• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Gebug Ende, Tarian Khas Minta Hujan di Bali

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Minggu, 3 Juli 2022 - 22:46
in Nusantara
gebug

Atraksi gebug ende yang ditampilkan di untuk memeriahkan ajang Jantra Tradisi Bali di Denpasar, Sabtu (2/7/2022). ANTARA/Ni Luh Rhismawati.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Murtirupa (demonstrasi) tradisi memohon hujan Gebug Ende, khas Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, Bali ditampilkan di Lapangan Puputan Margarana Denpasar untuk memeriahkan ajang Jantra Tradisi Bali.

“Dari cerita turun-temurun yang kami terima dan warisi, biasanya dipentaskan pada saat setelah Usaba Kaja atau Usaba di Pura Puseh,” kata Gede Nala Antara, salah satu tokoh Desa Seraya, disela-sela demonstrasi tersebut, Sabtu.

BacaJuga:

32 Jemaah Haji Aceh Terdampak Banjir dan Terlilit Utang Terima Bantuan, Wamenhaj: Ini Bentuk Kehadiran Negara

Paripurna DPR Sahkan 15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Jadi Usul Inisiatif

Bea Cukai Sibolga dan Subdenpom I/2-3 Padangsidimpuan Gagalkan Pengiriman 80 Ribu Batang Rokok Ilegal melalui Armada Travel

Gebug Ende, lanjut Nala Antara, biasanya dipentaskan setelah ritual Usaba Kaja atau Usaba di Pura Puseh Desa Seraya pada Sasih Kapat (bulan keeempat dalam penanggalan Bali) yang memang di saat musim kemarau, supaya hujan segera turun.

Demonstrasi Gebug Ende atau “perang” menggunakan rotan yang dilengkapi dengan tameng tersebut dibawakan oleh 10 pasang pemuda dari Sanggar Seni Tridatu, Desa Seraya yang diiringi dengan gamelan.

“Di desa kami, ketika pemain Gebug Ende sampai berceceran darah, darahnya dipercaya dapat mendatangkan hujan di saat musim kemarau,” ucap Nala Antara yang juga kurator Pesta Kesenian Bali ke-44 itu.

Menurut dia, tradisi yang diyakini untuk memohon hujan ini tentunya bersesuaian dengan tema PKB pada 2022 yakni Danu Kerthi: Huluning Amretha (Memuliakan Air Sumber Kehidupan). Jantra Tradisi Bali menjadi bagian dari pelaksanaan PKB Era Baru.

Nala Antara menyampaikan, berdasarkan penuturan dari para leluhur Desa Seraya sebelumnya, dikatakan lahirnya Gebug Ende bermula dari perang antara Kerajaan Karangasem untuk menaklukkan Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, sekitar abad ke-17.

Ketika itu, pimpinan kerajaan dan mahapatih, disertai prajurit utamanya Soroh Petang Dasa (40 prajurit andalan) akhirnya berhasil menaklukkan Lombok.

Untuk meluapkan rasa suka citanya memenangi perang, Soroh Petang Dasa itu menari-nari dengan tameng dan senjatanya. “Soroh Petang Dasa ini memang terkenal kekebalannya dan tidak mempan senjata apapun,” kata Nala yang juga dosen Universitas Udayana itu.

Setelah pulang ke Bali, tari Gebug Ende itu terus dipakai sebagai bentuk keberhasilan menaklukkan Sasak.

Baca Juga: 2 Juli Ditetapkan Jadi Hari Adat Melayu Jambi

“Seiring waktu, tarian ini dipergunakan sebagai latihan perang-perangan dan dilakukan saat masa senggang, pada musim kemarau. Kemudian, muncullah kepercayaan ketika Gebug Ende ini ditarikan pada saat musim panas untuk memohon hujan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Sanggar Seni Tridatu Komang Nisma mengatakan Gebug Ende yang ditampilkan tersebut merupakan Gebug Ende Kreasi.

