• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Meraup Cuan di Limbah Patin

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Jumat, 3 Desember 2021 - 15:00
in Nasional
BRSDM

Plt. Kepala BRSDM

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Berkembangnya industri pengolahan perikanan menyisakan hasil samping (limbah) berupa tulang, kulit, sirip, kepala, sisik, jeroan, maupun cairan. Limbah tersebut diperkirakan memiliki proporsi sekitar 30-40 persen dari total berat ikan, yang terdiri dari bagian kepala 12,0 persen, tulang 11,7 persen, sirip 3,4 persen, kulit 4,0 persen, duri 2,0 persen, dan isi perut atau jeroan 4,8 persen.

Limbah tersebut tentu bukan tak memiliki nilai ekonomi. Namun siapa sangka, potensi limbah perikanan sangatlah besar, tetapi pemanfaatannya masih terbilang relatif kecil. Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) sebagai unit eselon 1 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mengembangkan riset dan inovasi dalam rangka mendukung beragam terobosan yang menjadi program prioritas yang digaungkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, khususnya terkait dengan pengembangan budidaya perikanan untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan.

BacaJuga:

Parlemen Iran Setujui Rencana Pengelolaan Selat Hormuz

Kampus Hukum Tak Lagi Cukup Cetak Sarjana, Kini Didorong Ikut Membentuk UU

Keluarga Sayuti Melik Terima Undangan Prabowo untuk Upacara HUT ke-81 RI

Setahun belakangan, BRSDM melalui Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP) telah mengembangkan riset ‘Pemanfaatan Hasil Samping Industri Pengolahan Ikan Patin sebagai Bahan Produk Pangan dan Non Pangan’.

Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro menjelaskan, umumnya proses pengolahan patin di Indonesia menghasilkan produk filet sekitar 35 persen. Sementara hasil samping dari proses pengolahan filet patin mencapai sekitar 65 persen seperti kepala, tulang ekor, daging belly, isi perut, lemak abdomen, kulit dan hasil perapian (trimming) masih belum dimanfaatkan secara optimal. Bagian-bagian ini bernilai jual rendah, bahkan hanya menjadi limbah, yang dapat menurunkan kesehatan lingkungan. Dari hasil riset yang dilakukan oleh Tim Peneliti BBRP2BKP, menunjukkan kandungan lemak dari hasil samping tersebut bisa mencapai sekitar 30 persen sehingga dapat dijadikan sebagai sumber potensial minyak ikan.

“Minyak ikan dari hasil samping pengolahan patin mengandung asam lemak Omega 3 (EPA, DHA, Linolenat) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan suplemen pangan dikarenakan kandungan asam lemak esensialnya yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Minyak ikan membantu memelihara kesehatan jantung, mencegah penyumbatan pembuluh darah, menjaga kesehatan kulit hingga mengurangi gejala depresi dan alergi. Selain itu, padatan yang tersisa dari ekstraksi minyak ikan patin juga dapat digunakan sebagai ingredient pakan setelah diproses menjadi tepung ikan,” ungkap Kusdiantoro.

Tak hanya itu, dengan berbekal pengetahuan pengolahan limbah industri patin, Kepala BBRP2BKP, Hedi Indra Januar, menyampaikan bahwa UKM dapat menerapkan konsep ekonomi biru dalam proses produksinya untuk mengatasi masalah lingkungan, sekaligus meningkatkan pendapatan dari nilai tambah dari pengolahan limbah tersebut, dan sebagai koridor inisiasi untuk program prioritas pengembangan kampung budidaya perikanan.

Peneliti BBRP2BKP, Ema Hastarini, mengatakan bahwa minyak ikan patin yang diekstrak dari hasil samping pengolahan ini memiliki profil asam lemak jenuh sebesar 48,84 persen dan asam lemak tak jenuh sebesar 51,16 persen serta menjadikannya sebagai sumber energi dan asam lemak esensial yang cukup tinggi. Sementara tepung ikan yang dihasilkan merupakan sumber protein dan asam amino dengan kadar protein mencapai 40,90 persen hingga 74, 06 persen.

