• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Petani Milenial asal Pacitan Raup Manisnya Untung dari Gula Aren

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 24 Maret 2022 - 09:11
in Ekonomi
petani milenial

Mega (kanan), perempuan asal Desa Temon Arjosari Pacitan ini berhasil mengolah dan mengemas gula aren menjadi komoditi yang mampu menembus pasar dalam negeri hingga Turki sebagai salah satu tujuan ekspornya

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pandemi covid 19 yang menghantam dunia selama 2 tahun ini membawa dampak positif pada gaya hidup masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia. Kesadaran akan pentingnya kesehatan mengubah pola fikir masyarakat untuk mengutamakan sehat dengan rajin berolah raga, istirahat cukup dan yang paling utama adalah mengkonsumsi pangan lokal.

Salah satu yang banyak diburu saat ini adalah gula aren. Pemanis tradisional yang terbuat dari nira pohon aren, dengan warna cenderung kecokelatan dengan aroma khas ini memiliki rasa lebih manis dibandingkan dengan gula lainnya.

BacaJuga:

Jaga Ekosistem Pesisir, NNA Gandeng Dus Duk Duk Tanam 525 Bakau di Pulau Pari

BTN Bidik Kredit Non-Perumahan 30 Persen pada 2030 Lewat Strategi Beyond Mortgage

Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

Adalah Mega, demikian ia biasa disapa, perempuan asal Desa Temon Arjosari Pacitan ini berhasil mengolah dan mengemas gula aren menjadi komoditi yang mampu menembus pasar dalam negeri hingga Turki sebagai salah satu tujuan ekspornya.

Baca Juga : Barang Mewah Untuk Isteri Ini Nggak Bikin Kantong Suami Jebol

Berawal dari efek pandemi, usaha ini dijalani karena dipaksa keadaan. Mega dan suaminya dulu adalah seorang perantau di Pulau Kalimantan, kemudian pulang ke Pacitan. Namun, karena pandemi Mega terganjal syarat-syarat administrasi ditambah biaya tiket yang makin mahal. Akhirnya Mega memutuskan menetap di Pacitan.Melihat potensi aren yang melimpah di kabupaten Pacitan mendorong mega untuk kembali mengembangkan usaha yang telah banyak dikelola oleh masyarakat.

Gusti Ayu Ngurah Megawati, demikian nama lengkap sosok millennial yang ramah ini merupakan salah satu penerima manfaat program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) yang merupakan program kerjasama Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang fokus pada pemberdayaan pemuda pedesaan untuk menjadi petani serta wirausaha muda pertanian. Tak hanya itu, srikandi asal pacitan ini juga menjadi salah satu Duta Petani Milenial (DPM) Kementan RI.

Kementan memang terus mencetak petani-petani muda atau milenial. Anak-anak muda inilah yang diharapkan mampu melaksanakan pertanian modern yang merupakan kunci peningkatan produktivitas.

“Harapannya melalui petani-petani milenial itu akan muncul inovasi-inovasi yang mendorong pertanian modern” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, menyatakan jajarannya siap mewujudkan apa yang menjadi amanat dari Menteri Pertanian.

“Kami gerakkan ribuan petani milenial di banyak daerah melalui balai pelatihan pertanian serta politeknik pembangunan pertanian dengan harapan akan cepat muncul kader-kader petani muda inovatif, terampil, jago memasarkan dan berwawasan digital,” tegas Dedi.

Perihal gula aren, Dedi Nursyamsi mengatakan Kementan akan terus mendorong pengembangan gula kelapa dan gula aren.

“Sebenarnya jangan terlalu banyak mengandalkan gula tebu. Jadikan peluang untuk mengembangkan gula kelapa. Pohon kelapa kita kan banyak tersebar. Kurangi impor gula, beralih ke gula aren dan kelapa yang memiliki potensi luar biasa dan juga lebih sehat. Peluang ini kiranya harus dimanfaatkan oleh petani serta wirausaha milenial kita. Ini merupakan peluang pasar yang akan menghasilkan cuan,” ujarnya.

Ditemui di lokasi usahanya, Mega pun memaparkan awal mula ia memulai usaha yang telah berkembang pesat meski belum genap 2 tahun ini.
“Satu dusun itu banyak pohon aren, muncul ide, gula aren yang biasanya dijual di pasar tradisional kenapa nggak kita diversifikasi produk, dikemas cantik dan diberi label. ebanyakan pesanan produksi gula aren kami malah dari luar Pacitan karena kami aktif jual di olshop,” jelasnya.

Untuk memperluas usahanya ia membentuk kelompok. Dukungan pemerintah Kabupaten dan Kementandirasakannya sangat membantu di dalam memberikan fasilitas kemudahan perijinan dan edukasi sampai ia mampu membentuk usahanya sendiri CV Temon Agro Lestari.

“Dan yang surprise itu saat kami terpilih menjadi penerima manfaat kompetitif program YESS dari Kementan yang membuat usahanya semakin moncer,” ucapnya.

Mega bersyukur mendapatkan hibah kompetitif program YESS di tahun 2021 dimana modal hibah itu Ia belanjakan untuk pembelian alat produksi dan alat pendukung pemasaran guna pengembangan kapasitas dan jenis produksi gula arennya.

