• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

PEN Film Perkuat Perfilman Nasional, Ciptakan Lapangan Kerja

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 15 Desember 2021 - 16:36
in Nasional
sanidaga uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah mengucurkan dana stimulus pemulihan ekonomi nasional (PEN) subsektor film sebesar Rp136,5 miliar. Dana teesebut untuk mendorong kebangkitan ekonomi melalui percepatan kebangkitan industri film serta memperbaiki ekosistem perfilman Indonesia seiring terkendalinya pandemi COVID-19.

Kebangkitan industri film setelah sebelumnya terdampak akibat pandemi COVID-19 akan menyerap kembali tenaga kerja kreatif, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sekaligus memperkuat peta baru perfilman nasional dengan membuka lebar ruang kreativitas bagi sineas muda di seluruh penjuru daerah. Meluasnya penciptaan lapangan kerja hingga ke berbagai daerah tanah air.

BacaJuga:

Dari Indonesia ke Dunia, Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit

Mendagri Dorong Pemanfaatan Rilis Publikasi Statistik Perumahan BPS untuk Tekan Backlog

Bersama 1.000 Penyandang Disabilitas, Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

“Stimulus PEN subsektor film untuk menciptakan lapangan kerja yang luas sehingga dapat menyerap kembali tenaga kerja kreatif film yang terdampak pandemi sekaligus sebagai persiapan dalam menyambut kebangkitan industri kreatif perfilman,” ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam pernyataannya, melalui online, Rabu (15/12/2021).

Menurutnya, sebanyak 56 penerima bantuan pemerintah produksi film Indonesia telah ditetapkan. Terbagi mewakili 23 rumah produksi dan 33 komunitas perfilman yang terdiri dari 29 film terpilih kategori film pendek dan 27 film terpilih untuk kategori film dokumenter pendek. Film-film tersebut telah lolos penilaian oleh tim kurator dimana masing-masing akan mendapat bantuan stimulus sebesar Rp250 juta per judul film.

Dari 56 penerima bantuan pemerintah untuk skema produksi tersebut, tidak lagi didominasi dari kota-kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya. Namun, sudah menyebar ke kota-kota besar/kecil di Sumatra, Kalimantan, Bali, NTT, hingga Sulawesi.

Bila selama ini banyak film pendek dan film dokumenter berkualitas dilahirkan oleh kalangan senias muda dari kota-kota besar di Pulau Jawa, maka ke depan akan lahir dari kota-kota di luar Jawa seperti Majene, Palu, Solok, Banda Aceh, Balikpapan, serta kota lainnya. Tahun depan diproyeksikan akan banyak lahir film pendek dan film dokumenter berkualitas karya anak bangsa tampil dan menjadi pemenang di festival-festival film internasional. Penyelenggaraan festival film pendek dan dokumenter diharapkan tidak lagi didominasi oleh kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Hogjakarta, dan Bali yang sebelum pandemi secara rutin menggelar film komunitas.

“Menyebarnya rumah produksi dan para sineas muda ini sebagai salah satu wujud PEN subsektor film menciptakan peta baru perfilman nasional,” ujar Sandiaga.

Selain skema produksi, PEN subsektor film yang dimulai sejak Oktober hingga Desember 2021 ini juga terdapat skema promosi dan skema pra-produksi. Sama dengan skema produksi, skema promosi dan pra-produksi tersebut melibatkan tim kurator untuk melakukan seleksi kemudian menetapkan film yang memenuhi syarat dan layak mendapatkan dana stimulus.

Ada 22 rumah produksi mendapat dana stimulus PEN untuk skema promosi film. Masing-masing rumah produksi ini mendapat Rp1,5 miliar per judul film. Ada 22 judul film yang diproduksi 22 rumah produksi dengan total bantuan sebesar Rp33 miliar. Promosi dilakukan dengan menggunakan media konvensional atau offline seperti billboard, poster, dan spanduk. Juga dengan media sosial atau online (internet) yang mempunyai pengaruh kuat di tengah masyarakat terutama kelompok penonton milenial.

