• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Menguatkan Pangan dari Desa

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 30 Desember 2021 - 09:39
in Ekonomi
Agung SS Raharjo

Agung SS Raharjo

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pangan merupakan subjek penting bagi kebutuhan manusia. Tidak hanya berpengaruh dari sisi sosial ekonomi, pangan juga menjadi komoditas politis yang sangat strategis. Pangan merupakan masalah vital bagi negara karena berkaitan dengan persoalan ketahanan dan kedaulatan. Kondisi kekurangan pangan atau rawan pangan akan menjadi ancaman bagi stabilitas politik suatu negara.

Kondisi tersebut setidaknya dapat dilihat dari sejarah kehancuaran Uni Soviet di awal tahun 1990-an. Bubarnya Uni Soviet tidak semata karena perubahan nilai dan pakem-pakem politik yang begitu massif seperti paham glasnost, perestroika dan demokrasi. Namun ada faktor lain yang tidak kalah penting untuk diketahui bahwa aksi embargo pangan oleh Nato dianggap memberikan andil yang cukup besar atas runtuhnya negara komunis ini (Ghandi, 2014).

BacaJuga:

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi

Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026

Jangan Puas Jualan di Dalam Negeri, Mendag Ajak UMKM Serbu Pasar Dunia

Dari peristiwa tersebut kita belajar bahwa pangan dapat menjadi dua sisi mata uang yang saling berkebalikan. Apakah ia akan menjadi boomerang yang mengahancurkan ataukah menjadi sumber penguat kedaulatan bangsa dan negara. Indonesia sebagai negara kepulauan (archipelago) dengan penduduk terbesar keempat didunia sudah sepantasnya mempersiapkan serangkain kebijakan dan program aksi yang mengarah pada penguatan pangan. Tidak semata menyediakan stok cadangan pangan dalam skala nasional namun juga memberikan jaminan pemenuhan pangan hingga tingkat individu.

Revitalisasi Peran Desa

Penguatan ketahanan pangan nasional dapat kita mulai dengan menguatkan basis ditingkat desa. Keberadaan desa saat ini menjadi sentra kebijakan strategis dalam mewujudkan pembangunan nasional. Membenahi sistem dan pengelolaan ditingkat perdesaan dirasa akan mampu menumbuhkan perbaikan-perbaikan dan kemajuan.

Kementerian Desa dan PDT telah mengembangkan motode penilaian perdesaan yang awam disebut dengan Indeks Desa Membangun (IDM). IDM menggunakan indikator komposit yang melihat tiga aspek yaitu indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan ekologi/lingkungan.

Perangkat indikator yang dikembangkan dalam IDM berdasarkan konsepsi bahwa untuk menuju desa maju dan mandiri perlu kerangka kerja pembangunan berkelanjutan di mana aspek sosial, ekonomi, dan ekologi menjadi kekuatan yang saling mengisi dan menjaga potensi serta kemampuan Desa untuk mensejahterakan kehidupan Desa.

IDM mengarahkan ketepatan intervensi dalam kebijakan dengan korelasi intervensi pembangunan yang tepat dari Pemerintah sesuai dengan partisipasi masyarakat yang berkorelasi dengan karakteristik wilayah desa yaitu tipologi dan modal sosial.

Kebijakan dan aktivitas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa semestinya menghasilkan pemerataan dan keadilan, didasarkan pada nilai-nilai lokal dan budaya, serta ramah lingkungan dengan mengelola potensi sumber daya alam secara baik dan berkelanjutan.

Berdasar data Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, melalui laman resminya, dapat diketahui perkembangan jumlah berdasar kategori desa yakni: Desa Mandiri dari 840 desa (2019) menjadi 3.278 desa (2021), Desa Maju dari 8.647 desa (2019) menjadi 15.324 desa (2020), Desa Berkembang 38.185 desa (2019) menjadi 38.086 desa (2021), Desa Tertinggal dari 17.626 desa (2019) menjadi 12.177 desa dan Desa Sangat Tertinggal dari 3.536 desa (2019) menjadi 4.985 desa (2021).

