• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Anjlok 38,7 Dolar Akibat Ketegangan Geopolitik di Ukraina

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 26 Februari 2022 - 15:11
in Ekonomi
emas

Ilustrasi: Emas batangan (Antara/Reuters)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas berbalik arah dengan meluncur 2 persen pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), seperti dikutip Antara (26/2), kembali berada di bawah level psikologis 1.900 dolar, setelah invasi Rusia ke Ukraina mengakibatkan perubahan tajam di pasar logam mulia dan investor bereaksi terhadap harapan bahwa ketegangan geopolitik di Ukraina dapat mereda.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, anjlok 38,7 dolar AS atau 2,01 persen menjadi ditutup di 1.887,60 dolar AS per ounce. Pada Kamis (24/2/2022), patokan emas berjangka sempat melonjak ke level tertinggi Januari 2021 di 1.976,20 dolar AS per ounce.

BacaJuga:

Tekanan Rupiah Jadi Sorotan, PKS Dorong Penguatan Fundamental Ekonomi Nasional

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Tidak hanya penurunan hari ini, harga emas Comex bulan depan juga merosot 0,6 persen pada minggu ini untuk penurunan mingguan pertama sejak 21 Januari, ketika menetap di 1.784,90 dolar AS per ounce.

Rusia mengatakan mau untuk berunding. Berita itu membantu menyurutkan permintaan emas untuk tempat berlindung.

“Kami pikir penurunan harga terlalu dini, ada risiko eskalasi lebih lanjut dalam konflik dan bisa jadi hanya koreksi sementara,” tutur Analis Commerzbank Daniel Briesemann seperti dikutip Antara, Sabtu (26/2/2022).

Beberapa pelaku pasar percaya sanksi yang dijatuhkan oleh Barat terhadap Rusia tidak cukup keras, Briesemann menambahkan.

Harga logam safe-have menguat lebih dari 3,0 persen ke level 1.973, 96 dolar AS di sesi terakhir setelah Rusia menyerang Ukraina. Mereka mundur lebih dari 90 dolar AS dari tertinggi Kamis (24/2/2022).

“Kenaikan dramatis yang diikuti oleh penurunan dramatis sangat dimotivasi secara teknis,” tutur Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger.

Rebound di pasar saham global juga memberati logam safe-haven, bahkan ketika analis memperkirakan volatilitas pasar akan tetap tinggi.

“Premi risiko dan permintaan safe haven akan terus mendukung emas, tetapi kenaikan dibatasi oleh kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS Maret ini,” tutur Kepala Strategi Pasar Komoditas Bank of China International, Xaio Fu.

Data ekonomi yang lebih baik dari ditaksir yang dirilis pada Jumat (25/2/2022) juga menekan emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa belanja konsumen AS, yang menyumbang lebih dari 2 pertiga aktivitas ekonomi AS, melonjak 2,1 persen pada Januari setelah turun 0,8 persen pada Desember, mengalahkan ekspektasi pasar.

Departemen Perdagangan AS juga melaporkan bahwa antaran barang kuat lama AS melonjak 1,6 persen pada Januari, jauh lebih besar dari yang diperkirakan para analis.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 69,3 sen atau 2,8 persen, menjadi ditutup pada 24,017 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 12 dolar atau 1,13 persen, menjadi ditutup pada 1,050,10 dolar AS per ounce. (mg4)

Tags: harga emasharga emas duniaKonflik Rusia-Ukraina

Berita Terkait.

Mulyanto
Ekonomi

Tekanan Rupiah Jadi Sorotan, PKS Dorong Penguatan Fundamental Ekonomi Nasional

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:14
Jakarta-Great-Sale-2026
Ekonomi

Rupiah Loyo, APPBI Optimistis Daya Beli di Pusat Belanja Tetap Terjaga

Rabu, 10 Juni 2026 - 22:07
Rakernas
Ekonomi

APDESI Merah Putih Dorong Desa Jadi Motor Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:06
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 10 Juni 2026 - 19:09
Hanura Bantah Kelola Yayasan MBG, Sebut Tuduhan Afiliasi Dapur SPPG sebagai Hoaks
Ekonomi

Kementerian UMKM Bangun Ekosistem Bisnis Terintegrasi Lewat Bursa Wirausaha Unggulan

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:59
Menkop: Kemitraan Strategis Swasta dan Koperasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi

Harga Pertamax Naik Drastis, Ekonom: Sinyal APBN Kian Terjepit

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:49

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1184 shares
    Share 474 Tweet 296
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Piala AFF U-19: Pastikan Rotasi Kontra Timor Leste, Nova Minta Garuda Muda Nikmati Laga

    2227 shares
    Share 891 Tweet 557
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1440 shares
    Share 576 Tweet 360
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    856 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.