• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Jubir Kemenkes: Virus Bisa Bermutasi Kapan Saja

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Senin, 29 November 2021 - 22:18
in Nasional
Dokter Reisa

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa bertajuk Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Ampuh di 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (29/11/2021). Foto : Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro kembali menegaskan bahwa virus dapat bermutasi menjadi varian baru yang lebih berbahaya kapan saja tanpa melihat waktu.

“Mutasi virus itu bisa terjadi kapan saja. Mutasi virus merupakan hal alamiah untuk menyesuaikan diri, guna bertahan hidup. Jadi sebenarnya tidak ada (mutasi terjadi, red.) setiap mau libur atau mau apa,” katanya dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa bertajuk Apakah Vaksin Covid-19 Tetap Ampuh di 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (29/11/2021).

BacaJuga:

Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT, KKP Jaga Produktivitas dan Daya Saing Perikanan

LPDB Koperasi Tingkatkan Kepatuhan Pembiayaan Syariah Lewat Penguatan Pengawasan

Wakil Menteri Kehutanan Hadiri Raker Komisi IV DPR RI Bahas LKPP dan Isu Aktual

Reisa menuturkan hasil mutasi yang terjadi pada sebuah virus untuk bertahan hidup, dapat memiliki dua kemungkinan, yakni menyebabkan virus berubah menjadi varian yang lebih lemah maupun jenis varian yang lebih ganas dan cepat menular.

Baca Juga : Efektivitas Vaksin terhadap Varian Baru Masih Diteliti

Dari banyaknya mutasi yang menyebabkan dua kemungkinan tersebut, kemudian para ilmuwan mulai melaporkan genome sequencing atau penelitian terhadap spesimen virus tersebut ke dalam sebuah situs bernama Gisaid yang memiliki 5.544.392 data entry di seluruh dunia per pagi hari ini.

Dari penelitian- penelitian yang dilakukan itulah, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dapat membuat dua kriteria untuk membedakan sifat mutasi yang dimasukkan dalam dua kategori yaitu variant of concern (VOC) dan varian of interest (VOI).

Reisa menegaskan bahwa dari kedua kategori, seluruh pihak perlu waspada terhadap varian yang termasuk ke dalam kategori VOC seperti varian Delta dan varian Omicron atau B 1. 1.529 yang baru saja ditemukan oleh dunia.

“Di dalam daftar VOC ada juga Alfa yang pertama kali menyerang, Beta dan Gamma. Sedangkan variant of interest ada Lambda dan Miu. Jadi sudah ada tujuh kelompok besar varian yang masuk VOC dan VOI,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan dalam menghadapi varian Omicron yang membuat dunia kembali waspada terhadap penularan Covid-19, pemerintah terus melakukan pemantauan melalui pemeriksaan genome sequencing, terus menguatkan 3T (testing, tracing, treatment) serta pengetatan pintu masuk negara.

Pemerintah, kata dia, juga turut memberlakukan karantina yang semula tiga hari menjadi tujuh hari per 29 November 2021 melalui Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 23 Tahun 2021.

Melalui Kemenkumham dikeluarkan Surat Edaran nomor IMI- 0269. GR. 01. 01 Tahun 2021 yang melarang sementara bagi orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi wilayah Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, dan Nigeria dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk Indonesia.

Selain itu, penangguhan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas bagi warga negara yang disebutkan itu. Ketentuan ini berlaku per Senin ini.

Reisa meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan serta berharap melalui itikad pemerintah dapat bersama- sama mencegah varian baru itu masuk ke Indonesia.

“Varian Omicron ini yang paling baru memang dilaporkan dari Afrika Selatan dan memang sejauh ini belum terdeteksi di Indonesia. Semoga tidak ada dan tidak masuk Indonesia,” ucap Reisa.(mg3)

Tags: Omicronvaksin

Berita Terkait.

Wakil Menteri Kehutanan Hadiri Raker Komisi IV DPR RI Bahas LKPP dan Isu Aktual
Nasional

Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT, KKP Jaga Produktivitas dan Daya Saing Perikanan

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:32
LPDB Koperasi Tingkatkan Kepatuhan Pembiayaan Syariah Lewat Penguatan Pengawasan
Nasional

LPDB Koperasi Tingkatkan Kepatuhan Pembiayaan Syariah Lewat Penguatan Pengawasan

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:32
Wakil Menteri Kehutanan Hadiri Raker Komisi IV DPR RI Bahas LKPP dan Isu Aktual
Nasional

Wakil Menteri Kehutanan Hadiri Raker Komisi IV DPR RI Bahas LKPP dan Isu Aktual

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:12
AI Jadi Senjata Baru Perluas Akses Hukum untuk Perkuat Dampak Sosial
Nasional

AI Jadi Senjata Baru Perluas Akses Hukum untuk Perkuat Dampak Sosial

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:49
Perkuat Ekonomi Petani Kemenkop Optimalkan Tata Kelola Koperasi Tebu
Nasional

Perkuat Ekonomi Petani Kemenkop Optimalkan Tata Kelola Koperasi Tebu

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03
Saan-Mustopa
Nasional

DPR Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi, RUU Perampasan Aset Terus Dimatangkan

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:35

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    8489 shares
    Share 3396 Tweet 2122
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2248 shares
    Share 899 Tweet 562
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1526 shares
    Share 610 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1182 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1174 shares
    Share 470 Tweet 294
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi
Olahraga

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente menegaskan bahwa keberhasilan mereka menembus final Piala Dunia 2026 merupakan buah...

SelengkapnyaDetails
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:40
Timnas-Prancis

Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Takkan Biarkan Spanyol Dominasi Bola

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:13
Mbappe

Piala Dunia 2026: Sempat Cedera, Mbappe Dipastikan Fit Hadapi Spanyol

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.