Pada titik inilah, lebih jauh diharapkan kesejahteraan yang tumbuh di desa akan memberikan jaminan pada penguatan ketahanan pangan masyarakat. Setiap individu atau rumah tangga menjadi lebih mampu dalam memenuhi kebutuhan pangannya. Sebagai contoh salah satu desa yang berhasil dalam hal penguatan ketahanan pangan adalah Desa Kandar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Desa Kandar telah berhasil mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa, selama lima tahun, untuk memperkuat ketahanan pangan desa dengan beragam kegiatan baik dari sisi pengembangan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakatnya.

Peluang anggaran, dengan diberikannya Dana Desa yang cukup besar, merupakan modal ekonomi yang strategis dalam mewujudkan perbaikan dan kemajuan. Tak terkecuali dalam urusan bidang pangan. Menguatkan ketahanan pangan dari perdesaan merupakan keniscayaan. Pada tingkatan inilah aspek aksesibilitas dan distribusi pangan akan lebih efektif untuk dioptimalkan dan dicapai.

Pengembangan cadangan pangan desa dapat revitalisasi kembali dengan pendekatan kearifan lokal. Dengan dukungan semua pihak dan kesadaran akan pentingnya mewujudkan kesejahteraan bersama, menggapai desa mandiri pangan bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan.*

Tags: Agung SS RaharjodesaKementanpangan

Berita Terkait.

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi
Ekonomi

Kolaborasi Kemenkop dan Pertamina NRE Ubah Wajah Pulau Sembur Lewat PLTS Berbasis Koperasi

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:03
Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026
Ekonomi

Wamenkop Farida Farichah Raih Penghargaan Impactful Alumni Awards UNNES 2026

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:02
UMKM
Ekonomi

Jangan Puas Jualan di Dalam Negeri, Mendag Ajak UMKM Serbu Pasar Dunia

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:06
Kapal-laut
Ekonomi

PIS Matangkan Strategi Aman, Pertamina Pride dan Gamsunoro Bersiap Tembus Selat Hormuz

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:45
Fun-Run
Ekonomi

UMKM 5K Run Dorong Pengusaha Lokal Rebut Peluang di Tengah Booming Olah Raga Lari

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:24
Maman
Ekonomi

Bonus Demografi di Depan Mata, Maman Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Ekosistem Kuat

Minggu, 21 Juni 2026 - 08:39

BERITA POPULER

  • Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    Hasil Piala Dunia: Qatar Buyarkan Kemenangan Swiss, Brasil Gagal Tumbangkan Maroko

    7145 shares
    Share 2858 Tweet 1786
  • Los Blancos Makin Ganas! Rekrut 2 Bintang Tanpa Mahar, Kini Incar Bek Inter

    1126 shares
    Share 450 Tweet 282
  • Purbaya Siapkan APBN Hadapi Tantangan Global, Prioritas Nasional Tetap Jalan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • Hantavirus Ramai Dibahas, Benarkah Bisa Jadi Pandemi Baru

    1777 shares
    Share 711 Tweet 444
  • Menkeu RI Raih Dukungan Tiongkok untuk Panda Bond, AIIB Siapkan USD17 Miliar

    881 shares
    Share 352 Tweet 220
Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran
Olahraga

Jadwal Piala Dunia 2026: Spanyol Tantang Arab Saudi, Belgia Hadapi Iran

Editor Laurens Dami
Minggu, 21 Juni 2026 - 20:52

INDOPOSCO.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 semakin memanas. Empat pertandingan penting akan digelar pada Minggu (21/6/2026) malam hingga...

SelengkapnyaDetails
Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Hasil Piala Dunia: Bungkam Tunisia 4-0, Jepang Tempel Ketat Belanda di Puncak

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:16
Gakpo

Cetak Brace ke Gawang Swedia, Brobbey dan Gakpo Masuk Buku Sejarah Oranje

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:42
Floranus

Hasil Piala Dunia: Dominasi Laga, Ekuador Gagal Tembus Benteng Curacao

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:31
Pemain-Timnas-Jerman

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis, Brace Denis Undav Bawa Jerman Benamkan Pantai Gading

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.