Dari 22 judul film itu, sembilan film di antaranya sudah tayang di bioskop pada November dan Desember 2021. Sebanyak 13 judul film lainnya akan meramaikan kembali gedung-gedung bioskop dengan tayangan film nasional berkualitas lainnya mulai Januari 2022.

Sementara itu ada 50 rumah produksi sebagai penerima dana stimulus PEN untuk skema pra-produksi. Masing-masing menerima kucuran dana Rp860 juta per judul film. Dengan total dana skema pra-produksi Rp68,9 miliar ini diharapkan dapat memicu produksi film layar lebar bermutu di era pasca-pandemi.

Adanya dana bantuan tersebut akan lahir film-film bermutu dengan genre yang beragam sehingga akan memberi banyak pilihan kepada para penonton di gedung bioskop sekaligus mendorong minat masyarakat kembali ke bioskop. Dari beragam genre film itu, ada yang mengangkat judul film lama yang pernah sukses di gedung bioskop di era tahun 1980 dan 1990-an seperti ‘Ali Topan Anak Jalanan’ dan ‘Losmen Bu Broto 2’.

Film layar lebar menyerap banyak tenaga kerja langsung atau tenaga kerja kreatif film mulai dari produser, sutradara, penulis skenario, penata kamera, penata artistik, penata musik, editor, pengisi dan penata suara, hingga aktor-aktris. Jumlahnya mulai ratusan hingga ribuan. Untuk membuat sebuah film kolosal membutuhkan hingga puluhan ribu tenaga kerja langsung.

Misalnya, film ‘Ali Topan Anak Jalanan’ dalam proposalnya memperkirakan akan menyerap 264 tenaga kerja langsung, sedangkan film ‘Losmen Bu Broto 2’ akan menyerap 198 orang tenaga kerja langsung.

Dana stimulus PEN subsektor film secara total diperkirakan akan menyerap 14.761 tenaga kerja langsung baik untuk skema promosi film layar lebar tayang bioskop, skema produksi untuk film pendek dan film dokumenter, maupun skema pra-produksi film layar lebar. Sementara serapan tenaga kerja tidak langsung diproyeksikan mencapai ratusan ribu tenaga kerja mulai tenaga kerja katering untuk kru film, kendaraan film, hingga penjaga bioskop dan lainnya.

Kucuran dana stimulus PEN subsektor film telah mengalir ke rumah-rumah produksi. Sekitar 125 judul film (film pendek, film dokumenter, dan film layar lebar) akan tayang di gedung bioskop serta tampil di ajang festival film. Dana stimulus PEN film menciptakan peta baru perfilman Indonesia.

“Harapan kami langkah ini selain menumbuhkan ekonomi ditengah melambatkan ekonomi dunia, program ini juga menyerap tenaga kerja,” pungkasnya. (ney)

Tags: covid-19filmPEN

Berita Terkait.

epson
Nasional

Dari Indonesia ke Dunia, Penjualan Epson EcoTank Tembus 100 Juta Unit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 02:20
tito
Nasional

Mendagri Dorong Pemanfaatan Rilis Publikasi Statistik Perumahan BPS untuk Tekan Backlog

Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:52
abdul
Nasional

Bersama 1.000 Penyandang Disabilitas, Mendikdasmen Gaungkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:21
nashir
Nasional

42 Tahun Menunggu, Haedar Nashir Akhirnya Kantongi Kartu Wartawan Utama

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:11
bpn
Nasional

Sengketa Tanah Tridharma, Pondok Labu, Warga Desak BPN Jangan Bela Pengusaha

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:12
viva
Nasional

Viva Yoga Dorong Pembangunan Kawasan Transmigrasi Subulussalam

Kamis, 13 Agustus 2026 - 16:45

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1165 shares
    Share 466 Tweet 291
  • Perayaan 1 Tahun dengan Berbagai Penghargaan, Mitsubishi Destinator Tampil Mentereng di GIIAS 2026

    1000 shares
    Share 400 Tweet 250
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3683 shares
    Share 1473 Tweet 921
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    857 shares
    Share 343 Tweet 214
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.