayan,” kata MenKopUKM.

Menteri Teten menjabarkan aneka program Korporatisasi Petani berbasis koperasi yang sudah digulirkan. Misalnya, ada 1.000 petani pisang berlahan sempit di Tenggamus (Lampung) yang bergabung dalam koperasi. Begitu juga dengan para petani sayur di Ciwidey (Kabupaten Bandung) yang tergabung dalam Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq.

Dalam ekosistem tersebut, koperasi menjadi offtaker yang membeli secara tunai produk yang dihasilkan para petani. Koperasi juga yang memasarkan produk petani. “Konsep Korporatisasi Petani ini yang akan kita terapkan untuk para nelayan di Indonesia,” kata Menteri Teten.

Lebih dari itu, kata Menteri Teten, koperasi bisa mengolah hasil nelayan agar memiliki nilai tambah. “Kita akan terus perkuat ekosistem UMKM lewat koperasi, agar ada kepastian harga dan pasar,” kata Menteri Teten.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir sepakat dengan MenKopUKM. Menurut dia, nelayan jangan jalan sendiri-sendiri, melainkan harus berkolaborasi. “Perlu ada kepastian produk untuk dibeli. Dan koperasi bisa menjadi offtaker,” kata Erick.

Selain itu, kata Erick, dengan nelayan terdaftar dalam koperasi, maka akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan BBM bersubsidi. “Pertamina akan menyalurkan BBM bersubsidi melalui koperasi, sehingga tepat sasaran,” kata Erick.

Erick juga berharap ada pengembangan ekonomi sektor kelautan di daratan, yakni budi daya ikan. “Harus segera dikembangkan. Karena, kalau mau dikorporatisasikan, harus ada standar produk, yaitu standar ikan,” kata Erick.

Sementara itu, Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Muhammad Zaini menyebutkan pihaknya sudah menggulirkan beberapa program pemberdayaan nelayan di Indonesia. Diantaranya, menjaga kesehatan laut dengan menerapkan penangkapan ikan di laut berbasis kuota.

“Penangkapan ikan terukur berbasis kuota diharapkan bisa lebih menyejahterakan nelayan,” kata Zaini.

Selain itu, kata Zaini, KKP juga sudah mengembangkan kampung-kampung nelayan di seluruh Indonesia. Tahun ini ditargetkan pengembangan kampung nelayan sebanyak 120 kampung. “Di dalamnya, mencakup pelatihan, modernisasi alat tangkap, hingga pemasaran produk yang dihasilkan,” kata Zaini.

Zaini mencontohkan Kampung Nelayan di Kepulauan Belitung yang sudah melakukan diversifikasi usaha sehingga produknya memiliki nilai tambah. “Saya mendorong hal ini, termasuk kuota tangkap ikan, dibagikan melalui koperasi. Jika nelayan bergabung dalam koperasi, akan lebih memiliki daya saing,” kata Zaini.

Peran KNTI

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Riza Damanik menjelaskan, KNTI sejak didirikan 14 tahun silam terus terlibat aktif dalam upaya meningkatkan kapasitas nelayan Indonesia, baik laki-laki dan perempuan, hingga untuk menjaga laut tetap sehat.

Beberapa peran dan langkah KNTI, diantaranya di Serdang Bedagai, Pekalongan, dan Indramayu, yang secara konsisten menanam mangrove dan memulihkan ekosistem pesisir Indonesia.

Ada juga KNTI Tarakan dan Tanjungbalai yang secara aktif menjaga agar laut tidak dirusak dengan alat tangkap merusak, seperti trawl. Begitu juga KNTI Medan, Semarang, Lombok Timur, dan Aceh Selatan, yang tidak lelah membantu nelayan agar semakin mudah mendapatkan BBM bersubsidi.

Selanjutnya, perempuan-perempuan nelayan dari KPPI Surabaya, Medan, Gresik, dan lainnya. Mereka ini perempuan-perempuan hebat yang berorganisasi dan meningkatkan nilai tambah produk perikanan.

“Tak ketinggalan, ada koperasi KNTI dari Surabaya yang ikhtiarnya adalah memperluas skala ekonomi usaha nelayan,” kata Riza.

Lebih dari itu, KNTI juga terlibat langsung dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga nelayan dan terlibat aktif mengawal kebijakan-kebijakan agar berpihak pada nelayan kecil dan tradisional.

