• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Tingkatkan Sektor Pengelolaan Sampah Indonesia, Informal Plastic Collection Innovation Challenge Hasilkan 11 Kemitraan

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 29 Oktober 2021 - 08:13
in Nasional
sampah

Daur ulang sampah

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Setelah berjalan selama empat bulan, Informal Plastic Collection Innovation Challenge (IPCIC), kerja sama antara Indonesia National Plastic Action Partnership (NPAP) dengan World Economic Forum, UpLink dan Ocean Plastic Prevention Accelerator (OPPA), telah berhasil diselesaikan dengan menghasilkan 11 kemitraan yang terbentuk baik sesama peserta program maupun antara peserta dengan pemangku kepentingan utama pengelolaan sampah di Indonesia.

12 inovator lokal dan internasional telah menjalani pelatihan, pendampingan, dan pembangunan kemitraan, untuk mempertajam solusi mereka guna meningkatkan efektivitas pengumpulan dan daur ulang sampah plastik dengan mengoptimalkan penghidupan, transparansi, kapasitas, serta peran sektor informal di Indonesia.

BacaJuga:

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan

Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara

“Kami sangat menghargai kemitraan dan komitmen yang terbentuk dalam waktu singkat. Kami berharap kolaborasi ini akan menggerakan perubahan sistemik di sektor pengelolaan sampah, dan berkontribusi terhadap pengurangan 70% sampah plastik pada tahun 2025,” kata Manajer Program di OPPA, Duala Oktoriani.

Tim IPCIC dengan bangga mengumumkan 11 kemitraan yang terbentuk selama program:
1. Duitin – Griya Luhu: Menghubungkan Duitin pickers ke bank sampah Griya Luhu
2. Duitin – LPBI NU: Pengelolaan sampah untuk komunitas LPBI NU dan insentif akan disumbangkan kembali ke masjid
3. Duitin – Sampangan – Softex Kimberly Clark: Pengelolaan limbah popok dan pembalut
4. Duitin – The Kabadiwala: Kolaborasi untuk meningkatkan teknologi dalam pengumpulan sampah plastik
5. Duitin – Unilever Foundry: Digitalisasi bank sampah di wilayah Jawa-Bali
6. Empower – Geledek: Menciptakan ekosistem pengumpulan sampah plastik dengan menyertakan aspek keterlacakan dan transparansi
7. Griya Luhu – Bank Sampah Induk Surabaya: Digitalisasi sistem operasional Bank Sampah Induk Surabaya melalui aplikasi Griya Luhu
8. Octopus – Prof. Enri Damanhuri (ITB): Prof. Enri Damanhuri bergabung dalam dewan penasihat Octopus
9. Rekoksistem – Aqua: Pemasangan rebox (reverse vending machine) baru melalui pendanaan dari Aqua untuk mengumpulkan lebih banyak botol plastik dari konsumen
10. Rekosistem – Bank Sampah Induk Surabaya – Robries: Kerja sama dalam pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah plastik
11. Rekosistem – Gojek: Layanan pengambilan sampah dari cloud kitchen Gojek

Lebih dari 52 perwakilan perusahaan, penyedia modal, dan organisasi juga menghadiri IPCIC Showcase Fest, acara pitching virtual selama tiga hari (20 – 22 Oktober) yang diadakan untuk menampilkan solusi dari para inovator kepada calon mitra atau investor.

Hubungan yang terbentuk antara para undangan dan inovator selama acara pitching memperlihatkan harapan yang menjanjikan untuk peluang kolaborasi guna meningkatkan sektor pengelolaan sampah.

“IPCIC Showcase Fest adalah gagasan yang bagus untuk menghubungkan para inovator dengan para pemain kunci dalam inisiatif pengurangan sampah plastik. Kami berharap lebih banyak kemitraan akan terjadi di masa depan,” kata Manajer NPAP,
Hidayah Hamzah.

Demi mempercepat solusi di lapangan, inovator terpilih akan didukung dengan hibah total US$ 45,000: Duitin, Empower, Griya Luhu, Plastic Bank, Rekosistem, The Kabadiwala.

Chief Sustainability Officer di Indorama Ventures, Yash Lohia mengatakan pihaknya bangga mendukung Informal Plastic Collection Innovation Challenge (IPCIC) dan para inovator dalam membangun ekonomi sirkular masa depan, serta belajar langsung dari para ahli.

“Kami berharap program ini akan menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang ekonomi sirkular di Indonesia dan mempromosikan manfaat dari penggunaan produk daur ulang. Inovasi hebat membuat masa depan ekonomi sirkular yang lebih baik,” katanya.

