• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pahlawan Era Pandemi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 9 November 2021 - 20:42
in Nasional
oleh ; Fajar Rahman Mutaqien, Pranata Humas di Kementerian Pertanian

oleh ; Fajar Rahman Mutaqien, Pranata Humas di Kementerian Pertanian

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – “Pangan adalah hidup matinya suatu bangsa”. Demikian potongan kalimat sakti yang keluar dari mulut Bung Karno, kala dia menjadi Presiden pertama RI pada tahun 1945. Ucapan Bung Karno itu rasanya seperti halilintar yang meletup di siang hari: kaget namun benar adanya.

Pangan memang menjadi sesuatu yang sangat penting pun menjadi prioritas utama jika dibandingkan sektor lainya. Pangan adalah kebutuhan dan sumber kehidupan. Harus dijaga dan berlanjut sampai generasi mendatang.

BacaJuga:

Aher Dukung E-Learning ASN Berintegritas, Perkuat Budaya Antikorupsi dan Profesionalisme Aparatur

Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Jayapura

Lantik Pejabat di Lingkungan Kemendagri, Mendagri Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Hari ini, tepat tanggal 10 November adalah hari pahlawan, dimana petani merupakan bagian sejarah panjang yang tak pernah terpisahkan dalam revolusi dan perang. Secara faktual, orang-orang pada jaman itu tentu tidak akan mampu mengangkat senjata, berperang dalam kondisi perut lapar. Intinya, mereka butuh pangan. Dan petani adalah pahlawan diantara pahlawan-pahlawan itu. Bagaimana tidak, petani berproduksi setiap hari dan menyediakan pangan sebagai sumber energi merebut kemerdekaan.

Bagaimana dengan kondisi saat ini?

Di era pandemi yang terus berkepanjangan ini, sektor pertanian mampu membuktikan diri sebagai alternatif dan solusi perbaikan ekonomi. Rangkaian catatan tersebut bisa kita lihat dari berbagai grafik data BPS yang menunjukkan bahwa pertumbuhan pertanian melaju secara cepat.

Nilai Tukar Petani (NTP) misalnya, indikator kesejahteraan petani itu menunjukkan tren yang terus meningkat. Hal ini terlihat dari NTP sepanjang Oktober 2020 sampai Mei 2021 yang naik secara konsisten. Jika menilik angkanya, NTP bulan Okteber 2020 mencapai 102,25, kemudian pada November mencapai 102,86, Desember 103,25, Januari 103,26, Februari 103,10, Maret 103,29, April 102,93 dan bulan Mei tahun ini mencapai 103,29 atau naik sebesar 0,44 persen.

Begitupun dengan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) yang naik konsisten sejak Oktober 2020, yakni sebesar 1002,42, lalu pada November mencaapi 103,28, Desember 104,00, Januari 104,01, Februari 103,72, Maret 103,87, April 103,55 dan pada bulan Mei mencapai 104,04 atau naik 0,48 persen.

Konsistensi kenaikan NTP dan NTUP tersebut mengindikasikan bahwa kesejahteraan petani perlahan tapi pasti mulai membaik. Selain itu, konsistennya nilai NTP dan NTUP yang tinggi, menjadi bukti sektor pertanian ditengah pandemi covid 19 selalu bertumbuh positif. Kebijakan dan intervensi Kementerian Pertanian dari hulu hingga hilir membuahkan hasil yang positif. Mentan Syahrul Yasin Limpo menggubah sebuah orkestrasi kebijakan dengan menjaga keseimbangan intervensi hulu dan hilir.

Pada bulan Oktober 2021, terdapat dua subsektor pertanian yang mengalami kenaikan besar, yaitu subsektor tanaman pangan yang naik 0,59 persen menjadi senilai 99,35 dan subsektor hortikultura yang baik 0,81 persen menjadi senilai 99,45. kenaikan NTP pada subsektor tanaman pangan dipengaruhi oleh naiknya harga sejumlah komoditas seperti gabah, singkong, ketela pohon, dan ketela rambat.