“Beberapa pengadaan alat produksi telah direalisasikan sejak akhir tahun 2021 , yang sebelumnya pembuatan Gula aren semut secara manual saat ini mulai diproduksi secara massal menggunakan alat produksi kekinian. Program YESS jelas sangat membantu untuk peningkatan kapasitan dan kwalitas produk gula aren Temon. Beberapa produk varian Gula aren Temon mulai dilirik oleh pasar luar negeri dan saat ini untuk rumah produksi gula aren Temon lebih fokus ke peningkatan legalitas salah satunya ikut serta dalam program SNI dan BPOM MD. Alhamdulillah kini gula aren temon sudah terlabeli halal loh”, papar Mega bangga.

Yang menarik, Mega tidak melulu fokus pada penjualan produk jadi gula aren tetapi Ia bersama kelompok taninya juga melestarikan pohon-pohon aren dari kelompoknya.

“Pohon-pohon aren inilah yang memberikan kami dan kelompok mata percaharian sehingga kami mampu mencetak banyak produk berbasis gula aren. Maka wajib hukumnya kami pelihara dan lestarikan,” tegas Mega.

Ketika ditanya omsetnya kini, Mega menjelaskan kenaikan omset setelah menerima Hibah kompetitif sebesar 40%, dengan membuka beberapa link pemasaran kedepannya diharapkan dapat merangkak naik dan bisa memberdayakan petani aren se Kabupaten Pacitan.

“Alhamdulillah kini kami sudah masuk ke pasar retail dan bersiap untuk memenuhi permintaaan mini cube dari Turki”, tambah Mega.

Tak lekas merasa puas, tetapi Mega telah menikmati manisnya untung dari mengolah gula aren.

“Tak hanya manis rasanya, bila diolah dengan baik gula aren ini pun dapat membuat hidup kita lebih manis dengan segudang manfaatnya serta peluang pasar yang menghasilkan cuan”, tutup Mega dengan senyumnya.(arm)

Tags: Gula ArenHibahKementanmilenialPetaniPetani Milenial

Berita Terkait.

Jaga Ekosistem Pesisir, NNA Gandeng Dus Duk Duk Tanam 525 Bakau di Pulau Pari
Ekonomi

Jaga Ekosistem Pesisir, NNA Gandeng Dus Duk Duk Tanam 525 Bakau di Pulau Pari

Jumat, 11 September 2026 - 07:57
Jaga Ekosistem Pesisir, NNA Gandeng Dus Duk Duk Tanam 525 Bakau di Pulau Pari
Ekonomi

BTN Bidik Kredit Non-Perumahan 30 Persen pada 2030 Lewat Strategi Beyond Mortgage

Jumat, 11 September 2026 - 06:16
Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP
Ekonomi

Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

Kamis, 10 September 2026 - 19:58
Kemenkop Dorong Industri Kulit Garut Naik Kelas Lewat Koperasi
Ekonomi

Kemenkop Dorong Industri Kulit Garut Naik Kelas Lewat Koperasi

Kamis, 10 September 2026 - 19:24
DPR Ungkap Alasan Pasal 50A UU P2SK: Buka Ruang Danantara Cari Sumber Pendanaan
Ekonomi

DPR Ungkap Alasan Pasal 50A UU P2SK: Buka Ruang Danantara Cari Sumber Pendanaan

Kamis, 10 September 2026 - 19:04
bri7
Ekonomi

Perluas Akses Layanan Finansial bagi Diaspora Indonesia, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026

Kamis, 10 September 2026 - 16:06

OLAHRAGA

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis
Olahraga

Hasil Liga Champions: Bayern-MU Menang Telak, Como Ukir Debut Manis

Editor Ali Rachman
Jumat, 11 September 2026 - 08:50

INDOPOSCO.ID – Matchday pertama fase liga Liga Champions 2026/2027 ditutup dengan pesta gol dan sejumlah kejutan. Enam pertandingan yang berlangsung...

SelengkapnyaDetails
Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Esports Indonesia Bidik Emas di Asian Games 2026, 8 Nomor Siap Tempur

Jumat, 11 September 2026 - 02:21
lc

Hasil Liga Champions: PSG-Barca Berpesta, Liverpool Bangkit di Anfield

Kamis, 10 September 2026 - 10:50
bowo

Asian Games 2026: Selain Bonus Menggiurkan, Prabowo Janjikan Karier Atlet Berprestasi Dipacu

Kamis, 10 September 2026 - 10:30
persija

Persija Pastikan Jamu Persib di SUGBK Akhir Pekan Ini, Jakmania Auto Happy

Kamis, 10 September 2026 - 07:07

BERITA POPULER

  • bc3

    Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Ekspor Ilegal 10,4 kg Emas Batangan Senilai Rp26 Miliar

    773 shares
    Share 309 Tweet 193
  • Melanjutkan Amanah Nahdliyyin Betawi: dari Muktamar 1933 Batavia Menuju Jakarta Kota Global

    640 shares
    Share 256 Tweet 160
  • Tekan Ikan Terbuang hingga 20 Persen, Rantai Dingin Portable Jadi Kunci Ekosistem KNMP

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Bea Cukai Kediri Amankan 804 Ribu Batang Rokok Ilegal yang Disembunyikan di Balik Karung Garam

    638 shares
    Share 255 Tweet 160
  • Jadwal Liga Champions: Bayern-MU Jumpa Lawan Mudah, Wakil Italia Siap Debut

    633 shares
    Share 253 Tweet 158
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.