• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Pungli Pangkalan Gas Marak di Tanjungpinang

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 20:08
in Nusantara
pungli

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungpinang Atmadinata. Foto: Antara/Nikolas Panama

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Atmadinata berinisiatif mengusut dugaan pungli terhadap warga yang ingin membangun pangkalan gas.

“Saya sudah turun ke lapangan, satu pemilik pangkalan sudah saya korfirmasi. Saya ingin ‘clear’ masalah ini,” ujar Atmadinata, di Tanjungpinang, Selasa.

BacaJuga:

Kampung Narkoba Samarinda Digerebek, Sindikat Pasang 21 “Sniper” dan Sandi Rahasia

Bea Cukai Ternate Sikat 1,29 Juta Batang Rokok Ilegal, Negara Selamatkan Rp1,6 Miliar

Digagalkan di X-Ray Bandara, 1,4 Kg Sabu Diamankan Bea Cukai Tanjungpinang

Mantan Kadis Pendidikan Tanjungpinang itu menambahkan hasil penelusurannya berlainan dengan hasil yang ditemukan wartawan di lapangan. Kris, pemilik Pangkalan Rendy, yang diprediksi menjadi korban pungli berikan keterangan yang berlainan kepada dirinya dan wartawan.

“Kami minta pemilik pangkalan jujur. Jika ada yang menjadi korban pungli, silahkan lapor kepada kami. Kami akan tindaklanjuti,” ujarnya.

Atmadinata juga menjamin usaha pangkalan gas tidak akan terganggu jika pemilik pangkalan berkata jujur. Pengakuan yang jujur dari pemilik pangkalan merupakan upaya membenahi pendirian pangkalan gas, sekaligus sebagai upaya melindungi usaha kecil dan menengah.

“Saya tidak ingin ini menjadi isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mengingat setiap hari ada pemberitaan soal pungli terhadap pangkalan. Harus diselesaikan, siapa pelakunya harus diketahui. Kami masih memetakannya,” ucapnya.

Atmaditana berinisiatif bergerak sendiri lantaran khawatir dirinya difitnah dalam permasalahan itu. “Coba tanya saja kepada pemilik pangkalan, apakah ada beri sesuatu kepada saya? Saya sama sekali tidak mendapatkan apapun, kecuali ingin usaha pangkalan gas ini maju,” tuturnya tersenyum.

Keuntungan dalam setiap pemasaran gas bersubsidi 3 kilogram hanya Rp2.500/tabung. Keuntungan itu didapat dari harga gas yang dijual agen Rp15.500, kemudian dijual oleh pangkalan kepada warga Rp18.000/tabung.

Atmadinata berdasarkan penelusurannya ke berbagai pihak, termasuk dari wartawan yang menggenggam data, ada potensi dugaan pungli. Dugaan itu dapat dianalisis berdasarkan beda dari biaya yang dikeluarkan oleh pemilik pangkalan baru.

Sementara itu kepengurusan ijin pendirian pangkalan tidak dikenakan biaya.” Ini juga mau kita dalami,” tuturnya.

Berdasarkan data, sejumlah pemilik pangkalan gas baru mengaku menghasilkan biaya Rp25 juta hingga Rp40 juta. Pemilik pangkalan baru hanya mendapatkan 50 tabung gas 3 kilogram, 5 tabung bright 5, 5 kilogram dan satu tabung racun api.

Harga resmi satu tabung gas Rp185.000, sehingga apabila dikalikan 50 tabung menjadi Rp9.250.000. Sementara harga tabung gas bright sekitar Rp300.000 sehingga apabila dikalikan 5 tabung menjadi Rp1.500.000. Harga pasaran satu tabung racun api sekitar Rp300.000.

Estimasi dari biaya yang sepatutnya dikeluarkan oleh pangkalan gas berdasarkan harga 50 tabung gas 3 kilogram ditambah 5 tabung gas bright dan tabung racun api sebesar Rp11.350.000.

Atmadinata tidak merespons ketika ditanya beda biaya yang cukup tinggi, yang diberatkan kepada warga yang ingin mendirikan pangkalan baru tersebut.
“Kami akan telusuri ini sampai ke anak sungai,” ucapnya berfilosofi. (mg4)

Tags: pangkalan gaspungliTanjungpinang

Berita Terkait.

narkoba
Nusantara

Kampung Narkoba Samarinda Digerebek, Sindikat Pasang 21 “Sniper” dan Sandi Rahasia

Senin, 18 Mei 2026 - 17:27
bc
Nusantara

Bea Cukai Ternate Sikat 1,29 Juta Batang Rokok Ilegal, Negara Selamatkan Rp1,6 Miliar

Senin, 18 Mei 2026 - 16:16
Sabu
Nusantara

Digagalkan di X-Ray Bandara, 1,4 Kg Sabu Diamankan Bea Cukai Tanjungpinang

Senin, 18 Mei 2026 - 12:02
BC-Sumbawa
Nusantara

Windfall Fiskal di Sumbawa: 4 Tembus Rp1,44 Triliun di Tengah Transisi Hilirisasi

Senin, 18 Mei 2026 - 11:21
Andra-Soni
Nusantara

Mövenpick Resort Carita Berdiri, Anyer-Carita Diproyeksi Kembali Jadi Primadona Wisata Banten

Senin, 18 Mei 2026 - 09:39
rinjani
Nusantara

Kawasan Geopark Rinjani dan Tambora akan Diitegrasikan dengan Budaya Lokal

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:23

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2627 shares
    Share 1051 Tweet 657
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Didominasi Berawan, Waspadai Potensi Hujan di Sebagian Wilayah Jaksel dan Jaktim

    943 shares
    Share 377 Tweet 236
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    811 shares
    Share 324 Tweet 203
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.