• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Isu Korupsi Tak Laku Dijual buat Kalahkan Golkar

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 20 Oktober 2021 - 20:33
in Nasional
golkar

Bendera Partai Golkar. Foto: Antara

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Partai Golongan Karya (Golkar) saat ini sudah memasuki usia yang ke 57 tahun. Partai dengan lambang pohon beringin ini selalu menjadi papan teratas dalam kancah politik nasional.

Namun pada perjalanannya, oknum kader Golkar seakan tak ada habisnya melakukan tindakan korupsi demi keuntungan pribadi. Sebab tidak sedikit kader Golkar yang menjadi pejabat, terjerat tindakan korupsi. Sehingga mencoreng citra partai adikuasa pada era orde baru tersebut.

BacaJuga:

Tiba di Indonesia, Teknologi KRI Canopus-936 Siap Dukung Riset Nasional

Bangun Karakter Bangsa, Akademisi Ingatkan Pentingnya Revitalisasi Naskah Kuno dengan Tekstologi

Hantavirus Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, Kemenkes: Belum Ada Kasus Tipe HPS

Dalam menyambut pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2024 mendatang, Golkar melakukan konsolidasi internal untuk memetakan politik dan menjalankan strategi agar menang. Terlebih, gembar gembor Airlangga jadi Calon Presiden (Capres) sudah digaungkan.

Pakar Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing menilai, isu korupsi untuk menjatuhkan Golkar pada momentum Pemilu tidak akan berhasil. Alasannya, mayoritas partai besar ada oknum kadernya yang terlibat korupsi.

“Sederhana melihatnya, mayoritas partai besar yang oknum kadernya terlibat korupsi. Variabel prilaku korupsi menjadi netral, tidak berpengaruh karena ada oknum kadernya yang korupsi,” katanya saat dihubungi, Rabu (20/10/2021).

Lebih jauh Emrus menjelaskan, pencalonan Capres pasti diusung dengan kekuatan partai. Kasus korupsi akan redup lantaran hampir seluruh partai pernah terjerat dengan kader yang korupsi.

Terkecuali, ada pasangan independen yang memiliki integritas tinggi, isu korupsi akan menjadi menarik untuk menjatuhkan lawan politik dari sokongan partai.

“Capres nanti diusung partai, tidak indipenden. Lalu siapa yang akan menggoreng isu korupsi, karena mayoritas oknum kader partai ada yang terlibat korupsi. Kasus korupsi gak laku, kalau digoreng jadi menunjuk diri sendiri. Kalau ada calon independen yang idealis, baru kasus korupsi akan laku,” jelasnya.

Ia berpendapat, untuk menguji integritas kader Golkar maupun partai lainnya, sebaiknya dilakukan test properties oleh akademisi di perguruan tinggi. Kader yang dianggap tidak memiliki integritas, nantinya harus dilarang mencalonkan diri dalam kancah politik.

“Yang harus dilakukan rekrutmen kader dan calon yang akan dicalonkan eksekutif dan legislatif harus ketat. Jika perlu dilakukan pengujian integritas di kampus. Kalau kemampuan tidak diragukanm yang menjadi persoalan integritas,” paparnya.

Sebab selama ini, penilaian dari internal partai selalu mengandalkan sosok yang memiliki pengaruh dengan hegemoni politik internal partai dan kekuasaan.

“Di internal partai yang menentukan lebih mengusung sosok yang memiliki pengaruh kepada partai,” ujarnya. (son)

Tags: golkarisu korupsiPartai Golongan Karya

Berita Terkait.

Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Nasional

Tiba di Indonesia, Teknologi KRI Canopus-936 Siap Dukung Riset Nasional

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:34
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Nasional

Bangun Karakter Bangsa, Akademisi Ingatkan Pentingnya Revitalisasi Naskah Kuno dengan Tekstologi

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:03
Hantavirus Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, Kemenkes: Belum Ada Kasus Tipe HPS
Nasional

Hantavirus Terdeteksi di Sejumlah Wilayah, Kemenkes: Belum Ada Kasus Tipe HPS

Senin, 11 Mei 2026 - 23:41
BRIN Bantah Penularan Hantavirus Antarmanusia, Begini Penjelasannya
Nasional

BRIN Bantah Penularan Hantavirus Antarmanusia, Begini Penjelasannya

Senin, 11 Mei 2026 - 23:21
Kemendikdasmen: TPG Perkuat Kesejahteraan dan Profesionalisme Guru
Nasional

Kemendikdasmen: TPG Perkuat Kesejahteraan dan Profesionalisme Guru

Senin, 11 Mei 2026 - 22:41
Program MBG Dipercepat di Pesantren, Kemenag Siapkan Skema Mandiri
Nasional

Program MBG Dipercepat di Pesantren, Kemenag Siapkan Skema Mandiri

Senin, 11 Mei 2026 - 22:31

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    973 shares
    Share 389 Tweet 243
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    711 shares
    Share 284 Tweet 178
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.