INDOPOSCO.ID – Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan politik yang kuat terhadap arah kebijakan ekonominya saat menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Kamis (23/7/2026). Dalam momentum tersebut, istilah “Prabowonomics” diperkenalkan sebagai representasi arah pembangunan ekonomi yang dinilai sejalan dengan amanat konstitusi.
Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar mengatakan tema Harlah PKB tahun ini, “Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi”, dirangkum dalam satu istilah yang menurutnya mencerminkan semangat pemerintahan Presiden Prabowo.
Menurut Muhaimin, konsep tersebut lahir dari komitmen PKB untuk terus mengawal kebijakan ekonomi nasional agar Indonesia mampu berdiri di atas kekuatan sendiri di tengah tantangan global.
“Tema ini sebagai rasa syukur dan kesungguhan PKB untuk terus bersama-sama membawa arah baru ekonomi nasional, untuk terus menjadi kekuatan bangsa yang mandiri dan kokoh berdasarkan kekuatan sendiri,” ujar Muhaimin dalam sambutannya.
Ia menilai kepemimpinan Prabowo menunjukkan tekad kuat dalam menjaga arah pembangunan ekonomi meski situasi dunia diwarnai dinamika geopolitik dan geoekonomi.
“Kami semua PKB terinspirasi dengan semangat dan kesungguhan Bapak Presiden untuk terus mengawal arah baru ekonomi di tengah berbagai tantangan yang tidak mudah, baik geoekonomi maupun geopolitik,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo mengaku merasa tersentuh atas sambutan sekaligus dukungan yang diberikan PKB terhadap agenda ekonomi pemerintah. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi untuk terus menjalankan kebijakan yang berpihak pada kepentingan nasional.
“Saya ingin sampaikan penghormatan saya, ucapan terima kasih saya atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya untuk hadir dalam acara ini. Saya sungguh merasa bahagia dan merasa terharu hadir di acara malam hari ini. Saya terharu karena PKB dalam hari ulang tahunnya dengan begitu tegas menyampaikan dukungan kepada arah baru ekonomi kita,” jelas Prabowo.
Prabowo juga memberikan penjelasan mengenai istilah “Prabowonomics” yang kini mulai melekat pada arah kebijakan ekonominya. Ia menegaskan bahwa seluruh gagasan yang diperjuangkannya bukanlah konsep baru, melainkan implementasi dari nilai-nilai yang telah dirumuskan para pendiri bangsa.
“Ketegasan perjuangan saya, keyakinan saya itu adalah keyakinan saya terhadap cita-cita pendiri bangsa. Keyakinan saya terhadap Proklamasi 17 Agustus 1945. Keyakinan saya terhadap Undang-Undang Dasar negara kita. Keyakinan saya terutama kepada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar kita, itu keyakinan saya,” tutur Prabowo.
Prabowo menegaskan, fokus pemerintah bukan menciptakan teori ekonomi baru, melainkan memastikan amanat konstitusi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan negara.
“Gagasan saya tidak ada yang baru. Gagasan saya tidak ada yang luar biasa. Gagasan saya hanya ingin menegakkan Undang-Undang Dasar kita,” terangnya.
Mengakhiri sambutannya, Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong agar pembangunan ekonomi benar-benar menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Kemajuan Indonesia hanya dapat dicapai apabila seluruh kekuatan bangsa bergotong royong memastikan kekayaan nasional dikelola sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat, sebagaimana amanat para pendiri bangsa yang harus terus dijaga dan diwujudkan,” tutupnya.(her)


















