• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

AJB Bumiputera 1912 : 110 Tahun Berselancar Di Atas Gelombang

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 12 Februari 2022 - 17:57
in Ekonomi
diding

Diding S Anwar. Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tepat hari ini, 110 tahun yang lalu, AJB Bumiputera hadir di negeri ini. Perusahaan pribumi yang lahir berkat sumbangsing tiga guru yaitu M. Ng. Dwijosewojo, MKH Soebrooto, dan M Admidjojo dalam Kongres Persatuan Guru Hindia Belanda di Magelang pada 12 Februari 1912. Angka 1912 yang selalu disematkan di belakang namanya, untuk menunjukkan tahun kelahirannya.

Ketiga orang tersebut di kemudian hari dikenal sebagai tiga serangkai pendiri Bumiputera, sekaligus peletak batu pertama pondasi industri asuransi nasional Indonesia. Entah apa jadinya, dunia asuransi saat ini bila tidak ada pernah lahir Bumiputera.

BacaJuga:

Legalitas Dipermudah, Kementerian UMKM dan BPOM Dorong Produk Pangan Lebih Kompetitif

Tambang Bawah Tanah Anjing Hitam Siap Dikembangkan, DPM Klaim Ramah Lingkungan

PHKT Tanamkan Budaya Keselamatan dan Profesionalisme kepada Generasi Energi Masa Depan

Awal berdiri, Bernama Onderlinge Levensverzekering Maatschappij PGHB (O.L.Mij.PGHB). Setahun kemudian berubah menjadi O.L.Mij. Boemi Poetra.

Setelah berperan selama 110 tahun dan dari rahimnya melahirkan tokoh-tokoh publik yang tidak hanya berperan dalam industri asuransi namun ekonomi Indonesia secara makro, sebut saja: Dr Soekiman Wirjosandjojo (Perdana Menteri RI, 1951-1952); Notohamiprojo (Menteri Keuangan RI, 1959), RM Soemanang (Direktur Eksekutif IMF, 1962), Sutjipto S. Amidharmo, yang menjadi satu-satunya Menteri Urusan Perasuransian (1965).

Kini, nasib AJB Bumiputera 1912 tengah berada dalam pusaran tantangan yang begitu besar. Sebuah tantangan yang tidak pernah dihadapi pada masa-masa sebelumnya.

Di dalam sengkarut yang tengah dialami. Bila diperhatikan secara seksama, paling tidak mencakup ada 3 (tiga) dimensi waktu yang perlu diperhatikan dalam persoalan AJB Bumiputera 1912. Pertama, masa lalu.

Baca Juga: BCA Komitmen Dukung UMKM Indonesia

Berupa aksi-aksi korporasi dan turunannya. Pada dimensi ini, merupakan ranah auditor dan aparat penegak hukum (APH) yang mendapatkan porsi ruang paling luas. Apakah akan menggunakan pendekatan forensik dan investigative untuk menelaah aksi korporasi yang pernah dilakukan. Semuanya dikembalikan kepada pihak auditor dan APH.

Kedua, saat ini. Dimana dalam manajemen sedang terjadi vacuum of power. Terkait persoalan ini, OJK sebagai regulatorlah yang memiliki kewenangan. Apakah dengan kembali menetapkan Pengelola Statuter yang baru atau mungkin menawarkan strategi yang lain yang lebih jitu dan cespleng.

Ketiga, berhubungan dengan dimensi masa depan, yang sekaligus menentukan eksistensi AJB Bumiputera 1912 di kemudian hari.

Bentuknya, kembali aksi korporasi. Namun harus berbeda dengan aksi koprorasi yang terbukti tidak berhasil bahkan tambah masalah. Jangan sampai terulang terjerembab ke lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Nah, dari 3 dimensi waktu terkait persoalan AJB Bumiputera 1912. Ada 3 alternatif solusi yang hendak penulis tawarkan. Pertama, setiap keputusan atau kebijakan yang hendak dikeluarkan semestinya mengacu kepada regulasi yang berlaku harus benar-benar dipatuhi, dijalankan, dan dijadikan pedoman. Bukan hanya mempertimbangkan aspek politik apalagi kepentingan sesaat saja.

Kemudian yang kedua terkait dengan legal standing, harus sesuai runutan dan kaidah yang baik dan benar. Kemudian yang terakhir, hentikan eksploitasi keadaan, apalagi mencari celah untuk memanfaatkan situasi untuk kepentingan sesaat. Lakukan yang seharusnya dilakukan berdasarkan peraturan yang berlaku, dan dilakukan secara terukut. Bukan sekedar yang penting melakukan tanpa ada evaluasi apakah yang sudah dijalankan itu menuju kebaikan atau malah mengarahkan kepada keburukan bagi lembaga.

