• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Keliling Dunia di Madiun

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Rabu, 29 Juni 2022 - 08:05
in Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Azrul Ananda

INDOPOSCO.ID – Saya sempat punya pengakuan kepada Wali Kota Madiun, Pak Maidi, ketika bertemu beliau. Keluarga Abah saya berasal dari kawasan itu, tapi saya sangat jarang menyebutnya.

BacaJuga:

Tuai Penolakan! MUI Minta Negara Tak Lagi Diam, LGBT Harus Direhabilitasi

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Kalau pun sering ke sana, biasanya hanya cepat-cepatan. Kalau ada meeting ya datang lalu langsung pulang ke Surabaya. Kalau pun latihan gowes endurance, ya hanya mampir sekelebat. Makan lalu langsung gowes balik Surabaya (total 320-an km). Atau, makan sejenak lalu langsung lanjut naik ke Sarangan (total 200 km).

Dulu, kalau gowes ke Madiun, paling hanya foto di depan kereta api kecil di pintu masuk kota. Itu saja. Untuk jadi “syarat” bahwa sudah sampai di Madiun.

Itu dulu. Dalam dua tahun terakhir, saya mengakui ke beliau kalau diam-diam saya terkejut dengan perubahan drastis Madiun. Masuk kotanya langsung memberi kesan “wow.” Jadi ingin berhenti-berhenti. Teman-teman saya juga ingin foto di sana-sini.

Trotoarnya lebar-lebar, rapi, bersih, dan rindang. Tempat-tempat duduk –lengkap dengan meja– tersebar di berbagai penjuru kota. Orang bukan hanya bisa jalan-jalan nyaman, tapi juga duduk-duduk dengan asyik bersama teman atau keluarga.

Tempat duduk dan meja paling berkesan buat saya adalah yang terletak di Jalan Pahlawan, tepat di depan Balai Kota Madiun. Orang bisa duduk, berfoto, dengan latar belakang Balai Kota. Kalau naik sepeda, bisa sandarkan sepeda di meja, duduk, lalu berfoto di depan situ sebagai penanda sudah gowes sampai Madiun.

Waktu ngobrol di lokasi itu, saya sampaikan ke Pak Maidi, saya sangat menyukai filosofi tempat duduk dan meja itu. Karena itu memaksa gedung di latar belakangnya (Balai Kota) untuk selalu terlihat bagus. Karena kalau wibawa gedung itu hilang, maka fotonya akan “buruk” dengan sendirinya.

Pak Maidi lantas mengajak saya menyeberang jalan. Melihat kawasan “Galeri 6 Negara.” Masih belum jadi, tapi akan segera jadi. Ada Patung Merlion ala Singapura di situ. Di depannya ada tangga turun, menuju sebuah “terowongan.” Masih belum jadi, tapi akan ada tempat wisata menarik di bawah situ. Orang bisa naik perahu, atau jalan kaki, menuju bagian lain kota. Maaf, ke “negara lain” di tengah kota. Semua di “bawah tanah,” di bawah jalanan dan bangunan di tengah kota.

Di seberang jalan ada replika Kabah, sedang dibangun replika Madinah. Di belakangnya, sedang dibangun replika Menara Eifel. Nantinya, akan ada enam negara yang terwakili di situ. Singapura, Arab Saudi, Prancis, Inggris, Belanda, dan –yang keenam dan terpenting– Indonesia. Di sekelilingnya ada galeri UMKM, menjual produk-produk asli Madiun.

Biasanya, kalau membangun seperti ini, meleset sedikit saja bisa terkesan tidak keren. Pak Maidi tampak sangat berupaya agar itu tidak terjadi. Mantan guru geografi, beliau bilang selalu mengawasi sendiri, memastikan supaya segalanya sesuai ekspektasi.

Pak Maidi benar-benar ingin menyiapkan masa depan untuk Madiun, menjadikannya kota wisata unik. Dia ingin ada lima juta pengunjung setiap tahunnya ke Madiun. Dan yang saya suka, beliau tidak muluk-muluk dulu dalam mengincar wisatawannya.

Ada sebelas kota/kabupaten di sekitar Madiun, dengan populasi lebih dari sepuluh juta orang. Mereka itu dulu yang harus diutamakan untuk senang ke Madiun. Baru kemudian kota-kota besar yang sekarang dengan mudah bisa menjangkau Madiun. Berkat jalan tol, hanya butuh dua jam (atau kurang) dari Surabaya ke Madiun. Kalau dari Solo, tidak sampai satu jam. “Hanya 45 menit dari Solo,” tegasnya.

Pak Maidi bilang, bagi warga sekitar yang belum punya paspor dan ingin merasakan ke luar negeri. Bisa mencicipinya di tengah kota Madiun!

Puluhan event juga sudah disiapkan sang wali kota. Salah satu yang saya pasti berminat ikut: Madiun Lawu Challenge. Acara gowes menanjak dari Madiun ke Cemoro Sewu. Tapi event itu pun bukan sekadar untuk yang serius. Pak Maidi, beserta Ketua ISSI Madiun Faizal Rachman, memastikan masyarakat setempat juga menikmatinya.