Hingga kini, teknologi hasil riset pemanfaatan hasil samping industri patin pun telah didiseminasikan kepada 30 UKM, pembudidaya, dosen Politeknik AUP Dumai, dan penyuluh Perikanan di Desa Koto Mesjid, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Di mana Desa Koto Mesjid merupakan salah satu kampung budidaya patin yang produksinya bisa mencapai 360 hingga 400 ton per bulan.

Inovasi teknologi hasil riset berupa prototipe alat pengolahan minyak dan tepung ikan juga telah diserahkan kepada Politeknik AUP Dumai, dengan harapan dapat mendukung teaching factory yang dikembangkan oleh Politeknik AUP untuk menciptakan lulusan yang siap pakai dan berdaya saing di dunia kerja nantinya.

Patin (Pangasius hypophthalmus) sendiri merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya strategis di Indonesia. Peluang ekspor yang masih terbuka lebar menjadi alasan KKP memacu budidaya patin melalui pembangunan kampung-kampung budidaya berbasis potensi dan kearifan lokal. Upaya ini membuahkan hasil. Pada 2020, jumlah produksi patin di Indonesia mencapai 408.539 ton, meningkat dari jumlah 391.151 ton di tahun 2018.

Peran riset dan inovasi teknologi sangat penting dalam upaya membangun sektor kelautan dan perikanan Indonesia menjadi lebih modern dan produktif. KKP terus memperkuat peran riset dan inovasi teknologi. Penguatan riset dan penerapan teknologi secara masif juga mampu mendongkrak jumlah dan kualitas produksi kelautan dan perikanan dengan tetap menjaga lingkungan lestari. Salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk memperkuat riset maupun inovasi teknologi di bidang kelautan dan perikanan, menurutnya melalui kolaborasi intensif dengan lembaga maupun instansi lainnya. (ney)

Tags: limbahminyak ikanUKM

Berita Terkait.

Parlemen Iran Setujui Rencana Pengelolaan Selat Hormuz
Nasional

Parlemen Iran Setujui Rencana Pengelolaan Selat Hormuz

Jumat, 14 Agustus 2026 - 23:02
Kampus Hukum Tak Lagi Cukup Cetak Sarjana, Kini Didorong Ikut Membentuk UU
Nasional

Kampus Hukum Tak Lagi Cukup Cetak Sarjana, Kini Didorong Ikut Membentuk UU

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:25
Keluarga Sayuti Melik Terima Undangan Prabowo untuk Upacara HUT ke-81 RI
Nasional

Keluarga Sayuti Melik Terima Undangan Prabowo untuk Upacara HUT ke-81 RI

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:15
Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026
Nasional

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Pegadaian dalam Pidato Sidang Tahunan MPR 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:27
Massa Gelar ‘Aksi Bela Al-Qur’an’ di Gedung OT Cengkareng, Ratusan Personel Dikerahkan
Nasional

Rp50 Triliun Dihemat, Prabowo Ungkap Wajah Baru BUMN

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:31
Puan
Nasional

Ketua MPR Klaim Program MBG Kunci Menuju Generasi Emas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27

BERITA POPULER

  • ertiga

    Suzuki Ertiga Hybrid Cruise, MPV Nyaman dengan Teknologi Hybrid di GIIAS 2026

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • iCAR V23 dan V27 Hadir di GIIAS 2026, Bawa Pilihan Baru Kendaraan Elektrifikasi

    972 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    3718 shares
    Share 1487 Tweet 930
  • Restrukturisasi Subholding Upstream, SP PDSI Minta PDSI Diperkuat Jadi National Drilling Champion

    865 shares
    Share 346 Tweet 216
  • Terungkap, Ini Alasan Persib Rekrut Bek Kroasia Danijel Loncar

    824 shares
    Share 330 Tweet 206
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.