Nisma menambahkan, untuk prosesi Gebug Ende di Desa Seraya, setiap peserta dalam mencari pasangannya itu secara spontanitas/Namun, karena yang ditampilkan dalam Jantra Tradisi Bali untuk pementasan, sehingga setiap peserta dengan pasangannya telah disiapkan.

Selain itu juga ditambah dengan penampilan para penari perempuan untuk membawakan prosesi persembahyangan.

Untuk aturan permainan Gebug Ende, kata Nisma, tidak boleh memukul dari bagian pinggang ke bawah, tetapi yang diperbolehkan dari pinggang ke atas.

“Melalui acara ini, kami juga ingin mengenalkan Gebug Ende sebagai permainan sekaligus olahraga tradisional,” katanya.

Tak hanya untuk kepentingan memohon hujan, tradisi Gebug Ende juga kerap dipertontonkan saat perayaan HUT Kemerdekaan RI. (bro)

Tags: baliGebug EndeTarian Khas Minta Hujan

Berita Terkait.

32 Jemaah Haji Aceh Terdampak Banjir dan Terlilit Utang Terima Bantuan, Wamenhaj: Ini Bentuk Kehadiran Negara
Nusantara

32 Jemaah Haji Aceh Terdampak Banjir dan Terlilit Utang Terima Bantuan, Wamenhaj: Ini Bentuk Kehadiran Negara

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:15
Puan
Nusantara

Paripurna DPR Sahkan 15 RUU Kabupaten/Kota di Kalimantan Jadi Usul Inisiatif

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:08
Rokok
Nusantara

Bea Cukai Sibolga dan Subdenpom I/2-3 Padangsidimpuan Gagalkan Pengiriman 80 Ribu Batang Rokok Ilegal melalui Armada Travel

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:26
Petugas
Nusantara

Bea Cukai Perkuat Pengawasan Harga Eceran Rokok di Sampit dan Kendari

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:05
Kuliah-Umum
Nusantara

Bea Cukai Edukasi Mahasiswa Malang dan Pangkalpinang Soal Kepabeanan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:43
Melalui Pelatihan di Kalsel, AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Perkuat Sawit Berkelanjutan
Nusantara

Melalui Pelatihan di Kalsel, AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Perkuat Sawit Berkelanjutan

Senin, 29 Juni 2026 - 20:11

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    Hasil Piala Dunia 2026: Kalah Telak dari Prancis, Pelatih Norwegia Sengaja Simpan 10 Pemain Andalan

    1643 shares
    Share 657 Tweet 411
  • Hasil Piala Dunia: Portugal Libas Uzbekistan 5-0, Martinez Sanjung Habis Cristiano Ronaldo

    1696 shares
    Share 678 Tweet 424
  • Hasil Piala Dunia Grup F: Jepang-Swedia Dampingi Belanda ke Fase Gugur

    1089 shares
    Share 436 Tweet 272
  • Piala Dunia 2026: Nagelsmann Ungkap Penyebab Kekalahan Jerman dari Ekuador

    1020 shares
    Share 408 Tweet 255
  • Hasil Piala Dunia: Ronaldo Pimpin Portugal Berpesta, Inggris Kehilangan Taji di Hadapan Ghana

    1727 shares
    Share 691 Tweet 432
Hasil Piala Dunia: Singkirkan Pantai Gading, Norwegia Tantang Brasil di 16 Besar
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Singkirkan Pantai Gading, Norwegia Tantang Brasil di 16 Besar

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 1 Juli 2026 - 08:48

INDOPOSCO.ID – Norwegia memastikan tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Pantai Gading dengan skor tipis 2-1...

SelengkapnyaDetails
Konsep Otomatis

Singkirkan Belanda, Mazraoui Tegaskan Maroko Layak Diperhitungkan di Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:17
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Koeman Ogah Bahas Masa Depannya Usai Belanda Tersingkir di Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:52
Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Jadwal 32 Besar Piala Dunia: Norwegia, Prancis dan Meksiko Main, Lawannya Berat

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:42
Pemain-Maroko

Hasil Piala Dunia: Bounou Jadi Pahlawan, Maroko Pulangkan Belanda via Tos-tosan

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:23
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.