• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Internasional

Presiden Korsel Ampuni Eks Presiden Park Geun-Hye

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Sabtu, 25 Desember 2021 - 05:23
in Internasional
korsel

Pemimpin terguling Korea Selatan Park Geun-hye tiba di pengadilan di Seoul, Korea Selatan, Jumat (25/8/2017). Foto : Antara/Reuters/Kim Hong-Ji/File Photo/aww/sa.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In memaafkan mantan Presiden Park Geun-Hye, yang sedang menjalani hukuman penjara karena korupsi, kata kementerian kehakiman, Jumat (24/12/2021).

Ampunan itu diberikan Moon di tengah persaingan ketat pemilihan presiden. Pengacara Park, Yoo Yeong-Ha mengatakan, Park sudah menyampaikan permintaan maaf karena telah merugikan publik. Ia juga menyatakan terima kasih kepada Presiden Moon karena telah mengambil suatu keputusan sulit.

BacaJuga:

Usai dari Pakistan, Menlu Iran ke Oman dan Rusia Tanpa Temui Utusan AS

Kritik Pedas Rusia: Motivasi Utama Militer AS Hanyalah Minyak

Menlu Iran Tiba di Pakistan: Prioritaskan Koordinasi Kawasan, Ogah Temui Delegasi AS

Kantor Presiden Moon mengatakan pengampunan diberikan pada Park dengan niat untuk “menyelesaikan masa lalunya yang getir, mendorong kesatuan bangsa, dan bergandengan tangan menuju masa depan.”

Park (69 tahun) merupakan presiden pertama Korsel yang terpilih secara demokratis namun didepak dari jabatannya ketika Mahkamah Konstitusi mengukuhkan keputusan parlemen pada 2017 untuk memakzulkan dia terkait sebuah skandal.

Skandal tersebut juga menarik pemimpin 2 perusahaan raksasa, termasuk Samsung, ke balik jeruji. Park dipecat sebagai presiden setelah ia dinyatakan bersalah bersekutu dengan seorang temannya untuk menerima dana puluhan miliyar won dari perusahaan-perusahaan besar.

Uang tersebut sebagian besar digunakan untuk membiayai keluarga temannya serta yayasan-yayasan nirlaba. Pada Januari, mahkamah konstitusi menetapkan hukuman 20 tahun penjara pada Park atas dakwaan korupsi.

Baca Juga: Infeksi Covid di Teluk Arab Melonjak Lagi

Hukuman itu merupakan akhir kejatuhannya dari kekuasaan serta akhir dari proses hukum. Presiden Moon sebelumnya menyatakan niat bahwa ia tidak akan memaafkan orang-orang yang dihukum karena korupsi.

Namun, banyak pendukung serta politisi partai oposisi utama Kekuatan Rakyat melontarkan dorongan agar Park diampuni menjelang pemilihan presiden pada Maret 2022.

Dorongan itu didasarkan atas alasan bahwa kesehatan Park memburuk dan bahwa bentrokan politik kian dalam.

Para anggota oposisi di parlemen mengatakan Park mengalami masalah kesehatan di penjara, termasuk akhirnya harus menjalani operasi bahu.

Hukuman penjara bagi Park telah menjadi perdebatan politik yang panas dan memecah belah kesatuan di Korea Selatan.

Kalangan konvensional, yang terus menggelar demonstrasi setiap minggu di pusat kota Seoul, meminta agar Park dibebaskan. Mereka juga melancarkan kritikan terhadap Presiden Moon.

Telaah pendapat yang dilakukan oleh Gallup Korea pada November menampilkan bahwa 48 persen responden menentang pemberian ampunan bagi Park. Angka itu merupakan penurunan dari sekitar 60 persen pada awal 2021 seperti dilansir Antara.

Lee Jae-Myung, andalan Partai Demokrat tempat Moon berasal, serta kandidat dari partai Kekuatan Rakyat, Yoon Suk-Yeol, tampak bersaing ketat di berbagai telaah pendapat baru-baru ini. (mg4)

Tags: Eks Presiden Park Geun-Hyekoreakorselseoul

Berita Terkait.

Abbas-Araghchi
Internasional

Usai dari Pakistan, Menlu Iran ke Oman dan Rusia Tanpa Temui Utusan AS

Sabtu, 25 April 2026 - 17:46
Sergey-Lavrov
Internasional

Kritik Pedas Rusia: Motivasi Utama Militer AS Hanyalah Minyak

Sabtu, 25 April 2026 - 16:45
Menlu Iran Tiba di Pakistan: Prioritaskan Koordinasi Kawasan, Ogah Temui Delegasi AS
Internasional

Menlu Iran Tiba di Pakistan: Prioritaskan Koordinasi Kawasan, Ogah Temui Delegasi AS

Sabtu, 25 April 2026 - 12:29
abbas
Internasional

Menlu Iran Intensifkan Komunikasi dengan Pakistan Jelang Negosiasi Damai

Jumat, 24 April 2026 - 20:02
Paulus
Internasional

Paus Leo XIV Serukan AS-Iran Kembali ke Meja Perundingan

Jumat, 24 April 2026 - 15:25
iran
Internasional

AS Tak Beritikad Baik, Iran Ragu Kembali ke Meja Perundingan

Kamis, 23 April 2026 - 05:05

BERITA POPULER

  • pemain-Semen-Padang

    Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1348 shares
    Share 539 Tweet 337
  • Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Industri Sawit Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Sinergi dengan BPDP Diperkuat

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • House of Representatives Urges Non-Subsidized Fuel Price Hike Not to Burden Public

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.