INDOPOSCO.ID – Pendidikan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) terus diperkuat untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja yang semakin dinamis, termasuk pasar kerja internasional. Melalui penguatan kompetensi, penyelarasan kurikulum dengan industri, hingga perluasan kemitraan global.
“Pemerintah menargetkan lulusan LKP mampu bersaing dan menembus berbagai negara,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin dalam keterangan, Rabu (1/7/2026).
Ia mengatakan, pendidikan kursus dan pelatihan memiliki keunggulan, karena mampu merespons kebutuhan industri secara cepat melalui program yang fleksibel, berbasis kompetensi, dan mengikuti perkembangan dunia kerja.
“Peran pendidikan kursus dan pelatihan sangat strategis dalam menyiapkan tenaga kerja siap kerja maupun meningkatkan kompetensi angkatan kerja yang sudah ada,” ungkapnya.
“Kini peluang kerja tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga terbuka luas di berbagai negara yang membutuhkan tenaga kerja kompeten,” sambung Tatang.
Menurutnya, peluang tersebut harus dimanfaatkan lulusan LKP Indonesia. Namun, tingginya kebutuhan tenaga kerja global juga diiringi persaingan yang semakin ketat sehingga kualitas LKP harus terus ditingkatkan.
Ia mengatakan, penguatan dilakukan melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, peningkatan pengalaman praktik peserta didik, peningkatan kompetensi instruktur, hingga memperluas kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan mitra internasional.
“Lulusan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar kompetensi nasional, tetapi juga mampu memenuhi ekspektasi dunia kerja internasional,” katanya.
Tatang menambahkan, bidang keterampilan seperti spa therapist dan caregiver saat ini menjadi sektor yang memiliki permintaan tinggi di berbagai negara. Selain kemampuan teknis, tenaga kerja di bidang tersebut juga dituntut memiliki etos kerja, integritas, kemampuan komunikasi, dan kepedulian terhadap penerima layanan.
Direktur Kursus dan Pelatihan, Yaya Sutarya menambahkan, pihaknya terus mendorong peningkatan mutu LKP melalui pengembangan kurikulum berbasis industri, penguatan sertifikasi kompetensi, peningkatan kapasitas pendidik dan memperluas kerja sama dengan dunia usaha serta mitra internasional.
Menurut Yaya, forum tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman mengenai peluang kerja internasional, kebutuhan kompetensi industri global, tantangan penempatan kerja, hingga strategi meningkatkan kualitas lulusan.
“Kami juga ingin memperkuat sinergi antara regulator, praktisi pendidikan kursus, dan alumni agar pengembangan kebekerjaan lulusan LKP semakin terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya.(nas)


