Pasalnya, menurut Riza, nelayan kecil dan tradisional merupakan 96 persen dari total kekuatan nelayan Indonesia. “Inilah yang memastikan tersedianya pasokan ikan, baik untuk konsumsi maupun industri di Tanah Air,” kata Riza.

Bahkan, ikan inilah yang selanjutnya akan dikonsumsi ibu-ibu di tanah air ketika hamil sehingga janinnya kuat, anak-anak generasi ke depan lebih sehat dan intelegensianya lebih tinggi, hingga terhindar dari penyakit.

“Maka, memastikan nelayan kecil dan tradisional hidup sejahtera adalah bagian dari kepentingan besar bangsa kita. Juga, memastikan tidak ada masalah pangan, tidak ada masalah lapangan pekerjaan, tidak ada masalah kesejahteraan, dan tidak ada masalah lingkungan,” kata Riza.

Oleh karena itu, Riza juga menekankan pentingnya nelayan mendapatkan akses BBM yang mudah. Karena, 60 persen biaya melaut adalah komponen BBM.

“Kita juga memastikan agar akses nelayan terhadap perairan laut tetap terbuka. Tidak di kavling-kavling. Karena, tanpa laut tak ada nelayan. Tak ada ikan. Tak ada sumber protein hewani kita. Tak ada masa depan,” ucap Riza.

KNTI juga memastikan agar lingkungan perairan bersih dan sehat. Jika tidak segera mengendalikan pembuangan sampah ke laut, maka 2050 jumlah sampah di laut 4 kali lebih banyak dibanding ikannya. “Ini pasti ancaman. Apalagi, jika sampah plastik masuk ke dalam rantai makanan manusia,” kata Riza. (dan)

Tags: KemenKopUKMkntiKoperasiMenKopUKM Teten MasdukinelayanSektor Kelautan

Berita Terkait.

haji
Nasional

Dana Haji Tembus Rp180,72 Triliun, BPKH Raih Prominent Awards 2026

Minggu, 27 September 2026 - 06:06
mendag
Nasional

Kemendag Minta UMKM Manfaatkan Teknologi Digital dan Inovasi Produk

Minggu, 27 September 2026 - 04:14
guyub
Nasional

Piala Sedulur Purworejo Jadi Ajang Guyub Rukun 40 Paguyuban di Jabodetabek

Minggu, 27 September 2026 - 02:20
muti
Nasional

Bahan Ajar Literasi Keuangan Gratis, Kemendikdasmen Gandeng OJK

Minggu, 27 September 2026 - 00:30
cibinong
Nasional

Soal Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Kemenimipas Akui Ada Perbedaan Hasil Sidak

Sabtu, 26 September 2026 - 23:23
foto
Nasional

Pas Foto Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong Hilang, Kemenimipas Turun Tangan

Sabtu, 26 September 2026 - 22:02

OLAHRAGA

fortis
Olahraga

Fortis Series-II Hadirkan Panggung Prestasi Karate The Champion Beyond The Mat

Editor Folber Siallagan
Sabtu, 26 September 2026 - 22:12

INDOPOSCO.ID - Kompetisi karate tidak harus berhenti ketika atlet meninggalkan tatami. Melalui FORTIS Series-II National Open Karate Championship 2026, FORTIS...

SelengkapnyaDetails
Jadi Tersangka Korupsi, Aset Miliaran Rupiah Bupati Gowa Disita Polri

Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

Sabtu, 26 September 2026 - 13:09
Analis: MK Dihadapkan 2 Lapis Persoalan dalam Gugatan Gibran

Reaksi Ole Romeny Usai Indonesia Tekuk Singapura di FIFA ASEAN Cup

Sabtu, 26 September 2026 - 11:10
laga

Laga Pembuka FIFA ASEAN Cup 2026, 3.582 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 25 September 2026 - 17:36
Demi Kemanusiaan, DPR Dorong Basarnas Lanjutkan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Jelang Indonesia vs Singapura, John Herdman Bicara Soal Risiko Permainan Kaku

Jumat, 25 September 2026 - 11:54

BERITA POPULER

  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3795 shares
    Share 1518 Tweet 949
  • Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1029 shares
    Share 412 Tweet 257
  • Soal Klaster Mewah di Lapas Cibinong, Pakar Hukum Minta Menteri Imipas Terima Sanksi

    1006 shares
    Share 402 Tweet 252
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    990 shares
    Share 396 Tweet 248
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    932 shares
    Share 373 Tweet 233
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.