• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Rusia Kirim Pasukan ke Kazakhstan untuk Padamkan Pemberontakan

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 7 Januari 2022 - 10:22
in Nasional
kazakhstan

Aparat keamanan Kazakhstan memblokir jalan saat terjadi protes massa terhadap kenaikan harga bahan bakar di Almaty, Kazakhstan, 5 Januari 2022. (ANTARA/Reuters/Pavel Mikheyev/as)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Aksi kekerasan baru meletus di Almaty, kota utama di Kazakhstan, pada Kamis ketika Rusia mengirim pasukan terjun payung untuk memadamkan makar di negara bekas sekutu Soviet yang paling dekat dengan Moskow itu.

Polisi di Almaty mengatakan mereka telah membunuh puluhan pengacau semalaman hingga Kamis dini hari. Pihak berhak mengatakan sedikitnya 18 anggota pasukan keamanan tewas, 2 di antaranya ditemukan dalam kondisi terpotong. Lebih dari 2.000 orang ditangkap.

BacaJuga:

Libatkan Komnas HAM, Pemerintah Usut Insiden Penembakan di Pidie

Lumba-Lumba Liar Jadi Magnet, UKP Dukung Pengembangan Segitiga Emas Lampung

Sindikat Besar Pemalsuan Tinta Epson Dibongkar di Jakarta Setelah 18 Bulan Investigasi

Setelah terjadi bentrok semalaman antara pengunjuk rasa dan tentara, kediaman presiden di Almaty dan kantor wali kota keduanya dibakar, dan mobil-mobil yang gosong berantakan di kota itu, tutur wartawan Reuters.

Baca Juga : PBB Minta Semua Pihak Menahan Diri terkait Situasi Kazakhstan

Personel militer memahami kembali bandara utama yang sebelumnya direbut oleh pengunjuk rasa. Pada Kamis malam terjadi pertempuran baru di alun-alun utama Almaty, yang diduduki secara bergantian oleh pasukan dan ratusan pengunjuk rasa sepanjang hari.

Wartawan Reuters mengikuti dentuman dan tembakan ketika kendaraan militer dan sejumlah tentara bergerak maju, meskipun penembakan berhenti lagi setelah malam tiba.

Kantor berita TASS mengutip para saksi yang mengatakan orang-orang telah tewas dan terluka dalam penembakan itu.

Baca Juga : Situasi di Kazakhstan Ricuh, Terdengar Suara Tembakan

Mobilisasi pasukan Rusia menjadi pertaruhan Kremlin bahwa kekuatan militer yang cepat dapat mengamankan kepentingan Rusia di negara Asia Tengah yang memproduksi minyak dan uranium itu, dengan segera mengakhiri kekerasan terburuk dalam 30 tahun kebebasan Kazakhstan itu.

Produksi minyak di ladang utama Kazakhstan Tengiz berkurang pada Kamis, tutur operatornya Chevron, karena beberapa kontraktor mengusik jalur kereta api untuk mendukung protes. Harga minyak naik lebih dari 1 persen pada Kamis dan uranium juga meningkat sejak tabrakan meletus.

Internet dimatikan di seluruh negeri dan mengusik transaksi bitcoin di salah satu pertambangan kripto terbesar di dunia itu. Terputusnya internet membuat sulit publik untuk mengukur besarnya kekacauan.

Namun kekerasan sebesar itu belum pernah terjadi sebelumnya di negara yang diperintah dengan tegas sejak era Soviet oleh pemimpin Nursultan Nazarbayev, yang mengundurkan diri sebagai presiden 3 tahun lalu.

“Serangan pada warga kami”

Penerus Nazarbayev yang dinaikan, Presiden Kassym- Jomart Tokayev, mengatakan dia memanggil aliansi militer yang dipimpin Moskow dari negara-negara bekas Soviet.

Dia mempersalahkan terjadinya kekacauan itu pada teroris berpengalaman asing yang tuturnya telah mengambil sejumlah bangunan dan senjata.

