• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Turun Tajam ke Level Terendah, Ini Penyebabnya

Sumber Ginting Editor Sumber Ginting
Sabtu, 30 Oktober 2021 - 08:48
in Ekonomi
emas

Ilustrasi. Foto: indoposco.id/Safar

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Emas turun tajam ke level terendah dalam lebih dari sepekan pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tertekan oleh dolar yang lebih kuat setelah data AS membuktikan inflasi tetap panas bulan lalu, menaruh fokus kembali pada pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok 18,7 dolar AS atau 1,04 persen, menjadi ditutup pada 1.783,90 dolar AS per ounce. Emas turun sekitar 0,7 persen untuk minggu ini, namun naik 1,5 persen selama Oktober.

BacaJuga:

Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Wamen UMKM Sebut Inabuyer 2026 Perkuat Akses Pasar dan Kemitraan UMKM

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

Sehari sebelumnya, Kamis (28/10), emas berjangka terkerek 3,8 dolar AS atau 0,21 persen menjadi 1.802,60 dolar AS, setelah menguat 5,4 dolar AS atau 0,3 persen menjadi 1.798,80 dolar AS pada Rabu (27/10), dan merosot 13,4 dolar AS atau 0,74 persen menjadi 1,793,40 dolar AS pada Selasa (26/10).

Baca Juga : Emas Jatuh, Dolar dan Imbal Hasil Naik Jelang Pertemuan Bank Sentral

Data belanja konsumen mengakibatkan kebingungan tentang tindakan kebijakan moneter agresif dari The Fed untuk melawan lonjakan harga-harga, mengirim imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun AS naik setinggi 1,6190 persen, dan dolar AS meningkat 0,8 persen.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (29/10) bahwa belanja konsumen AS naik 0,6 persen pada September karena inflasi dan kekurangan pasokan memburuk. Sementara itu, pendapatan pribadi merosot satu persen.

“Pedagang di seluruh pasar global telah secara agresif meningkatkan prospek mereka untuk pengetatan kebijakan, karena krisis energi dan rantai pasokan mendorong inflasi lebih tinggi, mendorong para pelaku pasar memperkirakan risiko keluar yang lebih cepat,” ucap analis di TD Securities dalam sebuah catatan.

Sementara emas dikira sebagai lindung nilai inflasi, penurunan stimulus dan kenaikan suku bunga mengarah mendorong imbal hasil obligasi pemerintah dan dolar naik, mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.

The Fed diperkirakan akan mengumumkan bila akan mulai melakukan tapering pada akhir pertemuan kebijakan moneter 2-3 November.

“Tidak ada apa pun yang dapat menghentikan penurunan emas saat ini,” ungkap Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago, menambahkan bahwa dana-dana menjadi penjual aktif setiap kali emas melintasi level kunci 1.800 dolar AS per ounce.

Di sisi fisik, emas dijual dengan harga bermutu di India minggu ini karena konsumen beramai- ramai ke pengecer menjelang festival besar minggu depan.

Logam mulia lainnya, Perak untuk pengiriman Desember turun 17,1 sen atau 0,71 persen, menjadi ditutup pada 23,949 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 3,2 dolar AS atau 0,31 persen, menjadi ditutup pada 1.020,70 dolar AS per ounce. (mg4)

Tags: emasharga emas

Berita Terkait.

kemenkop
Ekonomi

Kemenkop Perkuat Akses Pembiayaan Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:13
inabuyer
Ekonomi

Wamen UMKM Sebut Inabuyer 2026 Perkuat Akses Pasar dan Kemitraan UMKM

Selasa, 5 Mei 2026 - 22:42
BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia
Ekonomi

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

Selasa, 5 Mei 2026 - 21:01
DME dari Batu Bara, Jurus PTBA Tekan Impor LPG hingga 80 Persen
Ekonomi

DME dari Batu Bara, Jurus PTBA Tekan Impor LPG hingga 80 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:22
Dana Murah Tembus Rp1.000 triliun, Cost of Fund BRI Turun ke 2,3 Persen pada Triwulan I 2026
Ekonomi

Dana Murah Tembus Rp1.000 triliun, Cost of Fund BRI Turun ke 2,3 Persen pada Triwulan I 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:45
Dari Pangkalan Gas Jadi Mesin Cuan, BRILink Agen Buka Peluang Tambah Penghasilan Baru
Ekonomi

Dari Pangkalan Gas Jadi Mesin Cuan, BRILink Agen Buka Peluang Tambah Penghasilan Baru

Selasa, 5 Mei 2026 - 18:31

BERITA POPULER

  • Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    Buruh Sebut MBG Tidak Bermanfaat saat May Day, Prabowo Auto Respons Begini

    3689 shares
    Share 1476 Tweet 922
  • PSIM vs Persita: Ambisi Revans Laskar Mataram Digoyang Kendala Internal

    1600 shares
    Share 640 Tweet 400
  • Buruh dan Petani Pilih Aksi di DPR Ketimbang Monas demi Suarakan Kesejahteraan

    1296 shares
    Share 518 Tweet 324
  • 22 Tahun UU PPRT Baru Disahkan, DPR RI: Ini Kemenangan Pekerja Perempuan

    1045 shares
    Share 418 Tweet 261
  • DPR Desak Kemenhub Revisi Aturan Ojol Usai Komitmen Presiden Pangkas Tarif di Bawah 10 Persen

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.