• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Jatuh, Dolar dan Imbal Hasil Naik Jelang Pertemuan Bank Sentral

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 27 Oktober 2021 - 10:49
in Ekonomi
emas

Ilustrasi emas. (ANTARA)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas turun di perdagangan Asia pada Rabu pagi, mundur dari angka kunci 1.800 dolar AS, karena menguatnya dolar AS dan imbal hasil obligasi yang meningkat merusak daya tarik safe-haven emas menjelang pertemuan beberapa bank sentral utama.

Di pasar spot, harga emas melemah 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 1.788,66 dolar AS per ounce pada pukul 01.57 GMT. Harga emas berjangka AS juga merosot 0,2 persen, menjadi diperdagangkan pada 1.790,60 dolar AS per ounce. Demikian dilaporkan Antara, Rabu (27/10/2021).

BacaJuga:

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Logam mulia reli ke level tertinggi lebih dari satu bulan akhir pekan lalu, tetapi telah mundur 1,2 persen dari level tersebut. Imbal hasil obligasi obligasi pemerintah AS 10-tahun menguat, meningkatkan peluang kerugian memegang emas tanpa suku bunga.

Sementara itu, dolar juga stabil mendekati level tertinggi satu minggu di sesi sebelumnya, membuat emas kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Para pelaku pasar sekarang menunggu pertemuan Bank Sentral Jepang (BoJ) dan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (28/20/2021).

BoJ akan mempertahankan program stimulus besar-besaran pada Kamis (28/20/2021) dan memangkas perkiraan inflasi tahun ini sebagai tanda bahwa bank tidak memiliki niat untuk mengikuti bank sentral lain yang mengincar keluar dari kebijakan mode krisis.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, meskipun pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, yang diterjemahkan menjadi peluang kerugian yang lebih tinggi untuk memegang emas.

Kepercayaan konsumen AS secara tak terduga naik pada Oktober karena kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi diimbangi oleh prospek pasar tenaga kerja yang lebih baik, menunjukkan pertumbuhan ekonomi meningkat setelah kuartal ketiga yang bergejolak.

Impor emas bersih China melalui Hong Kong melonjak hampir 60 persen pada September ke level tertinggi dalam lima bulan, data dari Departemen Sensus dan Statistik Hong Kong menunjukkan. (mg1)

Tags: emasharga emasharga emas jatuh

Berita Terkait.

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara
Ekonomi

Armada Laut Jadi Andalan, Pertamina Jaga Napas Energi Nusantara

Minggu, 12 April 2026 - 21:01
Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru
Ekonomi

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Minggu, 12 April 2026 - 17:31
Pasar-Murah
Ekonomi

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Minggu, 12 April 2026 - 15:08
uMiMax
Ekonomi

Program UMiMAX Pertamina Bantu Rakyat Bangkit dan Berdaya Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 09:02
RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang
Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

Sabtu, 11 April 2026 - 13:31
PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon
Ekonomi

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Sabtu, 11 April 2026 - 10:22

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2455 shares
    Share 982 Tweet 614
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    837 shares
    Share 335 Tweet 209
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    834 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.