• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Dunia Internasional Ingin Indonesia Jadi Negara Kuat

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 10 November 2021 - 22:40
in Nasional
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (dua kiri) saat berada di Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021). (Antara/HO-Tim Media Gus Yahya)

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (dua kiri) saat berada di Universitas Pertahanan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021). (Antara/HO-Tim Media Gus Yahya)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyatakan dunia internasional menginginkan Indonesia menjadi negara yang kuat bukan hanya di regional tetapi juga di kawasan Indo-Pasifik.

“Indonesia letaknya yang sangat strategis dalam menjaga stabilitas dunia, menuju equilibrium baru,” ujar Gus Yahya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (10/11), seperti dikutip Antara.

BacaJuga:

Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”

Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!

Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan

Hal itu disampaikan Gus Yahya saat memberikan kuliah umum secara hybrid di Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, Jawa Barat. Kuliah umum itu diikuti semua civitas akademika, mahasiswa S1, S2, dan S3 serta segenap staf pengajar.

Saat kuliah umum itu, Gus Yahya berbicara dengan tema “Kkontribusi Perjuangan Pahlawan Santri Ditinjau dari Perspektif Sosio-Kultural dan Kontekstualisasi Semangat Persatuan dan Rela Berkorban di Era Digital”.

Gus Yahya menerangkan dunia internasional bersangkutan dengan Indonesia yang kuat, stabil, dan jauh dari luapan.

Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu menarangkan dari pendekatan sejarah tatanan dunia saat ini belum bisa disebut stabil apalagi kokoh. Luapan secara sporadis dengan mudah terjadi di sejumlah negara dengan faktor yang sulit dipaparkan.

Tatanan dunia baru, tutur Gus Yahya, dibangun di atas puing- puing kolonialisme dan kolonialisme yang selama kurang lebih 1.300 tahun. Lalu diadopsi oleh banyak bangsa di dunia. Bila dibandingkan era-era penjajahan itu, maka usia tatanan dunia baru ini amatlah belia.

Gus Yahya menarangkan ratusan tahun silam, dunia dipahami oleh imperium- imperium besar. Mereka saling melebarkan untuk memahami kawasan tertentu. Satu bangsa menjajah bangsa lainnya.

Imperium Romawi, Persia, Byzantium, Ottoman, dan Tsar adalah contoh dari praktik kemampuan satu bangsa atas banyak bangsa lain di dunia. Situasi itu berjalan berabad- abad lamanya.

Hingga akhirnya, tutur ia, sejumlah bangsa mulai muak dengan penjajahan dalam segala wujudnya.
“Mereka mulai berani berteriak, melawan ketidakadilan dan ketidaksetaraan. Perlawanan itu perlahan tapi pasti muncul di sejumlah negara jajahan. Termasuk bangsa Indonesia,” ujar kandidat Ketua Umum PBNU itu.(mg4)

Tags: Gus YahyaKH Yahya Cholil StaqufPBNUri

Berita Terkait.

Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”
Nasional

Dokter Internship Meninggal Saat Bertugas, DPR Desak Audit: “Alarm Keras Sistem Kesehatan!”

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:31
Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!
Nasional

Dugaan Pelecehan Puluhan Santri di Pati, DPR Desak Hukuman Maksimal: Ini Kejahatan Serius!

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:55
Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan
Nasional

Tak Sekadar Populis, Program MBG Kunci Kualitas SDM Masa Depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:31
99 Persen Kader Internal Isi Kepengurusan Baru, Jazuli: PB Mathla’ul Anwar Siap Melesat Lebih Tinggi
Nasional

51 Jemaah Haji Ilegal Ditangkap di Soetta Selama April – Mei 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:32
Christina-Aryani
Nasional

Cegah Kekerasan Pekerja Migran, Kemen P2MI Perkuat Peran Posbakum

Selasa, 5 Mei 2026 - 13:25
MayDay
Nasional

Fakta di Balik Video May Day: Buruh Tak Tolak MBG, Begini Penjelasan KSPSI

Selasa, 5 Mei 2026 - 12:14

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.