• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ini Cara Menaikkan Kelas Singkong Jadi Pangan Bernilai Jual Tinggi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 22 Januari 2022 - 18:45
in Ekonomi
Kementan

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi (kedua kanan), dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu. Foto: Kementan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Singkong merupakan salah satu pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan aneka ragam produk olahnya. Hal ini tentunya diperlukan sentuhan atau penanganan aspek hilirnya agar pengolahan singkong menjadi produk pangan yang naik, tidak lagi indentik dengan pangan untuk masyarakat pedesaan namun bisa naik kelas menjadi pangan yang dikonsomsi di perhotelan atau masyarakat kelas atas bahkan ekspor.

Berangkat dari ini, Kementerian Pertanian (Kementan) tengah gencar melakukan hilirisasi pengembangan singkong menjadi aneka pangan olahan guna menggairahkan sektor perekonomian masyarakat pedesaan dan nasional. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani yang dilakukan secara daring, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berupaya mengedukasi dan menyebarkan informasi kepada masyarakat dengan menghadirkan narasumber yang kompeten dan topik yang menarik.

BacaJuga:

Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Ungkap Strategi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Mendagri Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menuturkan, upaya nyata Kementan untuk meningkatkan semangat petani singkong adalah dengan menghadirkan hilirisasi. Pengembangan budidaya hingga hilirisasi produk olahan singkong merupakan pengejewantahan strategi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam Cara Bertindak 2 (CB2) terkait diversifikasi produksi dan pangan lokal seperti jagung, ubi jalar, ketela, porang, singkong, talas, sagu dan lainnya yang diolah sebagai pangan alternatif selain nasi.

“Produk olahan singkong yang diproduksi seperti tepung mocaf di kampung singkong Salatiga adalah hotspot yang sebenarnya masih bisa kita kembangkan lagi dalam banyak hal,” kata Suwandi dalam webinar tentang pengolahan singkong tersebut, Sabtu (22/1/2022).

Baca Juga : FAO Apresiasi Kemajuan Pertanian dan Ketahanan Pangan Indonesia Selama Pandemi

“Kita juga harus lindungi petani melalui berbagai kebijakan terkait harga atau lainnya. Harapannya, singkong ini bisa lebih naik kelas dan menjadi makanan yang dapat dinikmati kaum milenial,” sambung Suwandi.

Peneliti Singkong, Prof. Ristono yang merupakan penemu singkong Gajah menjelaskan singkong Gajah sedikitnya dapat menjawab 3 masalah terbesar yang di hadapi dunia saat ini, yakni mulai dari masalah pangan, energi dan kesehatan. Untuk pangan, singkong Gajah diolah sedemikian rupa menjadi tepung mocaf yang sangat layak untuk menggantikan tepung gandum yang ada selama ini.

Untuk energi, sambungnya, tepung kanji dapat digunakan sebagai perekat dalam pembuatan briket batu bara (biobriket). Dan untuk kesehatan, kandungan flanovoid di Singkong Gajah juga dapat menyembuhkan penyakit kanker.

“Bahkan sisa dari proses produksi ini dapat digunakan sebagai media tanam sehingga nyaris tanpa limbah,” jelasnya.

Acara bimbingan teknis ini dilanjutkan dengan pengenalan produk olahan singkong. Sumedi Sastrawiharja yang merupakan Owner the Oyek Food, mengatakan oyek dapat menjadi alternatif makanan sehat. Bahan baku oyek atau tiwul yaitu tepung Krekel, memiliki keunggulan antara lain gluten free, murah, tanpa bahan pengawet, indeks glikemiks rendah, menggunakan bahan lokal, menjaga kearifan budaya lokal dan diet friendly.

“Untuk menggaet minat kaum milenial, saya berinovasi dengan penggunaan kemasan yang kekinian. Dengan packaging yang kekinian ini saya harapkan dapat menarik minat kaum milenial untuk mengkonsumsi oyek, sehingga oyek tidak akan punah,” tuturnya.

“Oyek itu bagus untuk berbagai kalangan, baik lansia, pelaku diet, penderita diabetes, dan masyarakat yang sadar kesehatan,” pinta Sumedi.

Berbeda dengan FX Subeno, Owner Mie Reshik Cap Dokar. Menurut Subeno, produk olahan singkong yang menarik minatnya untuk dikembangkan adalah mie lethek.

“Mi lethek adalah makanan khas Bantul yang berbahan dasar tepung tapioka dan singkong dan pada tahun 2017 mi lethek menjadi familiar setelah Obama menyantap makanan ini,” katanya.

Subeno menambahkan Mie reshik hadir sebagai produsen lokal produk mie sehat alami yang berdaya saing global. Kandungan zat-zat dalam singkong jauh lebih baik daripada terigu. Pembuatan mie menggunakan bahan alami tanpa campuran bahan kimia seperti pewarna dan pengawet.

“Produk kami mengutamakan mutu bahan dan alat produksi dalam menunjang kualitas produk. Kami selalu melakukan inovasi untuk berkembang,” cetusnya.(nas)

Tags: KementanpanganSingkong

Berita Terkait.

titoo
Ekonomi

Buka Rakor Gubernur se-Sumatera, Mendagri Ungkap Strategi Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, 9 September 2026 - 23:23
to
Ekonomi

Mendagri Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

Rabu, 9 September 2026 - 22:02
Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun
Ekonomi

Pameran Seafood di Jepang Bawa Potensi Transaksi Rp3,49 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 09:15
Gempa Bumi Dangkal Bermagnitudo 4,4 Hantam Kaur di Bengkulu Pagi Ini
Ekonomi

Membaca Setahun Purbaya: APBN Ekspansif dan Jalan Panjang Menuju Pertumbuhan 6 Persen

Rabu, 9 September 2026 - 09:00
Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM
Ekonomi

Hadapi Era AI dan Disrupsi, United Tractors Fokus Tingkatkan Kapabilitas SDM

Selasa, 8 September 2026 - 21:05
Menjaga Laut Lewat Buku: Harita Nickel Luncurkan Dokumentasi Ikan Karang Pulau Obi
Ekonomi

Optimalisasi Infrastruktur LNG, PAG Kembangkan Arun Jadi Hub Energi Regional

Selasa, 8 September 2026 - 19:04

OLAHRAGA

games
Olahraga

Badai dan Banjir Terjang Nagoya, Latihan Kontingen Indonesia Asian Games 2026 Terancam Terganggu

Editor Dilianto
Rabu, 9 September 2026 - 21:21

INDOPOSCO.ID - Badai yang menerjang Nagoya, Jepang, berdampak langsung terhadap aktivitas Kontingen Indonesia jelang Asian Games 2026 di Negeri Matahari...

SelengkapnyaDetails
tohir

Erick Thohir Kerucutkan Perburuan Medali Asian Games 2026, 21 Cabor Jadi Fokus

Rabu, 9 September 2026 - 21:11
liga

Jadwal Liga Champions: Liverpool-Arsenal Hadapi Ujian Berat, Barca-PSG Jumpa Lawan “Mudah”

Rabu, 9 September 2026 - 18:18
menpora

Pesan Menpora Jelang Asian Games 2026: Kejar Emas, Jangan Main-Main dengan Anggaran

Rabu, 9 September 2026 - 18:08
Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Hasil Liga Champions: Madrid-City Menang, Tim Calvin Verdonk Tumbang

Rabu, 9 September 2026 - 09:57

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.