Jadinya, event tiga hari itu punya tiga “target segmen” yang jelas. Pada Jumat 15 Juli, ada fun bike untuk warga, membuat masyarakat antusias dengan olahraga sepeda.

Sabtu 16 Juli, ada acara menantang untuk penghobi serius, menanjak ke Cemoro Sewu. Pada Minggunya, 17 Juli, ada balapan criterium untuk atlet mengejar prestasi.

Masyarakat senang, penghobi/turis senang, atlet senang. Trifecta! Pemkot juga menyiapkan rute sepeda, menghampiri tempat-tempat wisata atau kuliner di sekitar kota. Sepeda, tampaknya, akan jadi salah satu kunci pengembangan kota ini ke depan. Seperti layaknya kota-kota di negara-negara maju sekarang. Dampak positifnya bukan sekadar kesehatan, tapi juga tantangan kota modern masa depan, seperti polusi. “Sekarang, setiap Jumat, pegawai pemkot saya wajibkan naik sepeda ke kantor,” tegasnya.

Madiun, tampaknya, bakal siap melejit selepas tantangan pandemi ini. Di saat banyak daerah/wilayah mungkin struggle menuju normal, Madiun sudah siap takeoff berkat manajemen kota yang handal selama masa “sulit.” Buktinya, pertumbuhan kotanya di era pandemi merupakan yang terbaik di Jawa Timur, dan salah satu yang terbaik di Indonesia.

Penasaran rasanya melihat Madiun ke depan. Apalagi pengembangan dan kejutan yang akan dilakukan Pak Maidi dan jajarannya.

Tapi, dari semua hal seru yang beliau tunjukkan, tetap ada hal-hal kecil, atau ucapan simple, yang selalu membuat saya takjub terhadap seseorang. Momen itu terjadi saat kami berdiri di trotoar lebar di depan Balai Kota.

Pak Maidi menyebut dia bangga dengan warga Madiun, yang dia sebut bersikap begitu luar biasa, mau ikut berpartisipasi aktif membawa kota ini ke arah yang lebih maju.

Indikasinya sangat sederhana. Pak Maidi menunjuk lampu-lampu kecil yang terpasang di setiap pohon di trotoar. “Tidak ada satu pun lampu-lampu itu yang hilang atau dicuri,” pungkasnya. (*)

Tags: Azrul AnandajatimMadiunwali-kota

Berita Terkait.

LGBT
Nasional

Tuai Penolakan! MUI Minta Negara Tak Lagi Diam, LGBT Harus Direhabilitasi

Senin, 22 Juni 2026 - 09:10
Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa
Nasional

Jangan Cuma Bergelar, Guru Besar Ditantang Jadi Mesin Solusi Bangsa

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:36
Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis
Nasional

Sekolah Rakyat Tak Berhenti di Bangku SMA, 35 Lulusannya Dijamin Kuliah Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 - 22:01
Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih
Nasional

Kekeringan Meluas, Daerah Bekasi, Banjarnegara dan Bima Mulai Krisis Air Bersih

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:31
Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi
Nasional

1.035 Prajurit Infanteri Resmi Sandang Baret Usai Ikuti Prosesi Pembaretan di Pantai Jangkar 

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:51
AI Makin Canggih, Menaker Ingatkan SDM Tak Cukup Jago Teknologi
Nasional

FFI 2026 Bergulir, Penguatan Ekosistem Perfilman Masih Jadi PR Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:01

BERITA POPULER

  • Kejagung Bongkar Isi WhatsApp, Sony Sonjaya Sebut 41 Nama Peminta Titik Dapur MBG

    Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1130 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7146 shares
    Share 2858 Tweet 1787
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
  • Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

    823 shares
    Share 329 Tweet 206
Salah
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Comeback, Mesir Bekuk Selandia Baru dan Rebut Puncak Klasemen

Editor Nelly Marinda Situmorang
Senin, 22 Juni 2026 - 12:03

INDOPOSCO.ID - Mesir menunjukkan mental juara saat membungkam Selandia Baru dengan skor 3-1 pada laga kedua Grup G Piala Dunia...

SelengkapnyaDetails
Trossard

Hasil Piala Dunia 2026: Ditahan Imbang Iran, Lini Serang Belgia Kurang Efektif

Senin, 22 Juni 2026 - 10:41
Yamal

Libas Arab Saudi 4-0, Yamal Sebut Spanyol Sudah Temukan Ritme Permainan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:39
Helio-Varela

Hasil Piala Dunia: Pertahanan Buruk Bikin Uruguay Gagal Menang Atas Tanjung Verde

Senin, 22 Juni 2026 - 07:55
Oyarzabal

Hasil Piala Dunia: Spanyol Bantai Arab Saudi, VAR Selamatkan Belgia dari Kekalahan

Senin, 22 Juni 2026 - 07:45
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.