• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Tugu Pamulang Kaya Nilai Filosofis

Redaksi Editor Redaksi
Minggu, 9 Januari 2022 - 17:49
in Nusantara
Tugu Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten telah diresmikan oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim,
Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Tugu Pamulang kini sudah tidak hanya sebagai sebuah ikon bangunan yang berdiri di antara simpang yang menghubungkan tiga provinsi, Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Tetapi Tugu Pamulang , yang dibangun di bawah kepemimpinan  Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy  kini disulap menjadi sebuah ikon yang kaya akan nilai  filosofis.

BacaJuga:

Penataan Tata Ruang Perbatasan Nunukan, Komisi II: Perkuat Kedaulatan dan Dongkrak Ekonomi Warga

Sita 14 Ribu Butir Ekstasi, Bea Cukai dan Polri Ringkus Jaringan Ekstasi Antarprovinsi

Dorong Dunia Kerja yang Lebih Inklusif, Mitra Netra Hadirkan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia

Baca juga: Warga Antusias Sambut Peresmian Tugu Pamulang

Dibangun menggunakan APBD Provinsi Banten tahun 2021 sebesar Rp700 juta, Tugu Pamulang kini sudah berdiri di atas dasar yang berbentuk piramida segi enam terpancang dengan gagah dan elegan. Tak bosan mata memandang dalam waktu lama sekali pun.

Pemenang sayembara desain Tugu Pamulang yang diketuai oleh Dedi Kurniadi dengan anggota Oma Marta Wijaya sengaja meletakkan unsur kekuatan karakter historis, religiositas dan modern di dalam desain perencanaan pembangunan Tugu Pamulang itu.

Sehingga ketika semuanya itu dipadukan di satu kesatuan utuh, muncullah sebuah karya seni yang paripurna dan keelokannya menyatu dengan jiwa masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel) serta masyarakat Banten pada umumnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan mengungkapkan, keinginan Gubernur Banten terhadap pemenang sayembara Tugu Pamulang itu menghasilkan sebuah karya yang mencerminkan identitas masyarakat Banten secara utuh, termasuk juga masyarakat Kota Tangsel.

“Desain karya yang menjadi pemenang harus  mencerminkan identitas masyarakat Banten baik dari sisi religiositas, sejarah, budaya dan pariwisata yang ada di Kota Tangsel dan Banten,” katanya, Sabtu (8/1/2022).

Tugu Pamulang ini mengadopsi dari bentuk menara Masjid Agung yang berada di kawasan Kesultanan Banten Lama. Dalam proses pembuatannya, ada empat komposisi bentuk yang terdapat pada Tugu Pamulang, bentuk dasar (base), pilar dan panel, kepala (capital) serta mahkota.

Komponen dasar berbentuk piramida segi enam terpancung. Komponen ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan ketegasan visual pada komponen yang berada di atasnya.

Komponen dasar ini dibentuk dengan menggunakan artistik ornamen langkan. Sebuah ornamen yang biasa digunakan sebagai penghias pagar rumah khas adat Betawi.

“Dasar fondasi filosofis Tugu Pamulang sebelumnya itu sebenarnya sudah ada, namun kurang mempunyai karakter serta tidak mempunyai ketegasan filosofis, sehingga banyak penafsiran liar yang muncul di masyarakat,” kata pemenang Sayembara Oma Marta Wijaya.

Sementara itu untuk bagian pilar dan panel merupakan adaptasi dari bentuk layar dan haluan perahu pada bentuk tiang dan tapak. Pada setiap tiang pilarnya, terdapat empat jenis ornamen yang masing-masing mempunyai filosofi.

Ornamen pertama yang terletak tepat di atas tapak merupakan bentuk adaptasi dari dasar pilar menara di Banten Lama. Ornamen selanjutnya berbentuk Tumpal yang mengandung makna penolak bala dan harmonisasi. Lalu ada juga ornamen Mandalika yang mengandung makna bijaksana, kuat, lembut dan rendah hati.

“Dari ornamen-ornamen itu diharapkan dapat membawa nilai positif kepada siapa pun yang melihatnya, sehingga menjadikannya sosok yang bijaksana dan mempunyai pendirian yang kuat,” ujarnya.

Di pilar paling atas, terdapat ornamen bunga melati yang mengandung makna open minded, inklusif dan menarik. Ini sejalan dengan karakter masyarakat Tangsel yang terbuka, tidak antipati.

Bila dihitung secara keseluruhan, jumlah tiang pilar itu ada enam buah, yang melambangkan rukun iman. Sehingga diharapkan ketika enam tiang pilar keimanan manusia sudah bisa berdiri kokoh dengan perpaduan nilai-nilai positif, maka akan sampai pada sebuah puncak pengabdian manusia yang paripurna kepada Sang Maha Kuasa.

Apalagi di puncak tugu itu masih terdapat beberapa ornamen seperti lima baris ombak yang melambangkan lima rukun islam. Lalu gigi balang yang melambangkan semangat juang, energi positif, persistensi dan sinergi.

Kemudian lambang enam kitab, yang mengandung makna enam perawi hadist yang termashyur kesahihannya seperti Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Sunan at-Tirmizi, Sunan An-Nasai,  serta Sunan Ibnu Majah.

Dan inti dari puncak tugu itu yang berupa sebuah mahkota dengan tongkat kecil yang menjulang ke atas yang dilambangkan sebagai sebuah ketakwaan yang menjulang ke atas yang bermakna ketauhidan.

“Jika dilihat visual secara keseluruhannya, Tugu Pamulang ini menyerupai sebuah pensil atau kalah dengan makna filosofis akan menjadi inspirasi bagi siapa pun,” pungkasnya. (dam)

 

Tags: APBDBantenGubernur Banten Wahidin HalimTugu Pamulang

Berita Terkait.

Aher
Nusantara

Penataan Tata Ruang Perbatasan Nunukan, Komisi II: Perkuat Kedaulatan dan Dongkrak Ekonomi Warga

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:42
Petugas
Nusantara

Sita 14 Ribu Butir Ekstasi, Bea Cukai dan Polri Ringkus Jaringan Ekstasi Antarprovinsi

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:51
Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Nusantara

Dorong Dunia Kerja yang Lebih Inklusif, Mitra Netra Hadirkan Direktori Pekerjaan Tunanetra Indonesia

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:01
Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Nusantara

Bea Cukai Bogor Menindak 286 Ribu Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Maung Padjajaran

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:31
Ekonom Ungkap 4 Kejanggalan di Balik Melesatnya Ekonomi Indonesia Awal 2026
Nusantara

Sambut Kembalinya Penerbangan Internasional di Biak, Bea Cukai Laksanakan Planezoeking

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:01
PLN EPI Dorong Digitalisasi Pembibitan Mangrove untuk Ekonomi Pesisir
Nusantara

PLN EPI Dorong Digitalisasi Pembibitan Mangrove untuk Ekonomi Pesisir

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:02

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3694 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1297 shares
    Share 519 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1046 shares
    Share 418 Tweet 262
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.