• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Dolar Melemah Di Tengah Penurunan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

Redaksi Editor Redaksi
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:11
in Ekonomi
Dolar

Mata uang dolar AS. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Dolar merosot pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah momentum penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah mencapai tertinggi sekitar dua tahun pada surat utang 2-tahun dan obligasi 10-tahun, tetapi greenback tetap didukung perkiraan kenaikan suku bunga pada Maret.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun sempat menyentuh tertinggi baru dua tahun di 1,902 persen pada Rabu (19/1), tetapi terakhir turun 4 basis poin pada 1,8271 persen.

BacaJuga:

Profesionalisme Jadi Kunci, Pertamina Drilling Bekali Mahasiswa PNJ Hadapi Persaingan Industri

Siapkan UMKM Tembus Pasar Dunia, Bea Cukai Berikan Pendampingan Ekspor

PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi Rumah Tangga lewat Program Bedah Dapur GasKita 2026

Imbal hasil obligasi di ekonomi-ekonomi utama lainnya juga naik, dengan euro, sterling, dolar Kanada, Australia, dan Selandia Baru, antara lain, menguat versus mata uang AS.

Sterling, sementara itu, naik setelah data menunjukkan inflasi Inggris melonjak 5,4 persen pada Desember, level tertinggi dalam 30 tahun, meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun pembicaraan tentang tantangan kepemimpinan Perdana Menteri Boris Johnson telah menahan sterling.

Baca Juga : Dolar Menguat Didorong Optimisme Kenaikan Suku Bunga AS

“Bank-bank sentral sekarang mendapatkan bukti bahwa kuartal keempat tidak serta merta memperlambat laju inflasi dan faktanya, tempat-tempat seperti Inggris mengalami angka IHK yang tidak terlihat sejak awal 1990-an,” kata pedagang dan ahli strategi valas senior, Juan Perez, seperti dikutip Antara, Kamis (20/1/2022).

“Kami memperkirakan dolar naik dalam jangka pendek, tetapi jangan tidur di mata uang lain karena kenaikan suku bunga Fed menjadi pemikiran setelahnya,” tambahnya.

The Fed akan bertemu minggu depan dan kemungkinan akan memberikan kejelasan dan rincian tentang akhir pelonggaran kuantitatif, mungkin pada Maret. Bank sentral AS juga dapat memberi sinyal akan menaikkan suku bunga pada Maret juga, tepat setelah mengakhiri pelonggaran kuantitatif.

Dana Fed berjangka telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga pada Maret dan semuanya untuk tahun 2022.

Pada perdagangan sore, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya turun 0,2 persen menjadi 95,528.

Greenback memangkas kerugian setelah data menunjukkan pembangunan rumah AS secara tak terduga meningkat pada Desember di tengah cuaca yang tidak bersahabat. Rumah yang baru dibangun meningkat 1,4 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,702 juta unit bulan lalu.

Euro, komponen terbesar dalam indeks dolar, menguat 0,2 persen pada 1,1348 dolar AS, setelah mencatat penurunan harian tertajam hari sebelumnya dalam sebulan.

Mata uang tunggal Eropa didukung secara keseluruhan setelah imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman naik di atas 0,0 persen untuk pertama kalinya sejak 2019 pada Rabu (19/1/2022), menandai titik balik potensial untuk utang kawasan euro yang selama bertahun-tahun dicirikan oleh imbal hasil negatif.

Imbal hasil 10-tahun Jerman, yang dianggap sebagai patokan untuk seluruh zona euro, naik setinggi 0,025 persen, dan terakhir sedikit berubah hari ini di -0,007 persen.

Sementara itu, euro turun ke level terendah 23-bulan versus sterling setelah data inflasi Inggris yang panas. Euro datar terhadap mata uang Inggris, terakhir di 83,29 pence. Terhadap dolar, pound naik 0,2 persen menjadi 1,3624 dolar AS.

Pound juga didukung oleh lonjakan imbal hasil Inggris, dengan imbal hasil surat utang dua tahun naik menjadi 0,958 persen, level tertinggi sejak Maret 2018.

Dolar Australia naik 0,5 persen menjadi 0,7224 dolar AS. Sementara itu, dolar AS melemah 0,2 persen terhadap mata uang Kanada menjadi 1,2492 dolar Kanada setelah tingkat inflasi tahunan Kanada naik ke level tertinggi 30 tahun di 4,8 persen pada Desember.(mg3)

Tags: dolarobligasiPemerintah AS

Berita Terkait.

driling
Ekonomi

Profesionalisme Jadi Kunci, Pertamina Drilling Bekali Mahasiswa PNJ Hadapi Persaingan Industri

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:20
bc
Ekonomi

Siapkan UMKM Tembus Pasar Dunia, Bea Cukai Berikan Pendampingan Ekspor

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:37
Kinerja Andal Rig PDSI#11.2 Dorong Tambahan Produksi Minyak di Papua Barat Daya
Ekonomi

PGN Dorong Pemanfaatan Gas Bumi Rumah Tangga lewat Program Bedah Dapur GasKita 2026

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:05
Viralitas Media Sosial sebagai Jembatan Pemasaran Hasil Pertanian
Ekonomi

Viralitas Media Sosial sebagai Jembatan Pemasaran Hasil Pertanian

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:31
Strategi Bisnis Berkelanjutan ANTAM Diakui, Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Sekaligus
Ekonomi

Strategi Bisnis Berkelanjutan ANTAM Diakui, Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Sekaligus

Jumat, 19 Juni 2026 - 14:05
Industri Halal Sumbang 27 Persen PDB, BPJPH dan ESQ Bersinergi Perkuat Fondasi SDM
Ekonomi

Industri Halal Sumbang 27 Persen PDB, BPJPH dan ESQ Bersinergi Perkuat Fondasi SDM

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:05

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7136 shares
    Share 2854 Tweet 1784
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1776 shares
    Share 710 Tweet 444
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Peringatan Dini BMKG, Jakarta Diguyur Hujan Merata Hari Ini

    994 shares
    Share 398 Tweet 249
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    902 shares
    Share 361 Tweet 226
Kejagung Bongkar Peran Glory Harimas Sihombing, Tersangka Baru Korupsi MBG
Olahraga

Alasan Granit Xhaka Ambil Penalti di Injury Time saat Swiss Bekuk Bosnia

Editor Juni Armanto
Jumat, 19 Juni 2026 - 16:42

INDOPOSCO.ID – Setelah sempat tersendat di laga pembuka, Swiss akhirnya menemukan ritmenya di laga kedua Piala Dunia 2026 pada Jumat...

SelengkapnyaDetails
Ismael Kone

Piala Dunia 2026: Kemenangan Kanada Diwarnai Cedera Horor Ismael Kone, Jesse Marsch Prihatin

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:37
Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Hasil Piala Dunia: Bungkam Korsel 1-0, Meksiko Pastikan Langkah ke 32 Besar

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:47
Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Piala Dunia 2026: Hugo Broos Puas Afsel Tampil Lebih Agresif saat Imbangi Ceko

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:01
Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Hasil Piala Dunia: Kanada Gunduli Qatar, Swiss Menang Meyakinkan atas Bosnia

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:23
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.