• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Taruhan Draf

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 26 April 2022 - 08:00
in Disway
disway

disway

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ini hari ketiga setelah Presiden Jokowi mengumumkan larangan total ekspor minyak sawit. Harga minyak goreng di pasar masih bervariasi. Ada yang turun sedikit. Ada yang naik sedikit –seperti dikutip CNN Indonesia dari pasar di Bekasi kemarin.

Sambutan umum sangat menggembirakan. “Ini baru presiden,” tulis salah satu komentar di Disway memuji ketegasan larangan ekspor itu. “Beliau ternyata bukan hanya petugas partai. Juga tidak bisa disetir oligarki,” tambahnya.

BacaJuga:

Weda Bay

Bali Lombok

Rocky Gerung

Reaksi petani sawit sebaliknya. “Presiden juga harus memikirkan yang terkait dengan petani sawit. Yang jumlahnya mencapai 5 juta orang,” tulis komentar dari Sumatera. Mereka merasa terancam dengan larangan ekspor itu. Harga jual tandan sawit bisa jatuh.

Besok adalah hari keempat. Lusa, Anda tahu: hari kelima. Saya akan terus melihat perkembangan harga minyak goreng. Terutama ketersediaannya. Kalau sampai lusa masih belum berubah, berarti larangan ekspor total itu berlaku.

Mulai 28 April 2022. Dan akan terus berlaku. “Sampai minyak goreng melimpah di dalam negeri,” seperti dikatakan sendiri oleh Presiden Jokowi.

Soal ketersediaan, rasanya sudah mulai cukup. Di pasar-pasar. Juga di supermarket. Tapi harganya yang belum cukup. Menandakan minyak goreng belum melimpah.

Mungkin harus sabar. Peraturannya lagi disusun. Anda bisa membayangkan: betapa sibuk para pejabat eselon satu dan eselon dua sekarang ini. Khususnya di kementerian perdagangan. Dan di kementerian perindustrian. Juga di kementerian hukum dan HAM.

Merekalah yang dalam praktiknya menjadi ”dapur” penyusun konsep peraturan yang akan diterbitkan. Bunyinya bagaimana.

Berapa pasal. Sesuai nggak dengan keputusan lisan Presiden Jokowi. Draf itu lantas diajukan ke atas. Dikoreksi. Mungkin juga dimintakan petunjuk. Lalu diperbaiki –kalau masih ada yang harus diperbaiki.

Setelah itu barulah diparaf oleh banyak pejabat eselon satu. Untuk diajukan ke atas. Untuk dimintakan tanda tangan. Rasanya tidak mungkin Presiden Jokowi sendiri yang tanda tangan. Juga tidak mungkin salah satu menko –karena sifat menko yang koordinatif.

Rasanya Menteri Perdagangan Mohammad Lutfi yang harus tanda tangan. Atau cukup direktur jenderal di bawahnya.

Tentu rapat-rapat di eselon satu dan eselon dua seperti maraton. Perkiraan saya: jalannya rapat itu seru sekali. Mereka tidak mungkin menyusun draf yang bisa sepenuhnya seperti yang diucapkan Presiden Jokowi di video yang diterbitkan Istana Kepresidenan itu.

Mungkin mereka sedang merumuskan kompromi. Antara keinginan presiden dengan realitas di lapangan. Juga dengan kebutuhan negara akan devisa.

Di jalan pikiran mereka, mungkin, yang penting keinginan presiden bisa terpenuhi. Yakni, harga minyak goreng di dalam negeri turun. Kalau perlu tanpa ada larangan ekspor –apalagi secara total. Mengapa tidak. Yang penting harga turun. Sebelum tanggal 28 April. Dan melimpah.

Kompromi itu bisa saja begini: ekspor dilarang sementara, khusus untuk minyak goreng. Tidak termasuk CPO. Sampai harga turun. Atau: ekspor minyak goreng pun tidak dilarang. Cukup dikurangi: antara 10 sampai 20 persen. Dengan asumsi pengurangan itu sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Itu perkiraan saya. Tentu saya tidak berani menantang pembaca Disway untuk taruhan: beranikah mereka membuat peraturan yang tidak seperti dikatakan presiden ke publik? Ini bulan puasa. Bukan bulan untuk bertaruh.

