• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Upacara Baijiu

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 17 Mei 2022 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Meiling sudah tahu. Saya tidak bisa ikut ”upacara” setelah makan seperti itu. Terlalu panjang. Terlalu lama. Terlalu malam. Saya harus mengatur istirahat.

BacaJuga:

Weda Bay

Bali Lombok

Rocky Gerung

“Biar mereka happy-happy di sini. Anda saya antar pulang ke hotel. Besok pagi-pagi kan harus senam,” ujar Meiling. Ia pun pamit suaminyi. Juga pamit teman-temannyi itu. Dia yang mengemudikan mobil Bentley suaminyi. Seharga Rp 18 miliar.

Upacara seperti itu sebenarnya sudah sangat biasa saya ikuti –secara pasif. Di Singapura. Di Hongkong. Di Taiwan. Di banyak kota di Tiongkok.

Awalnya mereka hanya memesan anggur merah: wine. Saat mulai makan. Satu botol. Dituangkan ke gelas khusus wine masing-masing. Gelas itu pun diangkat. Saling bersulang.

Saya selalu menyentuhkan gelas saya lebih rendah dari gelas mereka: berisi air putih. Itu sebagai penanda saya lebih junior –di bidang ini. Juga penanda saya lebih menghormati mereka.

Sebagian dari mereka membalas sopan santun itu. Dengan cara lebih merendahkan posisi gelas mereka. Saya kembali merendahkan lagi gelas saya. Mereka juga kembali merendahkan gelas mereka.

Begitulah adat mereka.

Boleh dikata, setiap selesai menyuap satu sendok salah satu dari mereka mengajak bersulang. Satu sendok lagi, yang lain yang mengajak bersulang. Sekali makan begini bersulangnya bisa 50 kali.

Satu botol itu pun habis. Datang lagi botol berikutnya. Sebagai wartawan, saya kurang cermat: tidak menghitung berapa botol yang sudah mereka minum.

Begitu makanan habis. Dipesanlah botol jenis lain. Baijiu. Spirit. Arak. Warna bening. Gelas pun diganti yang kecil. Diisi es batu. Bai jiu pun dituangkan. Sekali teguk. Gan bei!

Lalu diisi lagi. Dituangkan lagi. Sambil terus ngobrol. Teguk lagi. Ngobrol lagi. Gan bei lagi. Sebagian wajah mereka mulai memerah. Ada juga yang tidak. Yang tidak merona itu pertanda lebih kuat.

Saya bagian menuangkannya. Daripada ikut meminumnya. Es batu habis. Mangkuk penuh es batu berikutnya disajikan. Ini pertanda satu botol itu bukan yang terakhir.

Pasti. Bukan. Salah satu dari mereka pun berdiri. Menghilang. Sesaat kemudian ia datang lagi. Ada botol besar di tangannya.

Botol itu besar! Tapi isinya tidak penuh. Seperti sudah berkurang sepertiga. Ternyata ia mengambil botol itu dari tempat penyimpanan Baijiu di restoran itu. “Ini restoran milik anggota klub. Saya anggota di sini. Boleh titip minuman di sini,” katanya.

Saya lihat restoran ini bintang lima. Lokasinya di tengah-tengah lapangan golf. Ini club house.

Rupanya teman itu lama tidak ke sini. Selama pandemi. Setelah Covid, inilah kali pertama ia ke restoran ini. “Sudah lebih 2 tahun tidak makan dan main main golf di sini,” katanya. “Berarti, minuman ini sudah lebih dua tahun disimpan di sini?” tanya saya.

“Sudah enam tahun,” jawabnya. Ia lantas menunjukkan tulisan di botol itu. Ada nama pemiliknya. Ada tanggal berapa pertama dititipkan di situ.

Pada 2016. Saya pun mulai siap-siap mental. Harus menemani mereka sampai menghabiskan 2/3 botol itu. Untunglah Meiling menyelamatkan saya. Biasanya Robert Lai yang jadi juru selamat. Robert belum berani keluar rumah. Demi istrinya yang kalau sampai kena Covid akan fatal sekali.

Keesokan harinya saya dijemput si penitip botol. “Tadi malam, isi botol itu habis? Atau masih ada sisa untuk disimpan lagi?” tanya saya. “Habis,” jawabnya.

“Apakah disimpan selama enam tahun tidak berubah rasa?” tanya saya lagi. “Sepanjang disimpan di botol kaca atau botol keramik tidak akan bisa berubah,” jawabnya.

Sepanjang pengalaman saya, ”upacara” seperti itu paling meriah di Taiwan. Paling sunyi di Jepang. Tengah-tengahnya Singapura.

Di Taiwan, ”upacara” seperti itu riuhnya bukan main. Selesai satu tegukan diikuti permainan kalah-menang. Pakai dua tangan. Jari digenggam atau jari dibuka. Tebak-tebakan. Sambil bicara-bicara keras. Tertawa keras.

Itulah cara mereka meraih kebahagiaan. Kerja keras, minum keras, tertawa lepas. Putin dan Zelenskyy mestinya ikut cara Taiwan itu saja. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Hari Ini Tidak Ada Komentar Pilihan

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2716 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.