Adapun kenaikan NTP pada subsektor hortikultura dipengaruhi oleh naiknya harga cabai rawit, cabai merah, dan daun bawang. Sementara subsektor perkebunan rakyat naik sebesar 2,01 persen menjadi senilai 127,60. Kemudian, subsektor perikanan kini mencapai nilai 105,28 atau naik sebesar 0,32 persen.

Pada grafik ekspor, sektor pertanian juga mampu membuktikan diri sebagai sektor yang tumbuh dan tangguh, dimana ekspor di sepanjang tahun 2020 mencapai 15,79 persen atau mencapai Rp451,8 triliun. Angka ini sangat besar mengingat capaian tersebut hanya bisa diraih pada zaman orde baru. Kemudian jika kita menelisik angka ekspor di tahun 2021, ekspor pertanian cukup luar biasa, dimana angkanya mencapai USD1,04 miliar atau meningkat 14,85 persen secara Q-to-Q.

Masih berdasarkan data BPS, sektor pertanian juga menjadi salah satu kontributor utama dari 11 kontributor yang ada dalam perbaikan ekonomi nasional berdasarkan lapangan usaha. BPS mencatat sektor pertanian tumbuh 1,31 persen. Sementara kontribusi pada urutan pertama diisi jasa kesehatan yang tumbuh 14,06 persen.

Pertanian Solusi dan Pahlawan Ekonomi

Pertanian adalah pahlawan ekonomi. Demikian disampaikan pakar pangan dari Universitas Brawijaya, Sujarwo. Rasanya, kalimantan solusi dan pahlawan tidaklah berlebihan. Pangan memang pahlawan karena banyak menyerap tenaga kerja dan selalu dibutuhkan masyarakat dunia.

Karena itu, pemerintah melalui Kementan membuka akses secara luas layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian yang mencapai Rp70 triliun. Kredit rakyat ini merupakan angin segar bagi para petani yang ingin mengembangkan usahanya. Apalagi, bunga KUR seperti yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hanya 5 persen. Inilah bukti komitmen kuat pemerintah terhadap kenaikan kesejahteraan petani.

Seperti juga mengutip kalimat Bung Karno yang meletup di siang hari. Pangan adalah sektor penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pangan adalah nafas bagi kehidupan dan pundi-pundi petani. Sektor pangan sangat berharga melebihi permata dan sudah sepatutnya harus kita jaga.*

Tags: hari pahlawanKementanNilai Tukar Petanipahlawan

Berita Terkait.

Aher
Nasional

Aher Dukung E-Learning ASN Berintegritas, Perkuat Budaya Antikorupsi dan Profesionalisme Aparatur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:04
Ribka-Haluk
Nasional

Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Tinjau Penanganan Dugaan Keracunan MBG di Jayapura

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:03
Pelantikan
Nasional

Lantik Pejabat di Lingkungan Kemendagri, Mendagri Minta ASN Tingkatkan Kinerja

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:32
TP-PKK
Nasional

Ketum TP PKK Ajak Pelajar Biak Cintai Tanah Air Lewat Pemanfaatan Potensi Wisata Bahari*

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:12
Abdul-Mu'ti
Nasional

Lantik 17 Kepala Sekolah Perdana SNT, Mendikdasmen: Siap Cetak Talenta Unggul Indonesia

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:02
Wamendagri
Nasional

Wujudkan Pembangunan Berkeadilan Ekologis, Wamendagri Bima Dorong Legislator Daerah Perkuat Kepemimpinan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:41

BERITA POPULER

  • Erick-Thohir

    PSSI Ubah Haluan Piala Presiden, Turnamen Kini Diproyeksikan untuk Timnas

    2106 shares
    Share 842 Tweet 527
  • Erick Thohir Angkat Suara Soal John Herdman Usai Indonesia Dibekuk Vietnam

    1983 shares
    Share 793 Tweet 496
  • Kasus Pembunuhan Satpam Waduk Jatiluhur, DPR Tekankan Keadilan dan Perlindungan Keluarga Korban

    2111 shares
    Share 844 Tweet 528
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    2540 shares
    Share 1016 Tweet 635
  • Dugaan Penyalahgunaan Dapodik Ditelusuri, Kemendikdasmen Siap Tindak Tegas

    1419 shares
    Share 568 Tweet 355
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.