Yang tidak kalah pusing adalah: bagaimana merumuskan kata-kata presiden “sampai minyak goreng melimpah”.

Ukurannya apa? Tentu, harga. Tidak mungkin dikatakan sudah melimpah kalau harga masih tinggi. Maka tim pembuatan konsep keputusan itu pun akan berdebat: harga berapa yang dianggap sudah turun itu. Kembali ke harga Desember 2021? Harga Januari? Harga Maret?

Saya pun kembali menebak. Mereka akan merumuskan begini: harga turun itu bila sudah menjadi Rp 14.000/kg. Itu untuk minyak goreng curah. Sedang yang kemasan tidak akan mereka atur.

Apa pun, peraturan itu sudah harus diterbitkan tanggal 27 April. Berarti besok, draf itu sudah harus final. Ada waktu satu hari lagi untuk finishing. Mungkin, hari-hari ini, mereka tidak sempat berbuka bersama keluarga. Pulang pun menjelang sahur. Nama presiden sedang mereka pertaruhkan. (*)

Atas permintaan Abah, mohon diselipkan kalimat berikut di akhir tulisan (disertai backlinknya): Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Tanpa Sapujagat

Mister Xi

Komentar2 tidak dihapus,,,, hanya Ter- hidden (display : none),,,,, Berikut ini hasil analisa inyong :

Aji memblokir javascript di browser nya,,, sehingga bisa mlakukan “paste’.

Nah,,, iseng2 si Aji,,,, memasukan script dalam kolom komen,,,,,

Sedangkan akhir2 ini,,,, admin sering menyisipkan google ads di antara koment satu dengan lainnya,,,, yg itu juga memerlukan script,,,, makanya admin “enabling script on comment’.

Wakakkakakaaa

No Name

Ternyata Abah butuh beberapa kali diingatkan. Sebelum Er Gham ngomong, saya sdh bilang, “ketika CPO internasional naik di NKRI harga mati harganya Rp 28.000 per kg sementara di Malaysia cuma Rp. 8.500; ketika minyak bumi turun di NKRI harganya Rp. 6.500-an sementara di Malaysia cuma Rp 4.000-an (sekitar Rp.4.300) dan di Amerika cuma $ 2,5 per gallon.” NKRI tidak punya sistem, semuanya tergantung ke superhero. Akhirnya superhero itu diusulkan 3 periode (seperti nasi padang pakai tambuah ciek!). Padahal George Washington dari awal kemerdekaan Amerika sdh mendorong ke sistem dan menghindari superhero, demikian juga Nelson Mandela, dia menghindari tambuah meskipun makan nasi padang sebelum ketemu Xanana. Coba hitung! Kita ketinggalan berapa tahun? Kalau cuma dibandingkan ke Afrika Selatan kita tertinggal puluhan tahun, kalau ke Amerika?

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Moral Pusbatara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Hadi-Tj
Olahraga

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Editor Juni Armanto
Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48

INDOPOSCO.ID - Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Hadi Tjahjanto menyebut negara-negara di Eropa sebagai pesaing terberat kontingen karate...

SelengkapnyaDetails
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07
bri

Jelang MotoGP Mandalika, BRI Latih 500 Volunteer Kelola Sampah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:19
Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid

Sentuhan Magis Pertamina di Bandara Lombok: Antarkan Semarak MotoGP Langsung Saat Mendarat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:23

BERITA POPULER

  • Todotua

    Asian Games 2026 Ditutup Manis, Kontingen Indonesia Bawa Pulang 39 Medali dan Catat Hasil Optimal

    2716 shares
    Share 1086 Tweet 679
  • Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1056 shares
    Share 422 Tweet 264
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Cetak 5 Gol ke Gawang Bangladesh, Mitchell Baker Samai Rekor Iswadi Idris

    1212 shares
    Share 485 Tweet 303
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    885 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.