• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Minyak Dekati Harga Tertinggi Setelah Penutupan Pipa Irak-Turki

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:30
in Ekonomi
OPEC

Miniatur pompa sumur minyak cetak 3D terlihat di depan grafik stok yang ditampilkan dan logo OPEC. ANTARA/REUTERS

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga minyak menetap lebih tinggi pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah kebakaran pada pipa dari Irak ke Turki menghentikan aliran sebentar, meningkatkan kekhawatiran tentang prospek pasokan jangka pendek yang sudah ketat.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret naik 0,93 dolar AS atau 1,1 persen, menjadi ditutup pada 88,44 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Harga patokan global sempat menyentuh 89,13 dolar AS, tertinggi sejak 13 Oktober 2014, seperti dikutip Antara, Kamis (20/1/2022).

BacaJuga:

Wamenkeu Tekankan 3 Pilar Keuangan Haji untuk Jaga Keberlanjutan Dana Umat

Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas, Permudah Nasabah ambil Emas Fisik dari Livin’ Tabungan Emas

BCA Ajak Masyarakat Sehat dan Cerdas Berinvestasi lewat Runvestasi 2026

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari bertambah 1,53 dolar AS atau 1,8 persen, menjadi menetap di 86,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, merupakan level tertinggi sejak 9 Oktober 2014.

Aliran telah dilanjutkan melalui saluran pipa Kirkuk-Ceyhan yang membawa minyak mentah dari Irak utara, produsen terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, ke pelabuhan Ceyhan di Turki untuk ekspor.

Baca juga : Minyak Turun di Asia Tertekan Pasokan OPEC+ dan Lonjakan Persediaan AS

Ledakan yang memicu kebakaran pada pipa di provinsi tenggara Turki itu disebabkan oleh tiang listrik yang jatuh, bukan serangan, kata seorang sumber keamanan senior.

Kekhawatiran pasokan meningkat minggu ini setelah kelompok Houthi Yaman menyerang Uni Emirat Arab, produsen terbesar ketiga OPEC, sementara Rusia, produsen minyak terbesar kedua di dunia, telah meningkatkan kehadiran pasukannya di dekat perbatasan Ukraina, memicu kekhawatiran invasi.

“Sementara 90 dolar AS dapat memicu beberapa aksi ambil untung dan sedikit penurunan harga, ini menunjukkan bahwa kita secara realistis dapat melihat minyak 100 dolar AS segera,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Pejabat dan analis OPEC mengatakan bahwa reli minyak dapat berlanjut dalam beberapa bulan ke depan dan harga bisa mencapai 100 dolar AS per barel karena pulihnya permintaan meskipun terjadi penyebaran varian virus corona Omicron.

“Berapapun jumlahnya, tampaknya persediaan global akan terus berkurang selama beberapa bulan lagi dengan pengetatan tersirat dalam keseimbangan yang menjaga harga tetap bullish sepanjang sisa bulan ini dan sebagian besar berikutnya,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.

OPEC+, yang mengelompokkan kartel dengan Rusia dan produsen lainnya, sedang berjuang untuk mencapai target peningkatan produksi bulanan mereka sebesar 400. 000 barel per hari (bph).

“Pemadaman yang tidak direncanakan di Libya, Ekuador, dan Kazakhstan, ditambah dengan penurunan peringkat ke perkiraan AS, Rusia, dan Brasil, bersama-sama mengakibatkan pasokan satu juta barel per hari lebih rendah bulan ini daripada yang diperkirakan sebelumnya,” kata analis pasar minyak senior Rystad Energy Louise Dickson.

Namun demikian, Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pasar minyak akan mengalami surplus pada kuartal pertama karena beberapa produsen akan memompa pada atau di atas tingkat tertinggi sepanjang masa.

Surplus minyak juga akan mengakibatkan pada peningkatan persediaan, karena IEA melaporkan bahwa stok komersial di negara-negara OECD jauh di bawah tingkat pra-pandemi di sekitar posisi terendah tujuh tahun.

“Pola beberapa minggu terakhir sedang berulang, dengan kata lain: berita tentang pemadaman pasokan mendorong harga naik secara signifikan, namun harga tidak turun kembali ke level sebelumnya setelah masalah diselesaikan,” Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, mengatakan dalam sebuah catatan.(mg3)

Tags: IrakminyakOPECPerdaganganturki

Berita Terkait.

juda
Ekonomi

Wamenkeu Tekankan 3 Pilar Keuangan Haji untuk Jaga Keberlanjutan Dana Umat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:06
mandiri
Ekonomi

Bank Mandiri Hadirkan ATM Emas, Permudah Nasabah ambil Emas Fisik dari Livin’ Tabungan Emas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:21
BCA Ajak Masyarakat Sehat dan Cerdas Berinvestasi lewat Runvestasi 2026
Ekonomi

BCA Ajak Masyarakat Sehat dan Cerdas Berinvestasi lewat Runvestasi 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:05
bc
Ekonomi

Raih 71,5 Persen dari Target APBN, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Capai Rp240,1 Triliun hingga Akhir September 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:24
PHE LPB Genjot Eksplorasi Migas, Sumur Tingkilan-001 Mulai Dibor
Ekonomi

PHE LPB Genjot Eksplorasi Migas, Sumur Tingkilan-001 Mulai Dibor

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:02
Kredit BCA Tembus Rp1.017 Triliun, Pembiayaan UKM Tumbuh 6,9 Persen
Ekonomi

Jadi Pilihan Utama Masyarakat, Bank Mandiri Raih Peringkat Pertama Survei CX100 Danantara

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:45

OLAHRAGA

esi
Olahraga

PB ESI 2026–2030 Fokus Ubah Potensi Generasi Digital Jadi Prestasi Dunia

Editor Laurens Dami
Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:07

INDOPOSCO.ID - Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) resmi melantik kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030. Langkah itu menjadi momentum...

SelengkapnyaDetails
Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

Hasil Liga Champions: Liverpool Pesta Gol, PSG Mengamuk di Markas City

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:57
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30

BERITA POPULER

  • Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    Gempa Bumi Getarkan Banyumas di Jawa Tengah, Pusat Episenter 25 Km dari Kota

    950 shares
    Share 380 Tweet 238
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    945 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    807 shares
    Share 323 Tweet 202
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    781 shares
    Share 312 Tweet 195
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    746 shares
    Share 298 Tweet 187
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.