“Ini adalah serangan pada warga kami yang meminta saya… untuk membantu mereka segera,” tuturnya.

Moskow mengatakan akan bertanya dengan Kazakhstan dan sekutunya tentang langkah-langkah mendukung”operasi kontra-teroris” di Kazakhstan dan mengulangi pernyataan Tokayev bahwa makar itu diilhami asing.

Baik Kazakhstan maupun Rusia tidak memberikan bukti untuk mendukung pernyataan itu.

Moskow tidak mengungkapkan berapa banyak pasukan yang dikirim, dan tidak mungkin untuk memastikan apakah ada di antara mereka yang terlibat dalam kekacauan Kamis.

Sekretaris jenderal aliansi bekas Soviet–Organisasi Perjanjian Keamanan Bersama–mengatakan kepada kantor berita RIA bahwa pasukan pengawal perdamaian secara keseluruhan akan berjumlah sekitar 2.500 orang dan dapat diperkuat jika perlu.

Pasukan itu diharapkan menjadi tujuan singkat”beberapa hari atau minggu”, tuturnya seperti dikutip RIA.

Amerika Serikat mengatakan sedang memantau dengan cermat laporan tentang mobilisasi itu dan menambahkan bahwa pihaknya memiliki pertanyaan tentang apakah pasukan itu diundang secara sah ke negara itu.

“Kami memiliki pertanyaan tentang penempatan itu justru karena Kazakhstan, pemerintah Kazakhstan… memiliki sumber dayanya sendiri, dan pemerintah telah dibentengi dengan baik,” tutur juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.

“Kami akan mengawasi dengan cermat setiap pelanggaran hak asasi manusia dan upaya atau tindakan apa pun dari pihak pasukan asing untuk merebut lembaga-lembaga Kazakhstan,” tambahnya.

“Para penjarah masuk”

Makar itu, yang diawali sebagai protes terhadap kenaikan harga bahan bakar di awal Tahun Baru, membengkak pada Rabu, ketika pengunjuk rasa yang menyorakkan slogan- slogan menentang Nazarbayev mendobrak dan membakar gedung- gedung publik di Almaty dan kota- kota lain.

Tokayev awalnya menanggapi protes itu dengan membubarkan kabinetnya, membatalkan kenaikan harga bahan bakar dan menjauhkan diri dari pendahulunya, termasuk dengan mengambil alih pos keamanan kuat yang dipertahankan Nazarbayev.

Namun, langkah- langkah itu gagal menyurutkan massa yang mendakwa keluarga Nazarbayev dan sekutunya mengakulasi kekayaan besar sementara negara berpenduduk 19 juta itu tetap miskin.

Nazarbayev geser dari kursi kepresidenan pada 2019 sebagai pemimpin Partai Komunis era Soviet terakhir yang masih menyuruh negara bekas Soviet. Tapi dia dan keluarganya tetap mempertahankan pos- pos yang mengawasi pasukan keamanan dan aparat politik di Nur-Sultan, ibu kota yang dibangun khusus dengan menyandang namanya. Dia belum terlihat atau terdengar sejak kekacauan mulai.

Kehadiran cepat pasukan Rusia menunjukkan kemauan Kremlin untuk menjaga pengaruhnya di negara bekas bagian Uni Soviet itu dengan kekuatan.

Sejak akhir 2020, Moskow telah mendukung pemimpin Belarusia melawan makar rakyat, campur tangan untuk mengakhiri perang antara Azerbaijan dan Armenia, dan, yang membuat Barat khawatir, kembali menaruh pasukan di dekat Ukraina, yang diinvasi Rusia delapan tahun lalu.

Mobilisasi pasukan di Kazakhstan membawa resiko: dengan memperlihatkan otoritas Kazakhstan sebagai pihak yang bergantung pada kekuatan Rusia, Moskow dapat semakin mengobarkan semangat para pengunjuk rasa.

