• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pesantren Benteng Pertahanan Bangsa Indonesia

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 11 November 2021 - 02:19
in Nasional
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (dua kiri) saat berada di Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021). Antara/Ho-Tim Media Gus Yahya

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (dua kiri) saat berada di Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021). Antara/Ho-Tim Media Gus Yahya

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan pondok pesantren menjadi benteng pertahanan bangsa Indonesia.

“Sejarah mencatat, pesantren adalah komunitas independen yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat,” ujar Gus Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (10/11).

BacaJuga:

Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara

Penguatan Kurikulum Pesantren, MUI: Dorong Integrasi Tradisi dan Inovasi

DPR Bicara IKN dan Kemampuan Fiskal: Prioritas Presiden Harus Diutamakan

Gus Yahya menjelaskan lewat dunia pesantren, lalu muncullah para pemimpin informal dari kalangan santri seperti Ki Ageng Mangir, Ki Ageng Pamanahan, Ki Ageng Pengging, Ki Ageng Sela, Ki Ageng Suryomentaram, Ki Ageng Gribig dan lain sebagainya. Dari tangan mereka, kata Gus Yahya, lahirlah para santri yang menjadi bakal patriot bangsa dan negara.

“Sejumlah nama besar lahir dari pesantren,” ungkapnya yang menyebut diantaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahid Hasyim, KH Wahab Hasbullah, KH Agus Salim, KH Ahmad Dahlan, dan Ki Bagus Hadikusumo, seperti dikutip Antara.

“Mereka adalah kader-kader bangsa produk asli pesantren. Karena, sebelum praktek politik etis oleh Belanda, bangsa Indonesia hanya mengenal pesantren sebagai lembaga pendidikan,” kata pengasuh ponpes Raudlatut Thalibin Rembang.

Tutur Gus Yahya, karena bebas, sejumlah pesantren melalui para Ajengan Ageng, lahirlah kesultanan-kesultanan di Nusantara. Kerajaan- kerajaan Islam itu bekerja sama dengan pesantren. Banyak pangeran yang dikirim raja untuk menimba ilmu dari para ulama di pesantren.

Perihal itu disampaikan Gus Yahya saat memberikan kuliah umum secara hybrid di Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, Jawa Barat. Kuliah umum itu diiringi oleh semua civitas akademika, mahasiswa S1, S2 dan S3 serta segenap staf pengajar.

Saat kuliah umum itu, Gus Yahya berdialog dengan tema, kontribusi perjuangan pahlawan santri ditinjau dari perspektif sosio-cultural dan kontekstualisasi semangat persatuan dan rela berkorban di era digital.(mg4)

Tags: Gus YahyaKH Yahya Cholil StaqufPBNUPesantren

Berita Terkait.

Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara
Nasional

Viral di Medsos Daftar Kendaraan Dilarang Isi Pertalite, Pertamina Angkat Bicara

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:45
Penguatan Kurikulum Pesantren, MUI: Dorong Integrasi Tradisi dan Inovasi
Nasional

Penguatan Kurikulum Pesantren, MUI: Dorong Integrasi Tradisi dan Inovasi

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:31
Sinergi Energi Hijau, PTK Perkuat Logistik FAME Lewat Layanan Maritim Terintegrasi
Nasional

DPR Bicara IKN dan Kemampuan Fiskal: Prioritas Presiden Harus Diutamakan

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:04
Ahmad-Doli-Kurnia
Nasional

Baleg DPR Targetkan RUU Satu Data Indonesia Rampung Tahun Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:08
Abdullah
Nasional

Kasus GRIB dan Putri Ahmad Bahar Memanas, DPR: Ormas Tak Boleh Ambil Tugas Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:07
Saan
Nasional

Timwas Haji DPR Apresiasi Distribusi Nusuk dan Minta Jemaah Tidak Egois Merokok di Lorong Hotel

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:26

BERITA POPULER

  • Pemain-Persib

    Ungkapan Kebahagiaan Trio Naturalisasi Usai Bawa Persib Juara Super League

    3458 shares
    Share 1383 Tweet 865
  • Daftar Lengkap Timnas Indonesia: Diwarnai Debutan dan Kembalinya Pemain Lama

    1569 shares
    Share 628 Tweet 392
  • Menteri Trenggono: Hasil Panen BUBK Kebumen Menuju Kebangkitan Udang Indonesia Berkualitas Ekspor

    1455 shares
    Share 582 Tweet 364
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    1300 shares
    Share 520 Tweet 325
  • Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2831 shares
    Share 1132 Tweet 708
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.