• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

LPS Siapkan Program Edukasi untuk Investor Muda

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 2 Desember 2021 - 20:48
in Ekonomi
lps

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam Bincang Santai dengan media bertajuk "Kala Gairah Investasi Tak Dibandingi Literasi" yang digelar Klub Jurnalis Ekonomi Jakarta (KJEJ), di Jakarta, Kamis (2/12/2021). Foto: Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Literasi menjadi kunci dalam berinvestasi. Namun, sangat disayangkan tren berinvestasi yang belakangan marak dilakukan anak muda, tak diiringi pengetahuan yang cukup.

Tak heran, jika banyak kabar soal kerugian investasi mengemuka. Alih-alih menggejot iklim investasi nasional menjadi makin baik, dikhawatirkan maraknya kerugian yang timbul, justru menjadi bumerang dan menimbulkan stigma negatif buat dunia investasi.

BacaJuga:

Soroti KEK Kura-Kura bali, Inilah Catatan Kritis Komisi VII dari Isu Lingkungan hingga Rencana IFC

Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, UU Perampasan Aset Jadi Solusi Tambal Defisit

Tekanan Global Mengguncang, Pertamina Andalkan Disiplin HSSE

Menyikapi hal ini, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesediaannya untuk mengambil peran aktif dalam mengedukasi investor pemula yang didominasi anak muda.

“LPS siap mengedukasi langsung investor-investor pemula. Kami punya tools untuk mengajar mereka membaca analisis teknikal di pasar saham sampai crypto. Tren berinvestasi ini harus dimanfaatkan dengan baik, jangan sampai mereka tersesat dan kapok karena harus mengalami kerugian akibat kurang pengetahuan,” kata dia, dalam Bincang Santai dengan media bertajuk “Kala Gairah Investasi Tak Dibandingi Literasi” yang digelar Klub Jurnalis Ekonomi Jakarta (KJEJ), di Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Menurutnya, edukasi dari sejumlah pihak yang berwenang memang sudah dilakukan. Tapi hal tersebut dinilai belum optimal dalam mendongkrak literasi dan menekan kerugian yang tak perlu akibat salah berinvestasi.

Berdasarkan Indeks Inklusi Keuangan dan Indeks Literasi Keuangan Indonesia, pada 2019, tingkat inklusi keuangan nasional mencapai 76,19 persen, sedangkan tingkat literasi di tahun yang sama baru mencapai 38,03 persen.

Baca Juga: Monetary Base Tumbuh Positif, Siap Mendukung Ekspansi Ekonomi Nasional

“Artinya, peningkatan akses terhadap produk keuangan cenderung dari masyarakat belum diikuti sepenuhnya oleh pemahaman terhadap risiko-risikonya,” tutur Purbaya.

Purbaya menilai, peningkatan literasi pasar modal penting dilakukan karena jumlah investor pasar modal telah meningkat signifikan di masa pandemi Covid-19. Ia menyebut, jumlah investor pasar modal pada 2018 baru 1,6 juta investor. Sedangkan pada Oktober 2021, jumlahnya meningkat drastis menjadi 6,75 juta investor.

Investor jenis produk reksadana dan saham jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah investor surat berharga negara (SBN). Dari sisi demografi, investor pasar modal di Indonesia didominasi kelompok umur di bawah 30 tahun dengan persentase mencapai 59,50 persen dan besaran aset mencapai Rp40,56 triliun.

Setelah itu baru disusul investor berusia 31-40 tahun dengan proporsi 21,51 persen dan kepemilikan aset sebesar Rp90,3 triliun. Adapun dari sisi jenjang pendidikan, mayoritas berlatar belakang sekolah menengah atas (SMA). Persentasenya mencapai 56,75 persen dengan total aset sebesar Rp169,44 triliun.

Sedangkan berdasarkan pekerjaan, investor didominasi oleh pegawai (swasta dan ASN) serta pelajar. Proporsinya masing-masing 33,48 persen dengan aset sebesar Rp283,3 triliun untuk pegawai dan 27,59 persen dengan aset sebesar Rp16,14 triliun untuk pelajar.

“Melihat data ini, jelas banyak terjadi peningkatan di investor muda atau investor pemula. Ini yang harus jadi target edukasi. Karena ini momentum, tak pernah selama ini terjadi peningkatan drastis di katagori investor muda seperti pelajar dan mahasiswa. Ini harus dijaga,” tegasnya.

Pastinya, ada berbagai program yang sedang disiapkan untuk dijalankan pada tahun depan, mulai dari menggelar webinar hingga forum khusus atau hybrid. Menurutnya, LPS juga terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan edukasi mengenai literasi keuangan, termasuk dengan komunitas wartawan seperti Klub Jurnalis Ekonomi Jakarta atau pihak kampus dan sebagainya. (arm)

Tags: investasiinvestor mudaLPSpurbaya ydhi sadewa

Berita Terkait.

Soroti KEK Kura-Kura bali, Inilah Catatan Kritis Komisi VII dari Isu Lingkungan hingga Rencana IFC
Ekonomi

Soroti KEK Kura-Kura bali, Inilah Catatan Kritis Komisi VII dari Isu Lingkungan hingga Rencana IFC

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:06
99 Persen Kader Internal Isi Kepengurusan Baru, Jazuli: PB Mathla’ul Anwar Siap Melesat Lebih Tinggi
Ekonomi

Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, UU Perampasan Aset Jadi Solusi Tambal Defisit

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:16
Awang-Lazuardi
Ekonomi

Tekanan Global Mengguncang, Pertamina Andalkan Disiplin HSSE

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:05
Rupiah
Ekonomi

Rupiah Terancam Tembus Rp17.550 Pekan Ini, Konflik Global dan Lonjakan Minyak Jadi Pemicu

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:24
Lepas-Pantai
Ekonomi

Awal 2026 Positif, PHE Percepat Eksplorasi Demi Energi Masa Depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:33
Ekspor
Ekonomi

Sukses Ekspor, Industri Sabun Bogor Perluas Pasar hingga Burkina Faso

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:23

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3686 shares
    Share 1474 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1295 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1044 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.