• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Banyak BPD Kekurangan Modal, LPI INA Diminta Bantu Suntik Tambahan Modal

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 25 Desember 2021 - 08:59
in Nasional
indoposco

Ilustrasi. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Keberadaan lembaga keuangan Bank Pembangunan Daerah (BPD) sedikit banyak telah berkontribusi dalam menghidupkan mesin ekonomi daerah melalui skema pembiayaan yang inklusif dan ramah masyarakat lokal.

BPD memberikan andil inklusi keuangan yang efektif bagi masyarakat pedesaan. Namun, akibat krsis pandemi Covid-19 yang berdampak langsung terhadap kinerja keuangan perbankan, saat ini banyak BPD yang mengalami kekurangan modal sesuai standar minimal peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BacaJuga:

Terima Kunjungan Badan Atom Rusia, Ketua DPD RI: Kami Bahas Potensi Pengembangan PLTN

PTKIN Kini Jadi Kampus Modern, Padukan Sains, dan Nilai Moderasi Beragama

Perkuat Fasilitas Kesehatan Dasar, Prabowo Akan Perbaiki 5.000 Puskesmas

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Wimran Ismaun saat ini (per-September 2021) terdapat 15 BPD lagi yang masih memiliki modal inti di bawah Rp3 triliun. Di antaranya Bank Riau Kepri, Bank BPD DIY, Bank Aceh Syariah, Bank NTT, Bank Kalsel, Bank Jambi, Bank Kalteng, Bank NTB Syariah, Bank SulutGo, Bank Sultra, Bank Maluku Malut, Bank Lampung, Bank Sulteng, Bank Bengkulu, dan Bank Banten.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan B Najamudin meminta Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Investasi (LPI) INA untuk turut menyuntikkan tambahan modal SWF kepada BPD yang membutuhkan.

Baca Juga: Bank DKI Raih Penghargaan Top Digital Awards 2021

“Kami mengamati banyak BPD yang mengalami kelesuan performa keuangannya akibat kelesuan modal inti bank. Dan itu merupakan BPD di daerah yang secara ekonomi porsi PDB regionalnya relatif kecil,” ujar dia, dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu (25/12).

Menurutnya, BPD memiliki peran yang luar biasa besar dalam meningkatkan kinerja ekonomi dan keuangan di suatu daerah. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk tidak saja memberikan suntikan modal kepada Bank BUMN atau Himbara. Perhatian pemerintah juga mesti tertuju pada lembaga keuangan bank di daerah.

Diketahui, selama 2021 Pemerintah telah menambahkan modal kepada Dana Abadi Indonesia atau sovereign wealth fund (SWF) bernama Indonesia Investment Authority (INA) senilai Rp60 triliun.

Dengan demikian, saat ini total modal yang dimiliki oleh Lembaga Pengelola Investasi (LPI) INA ini telah mencapai Rp75 triliun, sesuai dengan komitmen awal pemerintah, setelah pada tahap awal masuk Rp15 triliun.

Penambahan modal inti pada BPD, menurut Sultan, akan memacu proses percepatan pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi. Terutama dana Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Meski demikian, ia juga menyoroti kinerja manajemen BPD yang sering kali menjadi penyebab melambatnya pertumbuhan bank. Dan RUPS tentu bertanggungjawab dalam merekrut dan mengawasi direksi BPD.

“Pemerintah daerah, sebagai pemilik saham mayoritas BPD harus aktif mengontrol kualitas manajemen bank. Kehati-hatian harus menjadi prinsip utama dalam mengelola dana nasabah pada sektor investasi,” terang mantan Wakil GUbernur Bengkulu itu.

Lebih jauh Sultan mendorong OJK dan lembaga penegakan hukum baik KPK maupun Kejaksaan untuk turut menjadi sistem kontrol yang selalu aktif memantau aktivitas keuangan lembaga keuangan khususnya BPD.

“BPD sedapat mungkin harus terhindar dari potensi penyalahgunaan dan kejahatan keuangan. Manajemen BPD perlu belajar dari pengalaman Jiwasraya dan Asabri yang sampai saat ini masih terlilit masalah,” tutup mantan Ketua Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bengkulu itu. (arm)

Tags: bank pembangunan daerahLPI INAsultan baktiar najamudinwakil ketua dpd ri

Berita Terkait.

SBN
Nasional

Terima Kunjungan Badan Atom Rusia, Ketua DPD RI: Kami Bahas Potensi Pengembangan PLTN

Kamis, 14 Mei 2026 - 03:19
Abdul-Aziz
Nasional

PTKIN Kini Jadi Kampus Modern, Padukan Sains, dan Nilai Moderasi Beragama

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:07
Prabowo
Nasional

Perkuat Fasilitas Kesehatan Dasar, Prabowo Akan Perbaiki 5.000 Puskesmas

Kamis, 14 Mei 2026 - 00:26
Abdul-Aziz
Nasional

Alhamdulillah, Calon Mahasiswa Difabel Miliki Kesempatan Kuliah di PTKIN

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:02
hinca
Nasional

DPR Tegaskan Kedudukan Polri di Bawah Presiden Sesuai Konstitusi

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:18
bc2
Nasional

Jalin Kerja Sama dengan TNI-Polri, Kejaksaan dan Polri, Bea Cukai Perkuat Penegakan Hukum di Sumut

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:07

BERITA POPULER

  • hujan

    Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1028 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    979 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    722 shares
    Share 289 Tweet 181
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    720 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.