Krisis polusi plastik di Indonesia tetap menjadi tantangan, terbukti dengan prediksi peningkatan 30% sampah plastik ke saluran air selama tahun 2017 dan 2025 – dari 620.000 ton per tahun menjadi sekitar 780.000 ton per tahun.

Sementara, pekerja sampah informal, mempunyai peran sangat penting dalam mencegah pencemaran sampah plastik. Sekitar 700.000 ton dari 1 juta ton sampah plastik yang mereka kumpulkan, berhasil didaur ulang dan tidak berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kolaborasi juga merupakan kunci untuk mendorong perubahan. “Indonesia membutuhkan solusi inovatif yang akan meningkatkan dan mendukung lebih baik sektor sampah informal, dan tim IPCIC berharap dapat mendukung inisiatif lain di masa depan,” sebut Manajer Program di OPPA, Klaus Oberbauer.

The Informal Plastic Collection Innovation Challenge adalah kerja sama antara Indonesia National Plastic Action Partnership dengan World Economic Forum, UpLink dan Ocean Plastic Prevention Accelerator, program pembangunan ekosistem inovasi sosial yang didukung oleh The Incubation Network, inisiatif regional untuk menangani polusi plastik laut yang diperkuat oleh SecondMuse, The Circulate Initiative, dengan dukungan dari Alliance to End Plastic Waste, dan Global Affairs Canada. Ucapan terima kasih kepada Indorama Ventures dan Suntory. Inovator IPCIC: Duitin (Indonesia), Empower (Norway), Griya Luhu Indonesia (Indonesia), Kabadiwalla Connect (India), NEPRA (India), Octopus (Indonesia), Plastic Bank (Indonesia), Rekosistem (Indonesia), SecondLife (Singapore), Seven Clean Seas (Singapore), The Kabadiwala (India), TrashCon
(India).

Ocean Plastic Prevention Accelerator merupakan program pembangun ekosistem inovasi sosial yang mendorong kolaborasi untuk solusi inovatif untuk membangun ekonomi sektor sampah yang lebih inklusif dan sirkular demi mengatasi polusi sampah plastik laut di Indonesia. OPPA bekerja sama dengan perusahaan, inovator, startup, organisasi internasional, dan pemerintah, untuk mengidentifikasi masalah dan kesenjangan dalam ekosistem sampah lokal, dan mengembangkan solusi. Kegiatan OPPA telah berhasil menutup kesenjangan yang teridentifikasi melalui program akselerasi, jejaring, memfasilitasi kolaborasi, pelibatan pemangku kepentingan, dan mendukung program pemerintah.

Program didukung oleh The Incubation Network, inisiatif regional untuk menangani polusi plastik laut yang diperkuat oleh SecondMuse, The Circulate Initiative, dengan dukungan dari Alliance to End Plastic Waste, dan Global Affairs Canada. (ibs)

Tags: Informal Plastic Collection Innovation ChallengeIPCICNPAPOPPApengelolaan sampahsampahUpLinkWorld Economic Forum

Berita Terkait.

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

Kemendag Dorong Mahasiswa Jadi Eksportir Muda, Campuspreneur Dibuka di IPB

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:21
43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan
Nasional

43 Juta Siswa Sudah Nikmati MBG, Mendikdasmen: Mereka Ingin Program Dilanjutkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 00:21
Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara
Nasional

Bagir Manan Buka Suara Sengketa Hotel Sultan: Hak Warga Tak Boleh Disapu Atas Nama Negara

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:55
Demo Mahasiswa Disusupi, Pria Bawa 3 Bom Molotov Kini Jadi Tersangka
Nasional

Demo Mahasiswa Disusupi, Pria Bawa 3 Bom Molotov Kini Jadi Tersangka

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:31
Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern
Nasional

Jumat Bersih ala Penghulu, GEMAH Jadi Bekal Ekoteologi hingga Pelayanan Nikah Modern

Sabtu, 13 Juni 2026 - 21:03
Pengerahan TNI-Komcad Saat Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil: Langkah Keliru dan Ilegal
Nasional

Pengerahan TNI-Komcad Saat Demo Mahasiswa, Koalisi Sipil: Langkah Keliru dan Ilegal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:15

BERITA POPULER

  • tj

    Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    949 shares
    Share 380 Tweet 237
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1238 shares
    Share 495 Tweet 310
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1512 shares
    Share 605 Tweet 378
  • Menang atas Mozambik, Ranking Indonesia Kini Makin Baik

    733 shares
    Share 293 Tweet 183
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.