“Mereka adalah orang Kazakhstan dan Tokayev akan mencoba menjatuhkan mereka dengan pasukan Rusia. Itu tidak akan terlihat bagus untuk Moskow,” cuit ekonom Tim Ash, yang mengkhususkan diri mencermati wilayah itu.

Tapi sulit untuk mengatakan seberapa luas dukungan bagi protes di negara yang memiliki sedikit antagonisme sistematis itu, terutama jika demonstran disalahkan karena mengakibatkan kekerasan.

“Terima kasih Tuhan, militer akhirnya tiba,” tutur Ali, seorang manajer di hotel Holiday Inn dekat alun-alun utama Almaty, kepada Reuters melalui telepon.” Para penjarah datang tadi malam, menghancurkan jendela- jendela mobil di dekat kami.” (mg4)

Tags: KazakhstanRusia

Berita Terkait.

yusril
Nasional

Libatkan Komnas HAM, Pemerintah Usut Insiden Penembakan di Pidie

Sabtu, 7 November 2026 - 09:09
ukp
Nasional

Lumba-Lumba Liar Jadi Magnet, UKP Dukung Pengembangan Segitiga Emas Lampung

Jumat, 6 November 2026 - 21:41
Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Nasional

Sindikat Besar Pemalsuan Tinta Epson Dibongkar di Jakarta Setelah 18 Bulan Investigasi

Jumat, 6 November 2026 - 20:40
Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran
Nasional

Mendagri Dorong Pemda Percepat Registrasi Perlinsos Digital untuk Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Jumat, 6 November 2026 - 20:30
suyudi
Nasional

Dukung Prabowo dan Kapolri, MMB Minta Polri Tidak Gentar Ungkap Penyadapan Ilegal

Jumat, 6 November 2026 - 19:36
Soal Kasus Penyadapan, Mensesneg Tegaskan Istana Terus ‘Bersih-Bersih’
Nasional

Soal Kasus Penyadapan, Mensesneg Tegaskan Istana Terus ‘Bersih-Bersih’

Jumat, 6 November 2026 - 19:06

OLAHRAGA

witan
Olahraga

Jamu Persebaya, Persija Usung Misi Bangkit di Hadapan Jakmania

Editor Ali Rachman
Sabtu, 7 November 2026 - 09:35

INDOPOSCO.ID - Duel klasik penuh gengsi bakal mewarnai pekan kesembilan Super League 2026/2027 saat Persija Jakarta menjamu Persebaya Surabaya di...

SelengkapnyaDetails
Sirkuit Mandalika

Gaspol di Mandalika, Pertamina Dukung Regenerasi Pebalap Indonesia lewat MRS 2026

Jumat, 6 November 2026 - 21:21
rafael

PSIM vs Dewa United: Asa ke Puncak, Banten Warriors Pantang Terpeleset

Jumat, 6 November 2026 - 11:21
bola

Super League Pekan 9: Ada Big Match Persija vs Persebaya, Persib Main di Ujung Laga

Jumat, 6 November 2026 - 08:51
noc

ITTF Dukung Penuh Indonesia, Bali Kebagian 2 Turnamen WTT Youth 2027

Kamis, 5 November 2026 - 19:19

BERITA POPULER

  • Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    Kalahkan Juara Olimpiade, Ceyco Georgia Raih Emas dan Zaskia Sabet Perak

    3344 shares
    Share 1338 Tweet 836
  • Heboh Isu Jenderal Polisi Ditangkap terkait Penyadapan Prabowo, Polri Bilang Begini

    2311 shares
    Share 924 Tweet 578
  • Penggerebekan Ponpes Hamalatul Qur’an Berbuntut Panjang, MUI Layangkan 5 Tuntutan ke Polri

    1878 shares
    Share 751 Tweet 470
  • Cabor Bulutangkis dan Panjat Tebing Dicoret, NOC Indonesia Soroti SEA Games 2027

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Bachtiar Nasir Tegaskan Penolakan Konser Andrea Bocelli Berlandaskan Nilai Kemanusiaan

    880 shares
    Share 352 Tweet 220
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.