Alat ukur diperlukan untuk menghindari kemubaziran. Jangan sampai lagi waktu yang berlalu, biaya yang dikeluarkan dan tenaga serta pikiran yang terkuras, tidak menghasilkan apa-apa. Kalau pun ada hasilnya, masih ‘tekor’. Jangan sampai kejadian seperti itu terjadi lagi mulai saat ini dan yang akan datang. Ketika solusi apapun yang ditawarkan harus bersama alat ukur yang jelas.

Skala Prioritas
Terlepas dari kondisi yang masih belum ketemu titik terang yang sedang menimpa AJB Bumiputera 1912. Sebagai regulator, banyak yang berharap pada DK OJK periode kedua ini bisa memberikan solusi terbaik.

Solusi yang tidak melukai siapapun terutama stakeholders (pemegang polis) AJBB 1912 yang sudah bertahun-tahun sabar menanti. Terutama solusi yang tidak menghilangkan identitas AJBB 1912 sebagai perusahaan mutual satu-satunya yang harus menjadi kebanggan bangsa Indonesia hingga berabad-abad kemudian.

Paling tidak sebelum masa tugas berakhir pada pertengahan tahun ini, OJK menawarkan terobosan yang memberikan kesan manis. Bila menggunakan istilah agama, berakhir dengan husnul khotimah. Mumpung masih ada sisa waktu.

Sambil menunggu terobosan di menit-menit terakhir OJK periode kedua, ada beberapa skala prioritas yang bisa diterapkan manajemen saat ini. Pertama, menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG/Good Corporate Governance). Dengan mengutamakan pelayanan prima sepenuh hati demi masyarakat pemegang polis.

Kedua, merealisasikan Payung Hukum Undang-undang mengenai UBER (Usaha Bersama). Ketiga, menjadikan 2 putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang perintah membuat UU Usaha Bersama sesuai waktu yang ditetapkan sebagai pedoman.

Keempat melakukan kolaborasi pentahelix lintas generasi dan posisi (akademisi, pebisnis, pemertintahan dan komuniats. Kemudian terakhir, lakukan restorasi usaha Bersama (mutual) dengan mengembalikan pengertian uber kepada prinisp mutual yang universal.

Poin-poin di atas hanyalah tawaran skala prioritas, untuk manajemen saat ini. Paling tidak bisa dijadikan pertimbangan ketika berselancar di atas gelombang yang entah kapan akan mulai menepi di tepian.
Sebagai bagian dari bentuk kepedulian terhadap asset bangsa yang tengah dirundung duka.

Gelombang apapun yang terjadi saat ini, seluruh stakeholders (pemegang polis) masih tetap berhak menyambut hari ini dengan gembira dan suka cita. Semoga dengan rasa itu, memberikan suntikan energi baru untuk menyongsong masa depan yang jauh lebih baik. Dirgahayu Ke-110 AJB Bumiputera 1912! Insya Allah, mentari esok akan terus bersinar. (*)

Tags: AJB BumiputeraBumiputera

Berita Terkait.

Maman
Ekonomi

Legalitas Dipermudah, Kementerian UMKM dan BPOM Dorong Produk Pangan Lebih Kompetitif

Senin, 27 Juli 2026 - 16:44
Diskusi
Ekonomi

Tambang Bawah Tanah Anjing Hitam Siap Dikembangkan, DPM Klaim Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:32
perta
Ekonomi

PHKT Tanamkan Budaya Keselamatan dan Profesionalisme kepada Generasi Energi Masa Depan

Senin, 27 Juli 2026 - 14:02
gadai
Ekonomi

Tumbuh Bersama Danantara, Pegadaian Cetak Kinerja Gemilang di Semester 1 Tahun 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 12:12
epii
Ekonomi

Hidrogen Jadi Andalan Baru Transisi Energi, PLN NP Unjuk Inovasi di GHES 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 10:30
perry
Ekonomi

Perry Warjiyo Mendadak Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 09:13

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1427 shares
    Share 571 Tweet 357
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1150 shares
    Share 460 Tweet 288
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2953 shares
    Share 1181 Tweet 738
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    726 shares
    Share 290 Tweet 182
  • Persija Revisi Agenda Pramusim, Piala Presiden Jadi Ujian Sebelum TC Thailand

    691 shares
    Share 276 Tweet 173
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.