• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pahlawan Era Pandemi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Selasa, 9 November 2021 - 20:42
in Nasional
oleh ; Fajar Rahman Mutaqien, Pranata Humas di Kementerian Pertanian

oleh ; Fajar Rahman Mutaqien, Pranata Humas di Kementerian Pertanian

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – “Pangan adalah hidup matinya suatu bangsa”. Demikian potongan kalimat sakti yang keluar dari mulut Bung Karno, kala dia menjadi Presiden pertama RI pada tahun 1945. Ucapan Bung Karno itu rasanya seperti halilintar yang meletup di siang hari: kaget namun benar adanya.

Pangan memang menjadi sesuatu yang sangat penting pun menjadi prioritas utama jika dibandingkan sektor lainya. Pangan adalah kebutuhan dan sumber kehidupan. Harus dijaga dan berlanjut sampai generasi mendatang.

BacaJuga:

Guru Diusulkan Jadi Profesi Setara Dokter, Komisi X: Reformasi Besar di RUU Sisdiknas

DPR: Program “Bedah Rumah” Instrumen Penting Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Soroti Hardiknas, Komisi X DPR Minta Kaji Ulang Penghapusan Prodi Keguruan

Hari ini, tepat tanggal 10 November adalah hari pahlawan, dimana petani merupakan bagian sejarah panjang yang tak pernah terpisahkan dalam revolusi dan perang. Secara faktual, orang-orang pada jaman itu tentu tidak akan mampu mengangkat senjata, berperang dalam kondisi perut lapar. Intinya, mereka butuh pangan. Dan petani adalah pahlawan diantara pahlawan-pahlawan itu. Bagaimana tidak, petani berproduksi setiap hari dan menyediakan pangan sebagai sumber energi merebut kemerdekaan.

Bagaimana dengan kondisi saat ini?

Di era pandemi yang terus berkepanjangan ini, sektor pertanian mampu membuktikan diri sebagai alternatif dan solusi perbaikan ekonomi. Rangkaian catatan tersebut bisa kita lihat dari berbagai grafik data BPS yang menunjukkan bahwa pertumbuhan pertanian melaju secara cepat.

Nilai Tukar Petani (NTP) misalnya, indikator kesejahteraan petani itu menunjukkan tren yang terus meningkat. Hal ini terlihat dari NTP sepanjang Oktober 2020 sampai Mei 2021 yang naik secara konsisten. Jika menilik angkanya, NTP bulan Okteber 2020 mencapai 102,25, kemudian pada November mencapai 102,86, Desember 103,25, Januari 103,26, Februari 103,10, Maret 103,29, April 102,93 dan bulan Mei tahun ini mencapai 103,29 atau naik sebesar 0,44 persen.

Begitupun dengan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) yang naik konsisten sejak Oktober 2020, yakni sebesar 1002,42, lalu pada November mencaapi 103,28, Desember 104,00, Januari 104,01, Februari 103,72, Maret 103,87, April 103,55 dan pada bulan Mei mencapai 104,04 atau naik 0,48 persen.

Konsistensi kenaikan NTP dan NTUP tersebut mengindikasikan bahwa kesejahteraan petani perlahan tapi pasti mulai membaik. Selain itu, konsistennya nilai NTP dan NTUP yang tinggi, menjadi bukti sektor pertanian ditengah pandemi covid 19 selalu bertumbuh positif. Kebijakan dan intervensi Kementerian Pertanian dari hulu hingga hilir membuahkan hasil yang positif. Mentan Syahrul Yasin Limpo menggubah sebuah orkestrasi kebijakan dengan menjaga keseimbangan intervensi hulu dan hilir.

Pada bulan Oktober 2021, terdapat dua subsektor pertanian yang mengalami kenaikan besar, yaitu subsektor tanaman pangan yang naik 0,59 persen menjadi senilai 99,35 dan subsektor hortikultura yang baik 0,81 persen menjadi senilai 99,45. kenaikan NTP pada subsektor tanaman pangan dipengaruhi oleh naiknya harga sejumlah komoditas seperti gabah, singkong, ketela pohon, dan ketela rambat.

Adapun kenaikan NTP pada subsektor hortikultura dipengaruhi oleh naiknya harga cabai rawit, cabai merah, dan daun bawang. Sementara subsektor perkebunan rakyat naik sebesar 2,01 persen menjadi senilai 127,60. Kemudian, subsektor perikanan kini mencapai nilai 105,28 atau naik sebesar 0,32 persen.

Pada grafik ekspor, sektor pertanian juga mampu membuktikan diri sebagai sektor yang tumbuh dan tangguh, dimana ekspor di sepanjang tahun 2020 mencapai 15,79 persen atau mencapai Rp451,8 triliun. Angka ini sangat besar mengingat capaian tersebut hanya bisa diraih pada zaman orde baru. Kemudian jika kita menelisik angka ekspor di tahun 2021, ekspor pertanian cukup luar biasa, dimana angkanya mencapai USD1,04 miliar atau meningkat 14,85 persen secara Q-to-Q.

Masih berdasarkan data BPS, sektor pertanian juga menjadi salah satu kontributor utama dari 11 kontributor yang ada dalam perbaikan ekonomi nasional berdasarkan lapangan usaha. BPS mencatat sektor pertanian tumbuh 1,31 persen. Sementara kontribusi pada urutan pertama diisi jasa kesehatan yang tumbuh 14,06 persen.

Pertanian Solusi dan Pahlawan Ekonomi

Pertanian adalah pahlawan ekonomi. Demikian disampaikan pakar pangan dari Universitas Brawijaya, Sujarwo. Rasanya, kalimantan solusi dan pahlawan tidaklah berlebihan. Pangan memang pahlawan karena banyak menyerap tenaga kerja dan selalu dibutuhkan masyarakat dunia.

Karena itu, pemerintah melalui Kementan membuka akses secara luas layanan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pertanian yang mencapai Rp70 triliun. Kredit rakyat ini merupakan angin segar bagi para petani yang ingin mengembangkan usahanya. Apalagi, bunga KUR seperti yang disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo hanya 5 persen. Inilah bukti komitmen kuat pemerintah terhadap kenaikan kesejahteraan petani.

Seperti juga mengutip kalimat Bung Karno yang meletup di siang hari. Pangan adalah sektor penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pangan adalah nafas bagi kehidupan dan pundi-pundi petani. Sektor pangan sangat berharga melebihi permata dan sudah sepatutnya harus kita jaga.*

Tags: hari pahlawanKementanNilai Tukar Petanipahlawan

Berita Terkait.

asih
Nasional

Guru Diusulkan Jadi Profesi Setara Dokter, Komisi X: Reformasi Besar di RUU Sisdiknas

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:18
sari
Nasional

DPR: Program “Bedah Rumah” Instrumen Penting Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:07
eati
Nasional

Soroti Hardiknas, Komisi X DPR Minta Kaji Ulang Penghapusan Prodi Keguruan

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:06
ispo
Nasional

Sertifikasi ISPO Tingkatkan Daya Saing Sawit Petani di Pasar Dunia

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:05
Grup-PHI
Nasional

PHI Zona 10 Rayakan Kartini dengan Edukasi Kesehatan dan Penguatan Peran Perempuan

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:14
haji
Nasional

Kemenhaj Tegaskan Pembayaran Dam lewat Adhahi

Minggu, 3 Mei 2026 - 06:06

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3606 shares
    Share 1442 Tweet 902
  • Breaking News: KRL Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi, Jalur Lumpuh Total

    2564 shares
    Share 1026 Tweet 641
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1596 shares
    Share 638 Tweet 399
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1283 shares
    Share 513 Tweet 321
  • Klaim Bukan Terpidana, Menteri LH Jumhur Hidayat Sebut Status Hukumnya ‘Ngambang’

    1031 shares
    Share 412 Tweet 258
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.